Isu mental health yang kerap diperbincangkan di media sosial membuat kita sering mendiagnosa diri kita sendiri dikarenakan beberapa aspek dalam gangguan tersebut sedang kita alami.

Hanya karena kita memiliki sifat perfeksionis membuat kita berpikir bahwa kita mungkin “mengidap OCD?”, atau karena kita yang memiliki sifat moodian membuat kita berpikir apa kita memiliki gejala “bipolar disorder ?”

Kita harus mengetahui beberapa mitos terkait mental healt yang di kemukakan oleh ilmuan psikologi.

 

  1. Perfeksionis itu OCD

Obsessive-compulsive disorder atau sering disingkat OCD lebih sering diartikan sebagai seseorang yang memiliki sikap perfeksionis, rapih bahkan menerapkan pola hidup yang terlalu bersih.

Dalam pedoman psikologi dunia American Psychiatry Association,  orang yang memiliki gangguan OCD ialah seseorang yang selalu terdorong untuk terus melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Seperti mengecek sesuatu, mencuci tangan, dsb.

Kabar baiknya ialah, psikolog Amerika Serikat Dr. Laura Goorin menjelaskan bahwa seseorang yang menyukai tempat yang bersih dan rapih belum tentu mengidap OCD melainkan hanya menyukai kebersihan saja.

 

  1. Schizophrenia memiliki banyak kepribadian

Schizophrenia atau yang sering dikenal oleh orang awam dengan istilah orang dengan gangguan kejiwaan memiliki gejala mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir serta perubahan perilaku dalam jangka waktu panjang membuat orang-orang berpikir bahwa orang yang mengidap skizofrenia adalah orang yang memiliki kepribadian yang banyak.

Padahal, perilak yang berbeda-beda yang kita lihat pada orang yang memiliki gangguan skizofrenia ialah halusinasi semata atau kecenderungan penderitaan yang suka memisahkan dirinya dengan realita.

 

  1. Perubahan mood menandakan kamu bipolar

Banyak remaja akhir serta dewasa muda yang sering melabelkan diri mereka memiliki mood swing. Tidak jarang kita berada dalam kondisi semangat untuk melakukan sebuah kegiatan namun bisa dalam beberapa jam kita menjadi terlalu malas untuk melanjutkan kegiatan tersebut.

Sehingga membuat beberapa orang mengira bahwa perubahan mood mereka merupakan ciri-ciri orang yang memiliki bipolar disorder.

Memang benar bipolar ialah gangguan emosi, namun dalam kapasitas yang ekstrim. Karena bukan hanya mengenai mood yang berubah melainkan elevated mood atau  depressed mood  dengan siklus yang terus menerus terjadi dan perubahan mood ekstrim yang terjadi dalam hitungan detik saja.

 

  1. Anxiety terjadi karena stres

Cemas atau gelisah tentu sering kita rasakan. Apalagi dalam kondisi sedang memaparkan presentasi di depan publik, atau ketika kita sedang menghadapi ujian.

Namun anxiety dan stes merupakan dua hal yang berbeda. Anxiety berfokus pada proses berpikir mengenai segala kemungkinan negatif. Sedangkan perasaan stres lebih kepada bersifat aspek kehidupan. Seperti stres terhadap keadaan ekonomi maupun stres terhadap pekerjaan.

 

  1. Sedih sama seperti depresi

Tentu semua orang pasti pernah mengalami kesedihan. Sedih merupakan bagian dari emosi yang tidak bertahan selamanya. Sehingga ketika kita sedih tidak dapat diartikan sebagai kita sedang mengalami depresi.

Orang yang bersedih dapat dengan mudah diatasi, mendapatkan hiburan atau sejenisnya dapat membuat kita melupakan kesedihan kita dan secara otomatis mengubah perasaan kita menjadi lebih baik. Makanya berbeda dengan orang yang depresi, mereka terus menerus memikirkan alasan dari kesedihan yang mereka rasakan dan tidak mudah membawa mereka keluar dari pikiran tersebut. orang depresi juga sering ditandai dengan memiliki gangguan makan dan tidur.