Pelaku pembunuhan berantai tak selamanya kuat menahan kekejian yang dilakukannya sendiri. Meski ketika beraksi seakan tanpa dosa, tekanan yang muncul pasca menghabisi nyawa orang lain terasa begitu menyiksa.

Umumnya memang pelaku pembunuhan berantai dianggap tidak memiliki logika atau akal sehat. Korban yang mereka timbulkan sangat banyak dan dihabisi dengan cara sadis.

Namun ada beberapa pembunuh berantai yang kesadarannya kembali setelah berbuat jahat. Rasa bersalah tiba-tiba menyelimuti hati dan akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Artikel edisi Bonanza88 lantas coba menjelaskan topik tersebut. Berukut deretan pelaku pembunuhan berantai yang sukarela menyerahkan diri kepada kepolisian.

1. Ricardo Caputo

Ricardo Caputo adalah seorang pembunuh berantai yang dikenal dengan julukannya The Lady Killer, karena pesona dan ketampanannya. Ia membunuh setidaknya empat pria dan enam wanita di New York, Mexico City, dan California sepanjang tahun 1970-an dan awal 1980-an.

Caputo sebenarnya diadili untuk pembunuhan pertamanya pada tahun 1971, terhadap Nathalie Brown yang berusia 19 tahun, tetapi dinyatakan tidak kompeten secara mental untuk diadili. Setelah itu, ia melarikan diri dari Manhattan Psychiatric Center.

Caputo kemudian menjadi buronan selama lebih dari dua dekade. Pada Maret 1994, dia akhirnya menyerah kepada polisi dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara, meski meninggal karena serangan jantung hampir tiga tahun kemudian pada usia 48 tahun.

2. William Inmon

William Inmon sering disebut sebagai pembunuh berantai solo termuda di Amerika Serikat. Ia menyerahkan dirinya kepada polisi Springerville, Arizona pada usia 21 tahun.

Inmon awalnya pergi ke kantor polisi untuk memberi tahu polisi Springerville bahwa pasukan polisi terdekat melanggar yurisdiksi mereka dengan beroperasi di kota. Namun, setelah berbicara berjam-jam, ia akhirnya mengaku membunuh Ricky Flores, bocah 16 tahun.

Lalu, Inmon mengaku membunuh dua pria lain pada 2007 di usianya yang masih 19 tahun. Alasannya, keinginan untuk membersihkan kotanya dari orang-orang terkutuk. Pada September 2012, Inmon dijatuhi hukuman 24 tahun penjara untuk ketiganya.

 

3. Mack Ray Edwards

Mack Ray Edwards adalah seorang pembunuh anak-anak yang aktif antara tahun 1953 dan 1970, di mana dia membunuh dan menganiaya setidaknya enam anak di Los Angeles.

Pembunuhan pertama Edwards terjadi pada 20 Juni 1953, ketika dia membunuh Stella Darlene Nolan yang berusia delapan tahun. Lalu, dia membunuh dua anak lagi pada musim panas 1956, termasuk Brenda Jo Howell yang berusia 12 tahun.

Tidak hanya berhenti di situ, Edwards juga membunuh anak-anak dan bahkan menculik tiga remaja pada tahun 1970. Tetapi, mereka melarikan diri dan ia pun pergi ke kantor polisi untuk mengakui kejahatannya. Setahun kemudian, ia gantung diri di sel penjara.