Pelindung kepala berbatok keras itu sejatinya belum genap satu abab berada di dunia. Melansir laman Sutori, Selasa 1 Juli 2019, aturan terkait penggunaan helm di jalan raya bahkan belum berlaku sampai tahun 1960. Sehingga, pemilik sepeda motor di bawah tahun itu, tak diwajibkan mengenakan helm setiap kali bepergian ke luar rumah.

Sejarah panjang helm bermula di tahun 1935, ketika seorang pria asal Inggris bernama T.E. Lawrence atau sering disebut Lawrence of Arabia, mengendarai sepeda motornya melintasi jalan terjal dan menukik.

Sialnya, karena terlalu kencang dan pandangannya sedikit terganggu, ia hampir menubruk anak-anak yang bermain di tengah jalan. Sontak ia membanting setirnya, hingga kendaraan yang ia tunggangi terpental cukup jauh. Mengingat saat itu penggunaan helm masih belum populer, Lawrence mendapat luka serius di bagian kepala, sehingga harus koma hingga akhirnya meninggal dunia.

Dokter saraf yang menangani Lawrence, Huge Crains, merasa ada yang tidak beres dengan perilaku pengendara sepeda motor di masa itu. Ia pun memulai penelitian terkait cedera kepala dan bagaimana upaya pencegahannya.

Hingga akhirnya, setelah enam tahun melalui proses pengkajian, Crains menerbitkan jurnal bernama Head Injuries in Motorcycle. Di situlah seluruh konsep dan garis besar helm pertama mulai terbentuk.

Di tahun 1941, helm pertama yang dirancang Huge Crains terbuat dari material karet dan gabus. Sebelum ujungnya, di tahun 1953 profesor asal Carolina Selatan, Amerika Serikat, C. F. Lombard melengkapinya dengan cangkang berbahan keras di bagian dalam.

Hambatan terjadi karena Crains tidak dapat menemukan banyak pengendara yang menggunakan helm pada saat berkendara. Padahal ini sangat ia butuhkan untuk mengetahui seberapa signifikan jumlah nyawa yang hilang  kalau semua pengendara menggunakan helm sebagai standar keselamatan mereka.

Sampai akhirnya, bulan November tahun yang sama, Angkatan Darat Inggris seakan memberi titik terang. Setelah kehilangan dua personel mereka dalam waktu seminggu karena kecelakaan saat mengendarai sepeda motor, mereka mengeluarkan perintah agar semua pengendara untuk mengenakan helm yang terbuat dari gabus ataupun karet.

Sampai akhirnya, pada awal tahun 1961, hukum menggunakan helm untuk pesepeda motor ditetapkan di Australia, kemudian menyusul Amerika Serikat lima tahun setelahnya.

Di tahun 1971, helm full-face pertama terlahir di dunia. Setelah itu, evolusi pengaman kepala bisa dikatakan berhenti. Sebab, tidak ada pembaruan yang berarti, kecuali motif, ataupun teknologi anyar yang mendukung keseluruhan fungsinya.

Angka kematian yang tinggi

Sejarah Asal Mula Helm Sepeda Motor Diciptakan

Meski ada bukti jelas menyoal penggunaan helm pada saat berkendara dapat mengurangi risiko kehilangan nyawa, dan imbauan kepada seluruh pengendara juga sudah digalakkan, namun belum ada satu negara pun yang menetapkan aturan penggunaan helm bagi pengendara sepeda motordalam Undang-Undang mereka.

Karena tidak diwajibkan, banyak orang yang menghindari penggunaan helm. Hal ini dikarenakan memakai helm membuat beberapa pengendara merasa penampilan mereka terganggu, sederhananya memakai helm dianggap, “tidak keren”.

Sampai akhirnya, pada 1 Januari 1961 hukum menggunakan helm untuk pesepeda motor ditetapkan di Australia. Amerika Serikat pun terdorong untuk mengambil langkah ini. Mereka menjadi negara setelah Australia yang membentuk aturan untuk wajib mengenakan helm bagi para pengguna sepeda motor.

Undang-Undang tentang keselamatan jalan raya yang diperkenalkan ini, berlaku di semua negara-negara bagian di Amerika Serikat. Aturan ini pun cukup tegas ditrapkan. Bila didapatkan ada negara-negara bagian yang tidak mematuhi Undang-Undang ini, maka akan ada sanksi berupa penyetopan dana utuk pembangunan dan pemeliharaan jalan raya.

Langkah ini berlanjut dengan langkah American National Safety Standard untuk membuat standar bagi helm sepeda motor di tahun yang sama. Hal ini dianggap sangat penting untuk memenuhi standar kinerja para manufaktur helm agar dapat berjalan dengan baik.

Bell mengembangkan helm sepeda motor full face dan helm sepeda motor off-road pertama. Tiga tahun setelahnya, Departmen Perhubungan AS mewajibkan seluruh produsen helm untuk mematuhi standar manufaktur  yang  disetujui oleh Department Perhubungan itu sendiri.

Helm dari masa ke masa

Here is how motorbike helmets were invented | by Helmet Saves | Helmet Saves

Berikut adalah evolusi helm dari masa ke masa seperti yang dihimpun redaksi Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber.

1925 – Topi Gaya Marlon Brando

Sepeda motor sudah eksis pada masa ini, tapi tidak begitu halnya dengan helm. Pengendara motor waktu itu biasanya memakai topi gaya Marlon Brando, seorang aktor Amerika Serikat. Tujuannya hanya untuk melindungi rambut agar tidak berantakkan ketika naik motor.

1940 – Helm Perang

Hampir setiap negara yang terlibat Perang Dunia II melengkapi pasukannya dengan helm. Selain untuk melindungi kepala dari peluru, helm juga dinilai cukup berguna ketika prajurit naik motor.

1953 – Daya Redam Benturan

Sejarah mencatat Prof. C.F. Lambord adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan helm motor dengan kemampuan peredaman benturan. Sejumlah produsen helm mengadopsi desainnya dan rancangan tersebut masih dipakai sampai sekarang.

1967 – Full Face Lebih Aman

Helm full face diciptakan. Desainnya dinilai lebih aman dalam melindungi kepala pengendara motor. Tiap produsen mengupayakan material yang kuat, ringan, dan bisa memberikan kenyamanan.

1972 – Perang Fitur

Setiap produsen helm mulai berlomba-lomba menyuguhkan fitur bernilai di produknya. Contohnya, pada masa ini helm-helm mulai menggunakan visor.

2012 – Era Digital

Helm dengan fitur-fitur elektronik kian banyak. Sudah bukan hal aneh lagi apabila ada helm yang dilengkapi GPS, radio, dan peralatan elektronik lainnya.

Aturan hukum penggunaan helm di Indonesia

Lawan Arus dan Tidak Pakai Helm, Polisi Tilang 541 Pengendara Motor

Setiap pengendara dan penumpang sepeda motor wajib pakai helm. Peraturan tersebut tertuang dalam pasal 57 ayat (1) jo ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sayangnya, masih ada saja pengendara motor yang enggan menggunakan helm, dengan berbagai alasan. Seperti, hanya berkendara jarak dekat, lupa, dan sebagainya. Memang, sejak awal kewajiban menggunakan helm untuk pengendara motor diterapkan, ada segelintir masyarakat yang mengabaikan hal itu.

Laporan Global Status Report on Road Safety 2013 dan 2015 garapan WHO menempatkan Indonesia dalam kelompok 10 besar negara dengan jumlah korban tewas kecelakaan kendaraan bermotor tertinggi di dunia. Sebagian besar korban tewas merupakan pemotor roda dua. Beberapa korban tewas setelah berbenturan keras dengan aspal. Mereka tak menggunakan helm. Padahal pemotor roda dua wajib menggunakannya.

Gagasan mewajibkan penggunaan helm bermula dari peralihan kebiasaan orang Indonesia ketika keluar rumah. Mereka perlahan meninggalkan sepeda kayuh dan memilih sepeda motor pada dekade 1970-an awal.

Jaringan transportasi umum memang telah berkembang di desa dan kota. Tetapi kelayakan dan kenyamanannya masih jauh dari harapan kebanyakan khalayak. Penumpang berjejalan dan beberapa di antaranya justru pencopet.

Di ibukota Jakarta, Gubernur Ali Sadikin sampai misuh kepada angkutan umum. “Monyet pembawa celaka,” hardik Ali Sadikin kepada Ekspres, 9 Agustus 1971, setelah melihat perilaku ugal-ugalan sopir angkutan umum sehingga menyebabkan kecelakaan dan korban tewas.

Karena angkutan umum tak layak, warga butuh pilihan alat transportasi lain. Dan pilihan itu tertuju pada sepeda motor bikinan Jepang. Bentuknya menyerupai fisiologi bebek dan kubikasi mesinnya 70 cc. “…Kendaraan-kendaraan bermotor yang ringan, berkecepatan tinggi, dan tangkas berbelak-belok,” tulis Ekspres, 23 Agustus 1971.

Serbuan motor Jepang ke Indonesia tak lepas dari kebijakan ekonomi Orde Baru. Rezim ini membuka keran lebar untuk investasi dan impor barang dari dua sumber: negeri-negeri Barat dan Jepang.

Peraturan ihwal penggunaan helm pertama kali diterapkan di Indonesia pada 1 November 1971, tertuang dalam maklumat kapolri. Dijelaskan dalam maklumat tersebut, kriteria topi pengaman atau helm yang mesti dikenakan pengguna motor, yaitu pinggiran topi pengaman memiliki lapisan karet atau plastik agar tidak melukai orang, kemudian bagian dalam topi mempunyai bantalan untuk meredam benturan, serta memiliki tali pengikat agar tidak mudah lepas. Topi pengaman perlu dilengkapi ventilasi untuk sirkulasi udara di kepala.

Jenderal Hoegeng yang saat itu menjabat sebagai Kapolri merilis maklumat tersebut karena tingginya angka kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan kematian. Sebagian besar korban tewas karena kecelakaan motor menderita luka di bagian kepala.

Di era saat itu, desain helm sangat sederhana, hanya berbentuk setengah lingkaran mirip helm tantara atau lebih populer disebut helm cetok. Bentuk helm yang seperti itu justru bikin orang-orang saat itu malas menggunakannya, karena penampilannya gak bagus.

Berbeda halnya dengan saat ini, yang mana standar kualitas helm sudah lebih baik. Disebutkan dalam pasal 57 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009, helm yang digunakan pemotor harus berlabel SNI.

Adapun sertifikasi SNI dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional (BSN). Helm bisa lulus sertifikasi jika memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya, material cangkang non-logam yang tahan perubahan suhu, resisten dengan sabun, minyak, air, deterjen, dan pembersih lainnya.

Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air, dan tahan perubahan suhu. Bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit tidak boleh menyebabkan iritasi dan penyakit kulit, dan tidak berubah bentuk saat terkena keringat, minyak, atau bagian tubuh.

Helm harus memiliki bagian tempurung yang keras, lapisan dalam yang keras (biasanya terbuat dari Styrofoam), dan bagian lunak atau busa, serta tali pengikat.

Bentuk helm pun sudah lebih bagus, ada jenis half face, full face, dan modular. Selain berfungsi sebagai perangkat keselamatan, helm juga bikin penampilan pengendara motor lebih keren. Jadi, gak ada alasan lagi mengabaikan peraturan wajib pakai helm.

Helm Legendaris Keluaran Honda

Ini Sejarah Helm Bonus Honda dari 1985 Sampai Sekarang

Asli geleng-geleng kepala ketika melihat sebuah postingan di media sosial yang menawarkan sebuah helm legendaris tipe TRX ini dibanderol sampai jutaan rupiah. Helm ini merupakan helm jadul yang sering dibicarakan oleh biker netizen karena keunikan bentuknya yang sering juga disebut helm “TIREX”.

Yup, akun facebook bernama dengan PD-nya memposting helm Honda TRX dibanderol 1,7 juta rupiah, sebuah banderol yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan kualitas helm saat ini, namun patut diakui jika harga tinggi karena dilihat dari sejarah helm tersebut serta keunikan bentuk helmnya hingga akhirnya sering helm ini sering menjadi bahan pembicaraan para biker.

Kalau melihat sejarahnya sudah jelas. Anak biker jaman now umurnya lebih tua dari umur helm TRX.

Pertama kalinya Honda memberikan helm gratis kepada konsumennya tahun 1985, itupun masih terbatas dan untuk konsumen yang beli motor bebek saja yaitu Astrea Star. Pertama kali helm gratisan dari Honda masih berdesain helm catok. Melihat helm ini sudah barang tentu langsung teringat dengan motor Astrea Grand motor pertama kali yang saya pakai untuk belajar naik motor tahun 95an.

Helm berbentuk catok ini kemudian berubah menjadi hal face, bentuknya pun masih sederhana dan belum ada kaca helmnya karena memang waktu itu pemerintah belum gencar mengkampanyekan keselamatan memakai helm. Barulah sampai tahun 90an pemerintah memberikan penyuluhan tentang pemakaian helm saat naik motor hingga akhirnya Honda merubah desain helmnya dengan tipe NS-X. Meski belum memakai kaca helm, desain helm ini sudah lebih milenial.

Karena sudah mulai gencar kampanye pemakaian helm inilah mulai pertengahan tahun 90an hingga 2000an pihak Honda sudah memberikan helm gratis pada setiap pembelian motor baru.

Setelah tipe NSX, Honda kemudian membuat helm gratisan yang hingga kini masih dipakai yakni TRX-Series. Helm ini merupakan helm bonusan Honda paling terkenal yang eksis sejak tahun 2000.

Helm tipe TRX yang pertama kalinya sudah memakai desain full face lengkap dengan kaca helm, namun bentuknya yang unik seperti helm astronot inilah helm TRX akhirnya sering menjadi bahan pembicaraan hingga saat ini. Helm ini memiliki banyak sebutan dari helm Astronot, helm Tirex, hingga helm yang bisa berputar 360 derajat. Helm astronot ini merupakan helm TRX-1 yang artinya helm generasi pertama tipe TRX.

Helm tipe TRX pertama kemudian diganti dengan tipe TRX-2 yang desainnya semakin kekinian. Helm TRX-2 dipakai dari tahun 2005-2007 dengan model full face yang lebih dikenal dengan nama helm robot. Helm ini tetap full face berwarna hitam dan tetap dilengkapi dengan kaca.

Dan mulai tahun 2007, helm TRX mulai didesain menyesuaikan kebutuhan tipe motor. Dimulai dari tipe TRX-3 mulai tahun 2007 yang merupakan desain helm half face untuk motor matic dan bebek dan sedangkan tipe TRX-R berdesain helm full face khusus untuk motor sport.

Saat ini ada 3 tipe helm TRX-Series yang diberikan ke konsumen saat membeli motor baru yakni TRX-3, TRX-R dan TRX-S. Ketiga model ini dipakai untuk semua model yang dijual, meski ada sidikit perbedaan di tiap tipe.

TRX-3 di desain lebih universal agar bisa digunakan untuk beberapa model di tipe skutik. TRX-R di desain lebih general khusus untuk model sport. Sedangkan TRX-S khusus dibuat untuk motor matic retro seperti pada Honda Scoopy.

Melihat sejarahnya diatas, pantas aja kalau ada yang menjual helm TRX tipe pertama yang sangat legendaris dengan banderol yang cukup mahal, meskipun sebenarnya kalau melihat di toko online ternyata helm TRX-1 dibanderol sekitar 100 ribuan saja.