Kiper klub Liga Inggris, Arsenal, Bernd Leno adalah salah satu kiper hebat yang ada di jagat sepak bola saat ini. Itu terbukti ketika dirinya telah menjadi pilihan sebagai penerus Manuel Neuer di kubu tim nasional (timnas) Jerman.

Banyak pihak yang menerka bahwa Bernd Leno bakal menjadi penjaga gawang terbaik Der Panzer di masa mendatang.

Namanya mulai dikenal oleh sejumlah penikmat sepak bola ketika tampil mengesankan bersama klub ternama Bundesliga Jerman Bayer Leverkusen. Saat itu, dirinya mampu melakukan beberapa penyalamatan terbaik.

Mungkin hal itu sudah biasa dilakukan oleh penjaga gawang, akan tetapi Bernd Leno melakukannya ketika usianya masih cukup muda.

Bersama Bayer Leverkusen, Bernd Leno mencatatkan 304 penampilan dan berhasil menorehkan 100 kali clean sheets. Penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang itu membuat klub papan atas Liga Primer Inggris, Arsenal, mencoba untuk memboyongnya ke Eimrate Stadium pada musim 2018/19 lalu.

Bersama Meriam London, Bernd Leno pun hampir selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Pada musim debutnya, dirinya terhitung memainkan 32 pertandingan di Liga Primer Inggris dan hanya mampu menorehkan 7 kali clean sheets.

Catatan tak kebobolannya pun meningkat pada musim berikutnya. Ia mampu meraih 8 clean sheets dari 30 pertandingan Liga Primer Inggris 2019/20.

Memasuki musim 2020/21 ini, Bernd Leno bisa dikatakan cukup mengesankan. Bagaimana tidak, baru masuk ke pekan 24 Liga Primer Inggris, dirinya sudah berhasil meraih 8 clean sheets. Jumlah itu pun masih bisa bertambah. Situasi ini pun membuat Bernd Leno menunjukkan sebuah perkembangan di setiap musimnya.

Akan tetapi, beberapa pihak masih belum mengakui kehebatan Bernd Leno secara penuh. Hal itu bisa dikatakan sangat wajar, mengingat sang penjaga gawang masih belum tampil konsisten. Maka tak heran jika dirinya masih belum bisa menggantikan sosok Manuel Neuer di posisi utama kiper Timnas Jerman.

Kendati demikian, Bernd Leno sendiri sudah beberapa kali diberikan kesempatan untuk memainkan peran di Timnas Jerman. Menurut laporan yang dihimpun oleh Bonanza88 dari situs Transfermarkt, Bernd Leno sudah diberikan kesempatan main sebanyak 8 kali.

Sayangnya, kiper berusia 28 tahun tersebut baru bisa menorehkan 2 kali clean sheets, yang ia torehkan ketika berhadapan dengan Italia (0-0) dan Finlandia (2-0).

Karier Bernd Leno  

Bernd Leno Childhood Story Plus Untold Biography Facts

Bernd Leno memulai karier sepak bolanya dengan bergabung bersama tim junior di SV Germania Bietigheim pada tahun 2009 silam. Di sana, dirinya dikabarkan menjadi salah satu penjaga gawang paling mengesankan.

Dia naik kelas dengan cepat dan berhasil masuk ke dalam tim nasional Jerman U-17, U-18, U-19 dan U-21. Bersama tim muda Der Panzer, Leno pun berhasil meraih gelar juara UEFA European Under-17 Championship pada tahun 2009 silam.

Prestasi itu membuat Leno akhirnya mendapatkan kesempatan untuk debut di level senior bersama VfB Stuttgart dengan menandatangani kontrak pada Mei 2011 silam.

Empat tahun berselang, Leno mendapat panggilan ke tim nasional Jerman, tepatnya pada Oktober 2015 untuk kualifikasi Euro 2016. Akan tetapi, dirinya baru bisa melakukan debut internasionalnya di Timnas Jerman pada Mei 2016 lalu saat pertandingan persahabatan melawan Slovakia (kalah 1-3). Dia kebobolan dua gol hingga menit ke-46, sebelum digantikan oleh Marc-André ter Stegen.

Leno naik pesat ke sepak bola level atas. Dia diberkati dengan tubuh yang tinggi, dikombinasikan dengan kelincahan dan jangkauan yang mengesankan. Leno dicabut dari cadangan Stuttgarts oleh Bayern Leverkusen dengan status pinjaman lima bulan pada Agustus 2011.

Ia segera menggantikan Rene Adler yang sedang mengalami cedera. Leno pun akhirnya masuk dalam susunan pemain dan bekerja sedemikian rupa sehingga ia dipandang sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Jerman.

Dalam tiga pertandingan pertamanya untuk Bayer Leverkusen di Bundesliga, Leno mampu mempertahankan clean sheet. Catatan ini pun membuat namanya menjadi penjaga gawang ketiga yang melakukan clean sheets dalam 3 laga debut dalam sejarah Bundesliga Jerman.

Sekedar informasi, dua kiper yang lebih dulu menorehkan catatan itu adalah Dirk Krussenberg dan Heribert Macherey.

Dia kemudian menjadi penjaga gawang termuda yang bermain di Liga Champions UEFA saat bermain melawan Chelsea. Saat itu dirinya masih berusia 19 tahun 193 hari. Penampilan fantastisnya di bawah mistar pun memaksa Adler keluar skuat utama Bayer Leverkusen. Leno pun akhirnya diberi kontrak permanen oleh klub pada November 2011.

Leno telah mengalami kebangkitan meteorik karena penampilan yang dia berikan di usia muda. Dalam 57 penampilan bersama Stuttgart, penjaga gawang yang memiliki tinggi badan 1,9 meter ini berhasil memainkan 15 pertandingan tanpa kebobolan. Secara keseluruhan, Leno kebobolan sebanyak 68 kali.

Pada tanggal 19 Juni 2018 lalu, Arsenal mengumumkan bahwa Leno telah menandatangani kontrak lima tahun dengan bayaran £ 22,5 juta. Leno melakukan debutnya untuk Arsenal dalam kemenangan 4-2 atas Vorskla Poltava di Liga Europa. Sedangkan di Liga Primer Inggris, Leno melakukan debutnya ketika membantu Arsenal mengalahkan Watford dengan skor 2-0.

Saat itu, Bernd Leno menggantikan sosok penajaga gawang legendaris asal Republik Ceko, Petr Cech, yang mengalami cedera di babak pertama. Ketika menjalani debut, penampilan Bernd Leno pun langsung mendapatkan pujian dari sang pelatih, Unai Emery.

“Dia bekerja sangat baik dengan para pelatih penjaga gawang. Saya berbicara dengannya dan mengatakan hal terpenting adalah ketika tim membutuhkan dia untuk membantu kami, untuk bersiap.”

“Kami memiliki tiga penjaga gawang yang sangat bagus. Petr Cech, penampilannya dan pengalamannya untuk kami sangat penting. Leno bisa belajar dengan tetap dekat dengan Petr Cech setiap hari. Saya sangat senang dengannya. Dia telah menunggu momennya dan itu tiba,” ucap Emery beberapa waktu lalu.

Awali Karier sebagai Gelandang

Bernd Leno Childhood Story Plus Untold Biography Facts

Leno sendiri lahir pada 4 Maret 1992 silam di Bietigheim-Sissingen, Jerman. Dirinya memiliki darah Jerman dan Rusia dari kedua orang tuanya. Dirinya dibesarkan oleh keluarga yang cukup menggemari si kulit bundar.

“Kenangan pertama saya tentang sepak bola adalah pertandingan pertama saya ketika saya mengunjungi stadion Stuttgart. Sejak saat itu, saya bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional – dan 15 tahun kemudian saya bergabung dengan Arsenal. Saya dapat mengatakan bahwa saya menjalani impian saya.”

“Sepak bola sangat penting bagi keluarga saya, untuk saudara laki-laki saya, dan bagi saya itu adalah hidup kami. Kami selalu ingin bermain sepak bola, memiliki bola di samping kami. Saat itu, setiap mainan adalah sepak bola,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Leno sendiri telah menganggap serius untuk menggantungkan hidupnya di dunia sepak bola pada usia 6 tahun. Dirinya pun akhirnya mendaftarkan diri ke tim junior SV Germania Bietiggeim.

Ketika masuk ke dalam tim untuk pertama kalinya, Leno nyatanya bukan bermain di bawah mistar gawang. Ia memulai karier sepak bolanya itu di posisi gelandang. Leno pun diketahui bertahan kurang lebih selama 5 tahun di klub junior tersebut.

Demi meningkatkan kualitas bermainnya, Leno pun memutuskan untuk pindah ke klub akademi yang lebih populer di Jerman, yakni VFB Stuttgart. Leno berhasil lolos tes uji coba dari 200 peserta yang mengikuti audisi. Pada saat ini, posisinya masih tetap sebagai gelandang tengah.

Barulah pada suatu ketika, ada momen yang membuat dirinya harus berganti posisi menjadi seorang penjaga gawang. Itu bermula ketika dirinya menginjak usia 10 tahun. Kala itu, penjaga gawang timnya diketahui tak bisa hadir dalam suatu pertandingan. Ia pun dengan berani mengambil risiko untuk menggantikan sang kiper.

“Suatu hari penjaga gawang dari klub asal saya tidak datang ke satu pertandingan. Pelatih bertanya siapa yang ingin menjadi penjaga gawang. Saya berkata kepada mereka, ‘saya ingin mencoba’.”

“Saya mencoba dan semua orang melihat saya sangat baik. Kemudian orang tua saya membelikan saya sarung tangan kiper, dan saya tidak pernah ingin meninggalkan tiang gawang setelah kejadian itu,” ucap Leno seperti dikutip Bonanza88 dari situs resmi Arsenal.

Leno semakin memantapkan diri sebagai seorang penjaga gawang setelah dirinya mengidolakan seorang kiper legendaris yang pernah membela Stuttgart dan Arsenal, yakni Jens Lehmann. Pada masa kecilnya, ia berkesempatan untuk bertemu dengan Lehmann dan mengambil banyak ilmu dari mantan kper Timnas Jerman itu.

“Saya menyaksikannya (Lehmann) begitu banyak dalam sesi latihannya, dan bahkan melakukan beberapa sesi latihan dengannya ketika saya berusia sekitar 16 atau 17 tahun. Jens Lehmann berusia sekitar 40 tahun dan bagi saya itu sangat menyenangkan. Dia sangat terkonsentrasi, sangat profesional. Itulah mentalitas yang Anda butuhkan sebagai penjaga gawang profesional,” ucap Leno.

Dapat Sebutan ‘Penalty Killer’

New Arsenal goalkeeper Bernd Leno history with Petr Cech — All Football App

Bernd Leno merupaksan salah satu penjaga gawang yang sangat piawai menghentikan tendangan dari titik putih. Beberapa pihak pun menyematkan sebutan ‘penalty killer’ dalam diri Leno. Julukan itu sendiri ia dapatkan ketika masih berseragam Bayer Leverkusen.

Tahukah Anda, jika mantan rekan setim Kai Havertz tersebut sempat menaklukkan lima kali penyelamatan dalam delapan tendangan penalti yang ia hadapi pada kompetisi Bundesliga 2013/14 lalu?. Ya, itu memang benar ia lakukan ketika masih berseragam Bayer Leverkusen.

Sekedar informasi tambahan saja, lima sepakan yang pernah ia gagalkan itu datang dari Szabolcs Huszti (Hannover 96), Jonathan Schmid (SC Freiburg), Roberto Firmino (Hoffenheim), Joselu (Hannover 96) dan Ricardo Rodriguez (Wolfsburg).

Bahkan, Leno sempat berhasil melakukan empat penyelamatan tendangan penalti sang lawan secara beruntun. Pada saat itu, belum ada penjaga gawang yang mampu melakukan hal tersebut. Leno pun menjadi kiper pertama yang sukses masuk dalam sejarah.

Jika berbicara soal statistik, Leno berhasil menorehkan 42 persen (menggagalkan penalti lawan) dari 19 kali percobaan titik putih sang lawan. Catatan apiknya dalam menghalau percobaan penalti lawan ini membuat nama Leno cukup diperhitungkan.

Pasalnya, Tidak ada penjaga gawang yang menahan penalti dalam satu musim sejak Uli Sude dari Borussia Mönchengladbach pada 1984/85. Dengan begitu, Leno berhasil memcahkan rekor yang sudah bertahan selama kurang lebih 36 tahun.

Secara kesuluruhan, Leno pun diketahui melakukan 16 penyelamatan tembakan penalti sepanjang karier profesionalnya. Sejumlah penyelamatannya itu ia torehkan saat berkarier di Vfb Stuttgart II sebanyak dua kali, Bayer Leverkusen (11 kali) dan Arsenal (2 kali). Catatan apik ini telah dipantau redaksi Bonanza88 melalui situs resmi yang sangat fokus dalam dunia sepak bola, yakni Transfermarkt.

Masih dari sumber yang sama, Edisi Bonanza88 mendapatkan sebuah informasi tambahan tentang kegagalan Leno dalam menghadapi penalti lawan. Di situs ternama Jerman tersebut menjelaskan bahwa Leno harus kebobolan sebanyak 62 kali dari titik putih dari 78 percobaan. Catatan itu pun bisa dikatakan cukup baik bagi seorang penjaga gawang.