Daun tiga jari atau yang dikenal sebagai daun bungkus merupakan tanaman herbal yang terkenal. Sebagian besar penggemarnya berasal dari kaum pria dewasa. Tanaman ini seakan tak lekang oleh waktu. Dari dulu hingga saat ini pun masih banyak dicari.

Mereka yang memburu tanaman ini percaya akan khasiat mujarab dari tanaman ini. Salah satu pamor dari daun bungkus adalah kemampuannya memperbesar ukuran kemaluan pria. Bahkan, sebagian masyarakat percaya tanaman herbal ini bisa mengatasi berbagai permasalahan vitalitas pria.

Meski dunia medis sangsi akan kemampuan dari tanaman herbal ini, masih banyak orang yang mencarinya. Bahkan tahun 2019 lalu, dilansir Edisi Bonanza88 dari Vice memberitakan seorang pria yang terdampak efek samping dari daun bungkus. Kemaluannya bengkak dan melepuh setelah menggunakan tanaman ini.

Namun percaya atau tidak, komoditi ini laris manis bahkan merambah hingga kancah internasional. Dikutip dari wartaekonomi, A.M. Adnan, Plt. Sekretaris Badan Karantina Pertanian (Barantan), menyebut bahwa daun bungkus merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis tinggi.

Daun ini terkenal dari bagian timur Indonesia, Papua. Salah satu wilayah yang terkenal akan tanaman ini adalah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Bagi masyarakat lokal, tanaman ini adalah barang biasa.

Tak seperti masyarakat kota besar lainnya yang melihat daun bungkus sebagai tanaman berisiko, masyarakat Biak Numfor menganggapnya lumrah. Mereka dijual bebas, bahkan digunakan sebagai media pengobatan. Mantri atau asisten dokter biasanya menggunakan tanaman ini untuk memperbesar kemaluan pria.

Pasien yang mencari jasa pembesar penis kerap datang kepada mantri. Jasa memperbesar penis dengan daun ini tidak memiliki tarif khusus. Namun, berdasarkan informasi penjajah dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

Cara mengolahnya terbilang sederhana. Daun ditumbuk hingga halus kemudian dicampur dengan minyak kelapa murni. Campuran itu kemudian dioleskan atau digunakan untuk membungkus kemaluan.

Meski terbilang lumrah, penggunaannya harus berhati-hati. Mama Ina, salah satu penjaja daun bungkus, menyebutkan bahwa daun ini mempunyai risiko besar.

“Makanya banyak hasil bungkusan itu rusak atau tak sesuai dengan ukuran. Itu tambah lama pengobatannya,” ujar Mama Ina.

Bahkan, salah seorang pengguna lebih setuju bahwa efeknya lebih kepada sugesti.

Dunia medis sangsi akan kemampuan daun bungkus. Mereka menyebut bahwa belum ada rekam jejak medis soal bukti kemampuan daun tiga jari itu. Namun, terdapat satu kajian etnografi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan soal tanaman ini.

Penelitian itu membenarkan khasiat dari daun ini. Daun tiga jari yang dibungkuskan ke kemaluan pria mampu memperbesar ukurannya. Namun, hal ini terjadi karena adanya cairan yang tersumbat pada bagian tubuh tertentu.

Meski ukurannya berubah, namun penelitian tersebut mengatakan bahwa fungsi otot kemaluan pria berpotensi berkurang karena perubahan ukuran tersebut.

Ada banyak bukti yang membahas efek samping dari daun bungkus. Antara lain: Rasa panas atau terbakar pada penis, Penis lecet dan melepuh, Infeksi kelamin, yakni munculnya peradangan dan nanah, Alat kelamin rusak, dan Gangguan fungsi alat kelamin pada kasus yang berat.

Oleh karenanya, dokter tidak akan menganjurkan penggunaan tanaman ini untuk membantu urusan vitalitas pria.

Cara Pakai Daun Bungkus Papua

Benarkah Daun Tiga Jari Bisa Perbesar Penis? Ini Penjelasan Medisnya

Daun bungkus menjadi buah bibir karena mampu memperbesar alat kelamin pria. Hampir sebagian besar lelaki di Papua tahu bagaimana menggunakan daun ‘ajaib’ ini. Berikut pengakuan pria pemakai daun bungkus.

Lelaki yang sebut saja bernama Mario 37 tahun, mengaku sudah menggunakan daun bungkus selama 1 tahun. Hasilnya? “Ada penambahan panjang yang signifikan,” katanya memperkirakan angka 2-3 cm.

Menurut Mario untuk mempertahankan hasil yang didapatkan maka penggunaan daun bungkus tidak bisa sekali dua kali saja.

Pada awal-awal menggunakannya, Mario mengoleskan ujung penisnya dengan daun bungkus seminggu 2 kali. Setelah mendapatkan hasilnya, kini Mario cukup mengoleskan daun bungkus di senjatanya 1-2 bulan sekali.

Mario membeli daun bungkus ini dari informasi teman ke teman karena daun bungkus tidak dijual secara terbuka atau dipasarkan secara bebas.

Daun bungkus yang dibeli Mario berupa daun bungkus yang sudah ditumbuk halus dengan diberi sedikit air sehingga tinggal dioleskan ke penis.

Di Papua, bubuk daun bungkus yang berwarna hijau tua itu dimasukkan dalam botol ukuran 10 cm tapi isinya hanya sepertiganya saja. Harga jualnya jika dibeli langsung ke pembuatnya hanya Rp 20-30 ribu.

Mario menjelaskan, cara penggunaan bubuk basah daun bungkus terbilang sederhana dan mudah. Caranya:

Cukup ambil bubuk daun bungkus seujung sendok teh lalu ditaruhkan pada selembar tisu agar lebih mudah membungkusnya. Lalu Tisu yang sudah ada daun bungkusnya dibalutkan pada batang penis bagian atas atau ujungnya saja dan tidak boleh keseluruhan. Jika sudah terasa hangat segera angkat tisu yang berisi daun bungkus dan penis diurut untuk diratakan.

“Jika kandungan air di daun bungkus tidak terlalu banyak, maka dalam waktu 3-5 menit saja sudah terasa hangat. Tapi kalau kandungan airnya masih agak banyak dibutuhkan waktu yang lebih lama. Dan jangan membalut seluruh bagian penis, karena kulit daerah bawah penis sangat sensitif sehingga lebih mudah lecet,” tutur Mario.

Jika terlalu lama membalutkan daun ini akan menyebabkan penis membengkak dan melepuh. Kalau sudah membengkak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengembalikan kulit ke bentuk normal dan biasanya bisa mencapai 2 minggu waktu pemulihan.

Untuk tahap awal, menurut Mario biasanya orang-orang mengulanginya setiap 2 hari sekali tidak perlu tiap hari agar memberikan waktu pada kulit berada dalam kondisi normal.

Reaksi yang diberikan dari daun bungkus ini terbilang cepat, karena dalam waktu beberapa menit setelah digunakan maka penis akan menegang.

Namun untuk mencapai hasil yang maksimal tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat, karena untuk mendapatkan bentuk penis yang permanen harus diulang beberapa kali tergantung kondisi orang tersebut.

“Bukan permanen sekali, tapi setidaknya bentuk yang sudah maksimal tidak terlalu ada perubahan. Kalau mau cepat atau instant sebenarnya juga bisa, tapi menurut saya nanti ukurannya bisa kembali lagi ke bentuk normal. Karena menurut saya cara kerja dari daun ini hanya merangsang pembesaran dari pembuluh darah,” ujar lelaki yang sudah sejak kecil tinggal di Papua ini.

Mengenai pelarangan masuknya anggota polisi yang menggunakan daun ini untuk memperbesar alat vitalnya, Mario mengaku tak mengerti alasan pelarangan tersebut.

Menurutnya daun ini berasal dari alam dan terbebas dari penggunaan bahan kimia apapun. Selain itu hingga kini efek samping yang ditimbulkan hanya rasa tak nyaman dan bengkak atau melepuh jika memakainya terlalu lama.

Saat dikonfirmasi ke dr Hardhi Pranata selaku ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia mengenai khasiat dari daun bungkus untuk memperbesar alat vital, dirinya mengaku belum pernah mendengar hal tersebut dan belum ada penelitian ilmiah yang membahas hal ini.

“Prinsip pembesaran penis adalah adanya aliran darah arteri yang terus menerus ke bagian korpus skrotum serta menghambat aliran darah baliknya yaitu vena. Hal ini akan membuat korpus skrotum terisi darah dan membesar. Namun mengenai kinerja dari daun bungus ini, ia mengaku belum mengetahuinya,” ujarnya ketika diwawancarai detikHealth.

Hingga kini memang belum ada satupun penelitian ilmiah atau medis yang dapat menunjukkan khasiat dari daun bungkus ini. Pakar herbal juga masih kesulitan menemukan nama latin daun bungkus ini.

Penelti herbal buah merah (Pandanus conoideus) drs I Made Budi MSi dari Universitas Cendrawasih ketika diwawancarai detikHealth mengaku belum pernah meneliti daun bungkus ini.

Tapi menurutnya, khasiat daun bungkus yang tumbuhnya merayap di hutan ini ada pada trikoma atau rambut daun. Made juga mengingatkan agar hati-hati menggunakan daun bungkus karena belum ada penelitiannya sehingga jangan sampai si pemakai mengalami masalah karena tidak ada petunjuk yang jelas.

Saat Daun Bungkus Papua Jadi Masalah

Daun Bungkus Papua, Viagra Lokal dari Timur Indonesia

Ini peringatan bagi seluruh pemuda asli Papua, yang memiliki cita-cita ingin menjadi anggota Polri. Sejak dini, harus menjaga seluruh organ tubuhnya agar tidak dimodifikasi sedemikian rupa menuruti keinginan hati.

Proses seleksi Pra Bintara Noken Polri 2020 di Polres Sorong menjadi pelajaran penting. Puluhan pemuda asli Papua harus mengubur cita-citanya sebagai Bintara Polri, lantaran diketahui telah memodifikasi alat vitalnya dengan ramuan tradisional Papua berupa ‘Daun Bungkus’.

Selain itu, ada juga yang terdeteksi menyuntik alat kelamin dengan silicon, supaya barangnya terlihat mengembang, serta karena ada bekas tindik di telinganya. Tiga masalah itu adalah diantara penyebab jatuhnya puluhan pemuda asli Papua saat dilakukan pemeriksaan kesehatan (rikkes).

“Bapak-bapak dan Ibu yang memiliki anak laki-laki dan ingin menjadi polisi, tolong diingatkan agar tidak aneh-aneh. Dari tes kesehatan yang beberapa waktu lalu kita lakukan, ternyata banyak yang tidak lolos karena daun bungkus. Ada juga yang karena disuntik silikon,” kata AKBP Robertus A. Pandiangan S.IK, Kapolres Sorong saat melakukan coffee morning dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan FKUB di Aula Patriatama Polres Sorong

Padahal, saat itu ada 64 pemuda asli Papua yang mendaftar sebagai Bintara Polri, sudah lolos pemeriksaan administrasi. Dari proses itu, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, sebelum akhirnya mereka diberangkatkat ke Polda Papua Barat di Manokwari, untuk mengikuti tes selanjutnya.

“Dari 64 pendaftar, saat ini hanya tersisa 34 anak yang memenuhi syarat. Sisanya sebanyak 30 anak, dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) alias gagal,” ujar Kapolres Pandiangan.

Ditemui terpisah, AKP Rusli Muhtar, Kepala Bagian SUMDA Polres Sorong yang juga sekretaris penerimaan daerah Pra Bintara Noken Polri, membenarkan hal tersebut. Hanya saja, dia tidak bisa merinci berapa jumlah peserta yang gagal sesuai dengan penyebabnya.

“Untuk tes kesehatan ini, yang menilai adalah panitia di Polda Papua Barat. Hasil pemeriksaan yang telah kita lakukan, kita kirim ke Tim Dokkes Polda Papua Barat, dan mereka yang menilai hasilnya,” tandas Rusli.

34 para pemuda asli Papua yang lolos rikkes di Polres Sorong, selanjutnya diberangkatkan ke Polda Papua di Manokwari, untuk menjalani rikkes tahap 2, tes psikologi, pemeriksaan administrasi tahap 2 serta Penelusuran Mental dan Kepribadian (PMK). “Ada juga nanti tes berenang yang menjadi bagian dari rikkes,” kata Rusli. .

Memperbesar Penis Tanpa Daun Bungkus Papua

Daun Bungkus 3 Jari Asli Papua - Home | Facebook

Obat Kuat dengan Bawang Putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki manfaat yang tidak diduga yaitu dapat membuat stamina Anda ketika bercinta meningkat pesat. Penelitian telah membuktikan bahwa bawang putih dapat menyembuhkan disfungsi ereksi yang membuat Anda lemas saat bercinta.

Caranya, blender bawang putih lalu campur dengan kuning telur dan madu lalu diminum, maka Anda telah siap untuk memuaskan Istri menggunakan obat kuat alami ini.

Obat Kuat Tradisional menggunakan Jahe

Jahe sudah sering digunakan sebagai jamu tradisional untuk menyehatkan tubuh. Ternyata jahe juga bisa menjadi obat kuat yang aman dan manjur karena dapat membuat kemampuan stamina seksual yang luar biasa sehingga menjadi tahan lama saat di ranjang.

Cara membuatnya, jahe dihaluskan bersama temulawak, lempuyang, ketumbar, dan madu kemudian dimasak setelah itu diminum, maka Anda akan mendapatkan stamina yang jauh lebih Top dari biasanya saat di atas ranjang.

Obat Kuat Jeruk Purut

Buah yang digunakan sebagai pelengkap rasa pada masakan ini ternyata memiliki manfaat yang fantastis untuk vitalitas tubuh sehingga membuat Anda terhindar dari ejakulasi dini saat berhubungan intim dengan Istri.

Cara membuatnya, cukup campur jeruk purut dengan telur ayam kampung dan sedikit garam lalu diminum maka Anda akan mendapatkan stamina yang lebih dari biasanya dalam berhubungan intim.

Mengkonsumsi Obat Stamina/Obat Kuat Alami Buatan Sendiri untuk keperkasaan memang membutuhkan ketepatan dan waktu dalam membuatnya sehingga buat orang yang sibuk dengan aktifitasnya akan malas melakukannya.

Untuk itu Kami memiliki solusi manjur yang lebih cepat dan mudah dengan hasil yang pastinya terbukti membuat Pria menjadi maco saat berhubungan intim.