Cerita mengenai groupies memang tidak akan berhenti. Selama ada artis, penggemar, pengejar, karya dan idola, kejadian-kejadian di balik layar itu masih akan berjalan. Mungkin dicibir, tapi toh ada yang membutuhkan dan merelakan.

Fnomena groupies sudah bermunculan sejak era 60an. Banyak dari mereka yang malah akhirnya menjadi selebritas, meski  jauh lebih banyak yang sekadar jadi “teman tidur” anak-anak band.

Kutipan di awal tulisan, diucapkan oleh Connie Hamzy,  satu dari sekian banyak jumlah groupies yang memang gemar mendekati sosok pesohor dan menjalin hubungan dekat dengan mereka.

Reputasi Connie boleh dibilang cukup bersinar. Cewek kelahiran Arkansas, Amerika Serikat ini mengaku pernah dekat dengan para personil Van Halen, The Allman Brothers, Gene Simmons [KISS} hingga Willie Nelson. Menjadi “piala bergilir” (disetubuhi bergantian) oleh idolanya? Kenyatannya memang demikian.

Groupies sendiri secara umum bisa diartikan sebagai orang-orang yang secara seksual maupun emosional mencoba menjalin hubungan dengan figur-figur terkenal lain. Secara literal, groupies diambil dari kata group yang merujuk kepada grup musik.

Karena kebanyakan groupies memang memfokuskan incarannya kepada bintang-bintang musik. Meski, dalam arti luas, sebenarnya juga berlaku untuk pesohor di luar musik.

Groupies pernah menjadi gelombang besar sepanjang dekade 60-an hingga 80-an. Meski tidak memiliki hubungan secara signifikan dengan aspek-aspek musikal yang dilakukan sang bintang, namun groupies kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah musik. Menjadi sisi lain dari dunia selebritas yang hingga kini juga masih menarik untuk dibahas.

Aspek kedekatan dengan sang bintang yang cenderung seksual itulah yang membedakan groupies dengan fans atau penggemar. Jika fans hanya sebatas menyukai atau menggemari band dan lagu-lagunya serta cukup dengan hanya datang ke konser, maka groupies memiliki sifat obsesif yang selalu berusaha mencari cara untuk bisa mendekat kepada sang bintang hingga ke tingkat hubungan yang sedalam-dalamnya dan sedekat-dekatnya. Tak jarang, beberapa di antaranya bahkan bisa menikah dengan sang idola

Satu lagi yang membedakan fans dengan groupies adalah wilayah kefanatikan. Seorang fans biasanya fanatik dengan band atau penyanyi idolanya sehingga mereka hafal seluruh lagunya, selalu datang ke setiap konsernya  dan loyalitasnya terhadap sang idola tidak cepat luntur bahkan hingga bertahun-tahun.

Fakta bahwa sebagian penonton yang datang ke konser Metallica atau Guns N’ Roses di Jakarta adalah mereka yang berusia antara 30-40 tahun merupakan bukti bahwa seorang fans punya loyalitas yang mengikat terhadap band idolanya. Mereka yang kini berusia di atas 30 tahun tentu sudah mengenal dan menyukai dua band besar itu sejak mereka masih remaja pada dekade 80-90an. Hingga kini pun kesetiaan mereka terhadap idolanya tetap tidak luntur.

Groupies memiliki pemahaman yang berbeda tentang sang bintang. Karena orientasi mereka lebih bersifat seksual dan emosional dalam bentuk romantisme, maka kebanyakan groupies justru hampir tak peduli dengan karya-karya ataupun konser sang bintang.

Bisa jadi para groupies malah tak terlalu mengenal lagu-lagu sang bintang, kecuali satu atau dua hitsnya yang terkenal saja. Groupies juga cenderung kurang loyal dibandingkan dengan fans. Mereka bisa menjalin hubungan dengan banyak pesohor.

Mencari cara agar bisa sedekat mungkin dengan sang bintang adalah juga yang membedakan groupies dengan fans. Jika fans akan menghabiskan waktu sepanjang konser dengan menonton dan menikmati lagu-lagunya hingga selesai, maka groupies akan mencari cara agar bisa mendapat akses untuk dekat dengan band idola atau sang bintang.

Punya kecenderungan untuk selalu berada di backstage, membuntuti atau menunggu di hotel tempat inap sang bintang. Sebagian malah nekat mengendap-endap berusaha memasuki rumah pribadi sang bintang.

Groupies Tak Terbendung

Are Your Patients Groupies? - The Ortho Cosmos

Menurut beberapa sumber, ada yang bilang bahwa istilah groupie pertama kali muncul di novel The Company She Keeps karya Mary McCarthy yang terbit tahun 1965.

Di novel tersebut, McCarthy menggunakan istilah groupie untuk perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan beberapa musisi. Ada juga yang mengatakan bahwa istilah groupie pertama kali digunakan oleh bassist grup musik Rolling Stones, Bill Wyman, untuk merujuk pada sosok “perempuan yang ditemui saat sedang tur

Sebenarnya groupie lebih sering dikaitkan dengan imej negatif. Karena di awal kemunculannya, groupie selalu identik dengan sifat mereka yang mau melakukan apa saja demi idolanya.

Cara yang paling umum mereka lakukan adalah dengan melayani nafsu biologis dari sang idola. Apalagi dengan gaya hidup rock n’ roll yang terkesan bebas dan liar, groupie berkembang jadi salah satu elemen yang selalu identik dengan rock n’ roll.

Selain seks bebas, penggunaan obat-obatan terlarang juga jadi hal yang sulit dipisahkan dengan groupie. Di tahun 70-an, narkoba sangat lumrah digunakan oleh para musisi dengan dalih untuk sarana rekreasi atau proses kreatif.

Penggunaan narkoba sudah pasti berimbas juga pada orang-orang di sekitar mereka yang juga jadi terbawa dengan gaya hidup bebas. Saat diwawancarai ABC News, Chris Odell – groupie legendaris yang sempat mengikuti perjalanan The Beatles dan Rolling Stones – mengaku kalau penggunaan narkoba oleh para groupie memang sengaja dilakukan dengan tujuan “menyamakan frekuensi” mereka dengan kehidupan dan obrolan para musisi.

Citra negatif yang lekat dengan groupie tak berhenti sampai di situ. Ada beberapa kejadian saat  groupie bisa menghancurkan karier dari seorang musisi. Salah satu kejadian yang paling terkenal adalah hubungan antara groupie bernama Anita Pallenberg dengan gitaris Rolling Stone, Brian Jones, di akhir tahun 60-an.

Ternyata musisi berkencan dengan groupie gak cuma buat kesenangan batin mereka, tapi mereka juga bisa mendapatkan inspirasi agar bisa dibilang sambil menyelam minum air. Contohnya lagu berjudul “Sick Again” dari Led Zeppelin yang diciptakan gitaris mereka Jimmy Page setelah mendapat inspirasi dari groupie bernama Lori Maddox. Band KISS juga gak mau kalah, mereka bikin lagu berjudul “Plaster Caster” yang inspirasinya dari groupie bernama Cynthia Albritton.

Waktu personil band Nirvana masih berjumlah 4 orang, gitaris mereka yang bernama Jason mengencani salah satu groupie setelah mereka konser di Massachussetts. Nah disitu Jason ditegur oleh Kurt Cobain yang gak suka melihat anggota bandnya mengencani groupie, melihat ada perdebatan maka bergabunglah Krist Novoselic yang sepemikiran sama Kurt.

Menurut Kurt dan Krist, musisi yang memanfaatkan groupie untuk dikencani adalah hal yang rendahan, hal ini bukan berarti Kurt iri gara-gara gak punya groupie loh. Cerita ini ada di biografi Kurt Cobain berjudul “Heavier Than Heaven”.

Sudah eranya media sosial, untuk berkomunikasi sama siapa saja jadi lebih gampang. Termasuk komunikasi antara groupie dan musisi, cukup kirim pesan chat atau direct message maka sudah bisa berjanjian untuk bertemu tanpa harus menunggu waktu konser.

Tapi apa groupie masih eksis sampai sekarang? Jawabannya masih! Tapi mereka sudah banyak mengalami pergeseran, rockstar yang dulu banyak dipuja sudah bergeser ke popstar macam Justin Bieber, Zayn Malik, dan figur-figur yang kalau dilihat gak ada kharismanya sama sekali.

Pesta Seks para Groupies

10 Groupies Terseksi di Sejarah Musik Rock - Kapanlagi.com

Pada era 70-80an, slogan “sex drugs and rock n roll” mencapai puncak popularitasnya, dalam artian menjadi slogan yang memiliki banyak penganut dan diamini oleh sebagian besar band-band kondang pada masa itu.

Slogan yang konon dulunya berbunyi “wine, women and song” ini dianggap sebagai lambang hedonitas yang menjadi pola gaya hidup para musisi terkenal. Hal ini menjadi semacam pintu masuk bagi para groupies untuk mendekati idolanya. Groupies pun menjadi demikian exist karena mereka mendapat sambutan juga dari para musisi yang mereka incar.

Para musisi itu memang tak perlu jauh-jauh mencari sosok perempuan yang bisa mereka ajak berkencan. Para groupies ini selalu ada di dekat mereka, di dalam bus tur, di backstage, di hotel.

Terkadang bahkan ikut dalam tur dan bertingkah seperti seorang pacar dari anggota band, sampai-sampai muncul istilah “road wives” untuk keberadaan mereka. Salah satu contoh terkenal dari “road wives” adalah Nancy Spungen, yang kondang sebagai teman dekat Sid Vicious, bassist The Sex Pistols.

Gaya hidup hedonis para pop stars atau rock stars serta ambisi pribadi dari para groupies untuk bisa dekat dengan idolanya, membuat hubungan kedua pihak ini menjadi sebuah hubungan yang mutualisme. Rita Rae Roxx, seorang groupie -tapi konon tak pernah menyebut dirinya groupie- era 80an dalam bukunya Once Upon a Rock Star : Backstage Passes in the Heavy Metal Eighties. Big Hair, Bad Boys [and One Bad Girl], menuliskan bahwa tidak terlalu sulit untuk bisa akrab dengan para pemusik itu.

“Pada saat usiaku 18 tahun, aku sangat senang karena akhirnya Quiet Riot datang ke kotaku. Aku sangat ingin berkencan dengan Rudy Sarzo [bassist Quiet Riot saat itu]. Saat personil band yang lain tahun bahwa aku juga punya kokain, aku jadi sangat popular,” tutur perempuan asal Omaha, AS yang juga pernah berkencan dengan Paul Stanley dari KISS. Lengkap sudah slogan “sex, drugs and rock & roll” dirangkum dalam kalimat yang diucapkan oleh Roxx tersebut.

Meski sudah mulai muncul dan dikenal sejak dekade 60an, keberadaan groupies mendapat sorotan cukup besar pada dekade 80an seiring kemunculan MTV tahun 80an. Jaringan ini kerap menayangkan klip-klip band glamor yang memang tengah menapaki puncak popularitasnya pada dekade 80an.

Hampir semua band kondang pada masa itu selalu memiliki cerita tentang groupies. Beberapa klip yang dibuat oleh band-band itu juga memajang image dan kesan yang terhubung dengan perempuan yang seksi. Lihat saja klip ‘Cherry Pie’ milik Warrant atau ‘Girls, Girls, Girls’ milik Motley Crue. Dari judulnya saja, dua klip itu sudah sangat berkonotasi dengan perempuan.

Beberapa artwork album juga memajang foto atau gambar perempuan, seolah menegaskan bahwa figur hawa merupakan bagian tak terpisahkan dari keglamoran band-band tersebut. Tengok artwork dua album awal Ratt Out Of The Cellar [1984] dan Invasion Of Your Privacy [1985]. Pada akhir dekade 80an dan awal 90an masih ada Slaughter dan Firehouse.

Dua band ini debut albumnya sama-sama memajang sosok perempuan. Entah ada hubungannya atau tidak, yang jelas debut album mereka juga sama-sama laris hingga jutaan keping dan membuat nama mereka sempat berkibar di awal 90an.

Groupies juga tak jarang menjadi subyek yang muncul dalam karya-karya para musisi. Sebutlah Connie Hamzy yang namanya disebut-sebut dalam lagu ‘We’re American Band’ milik Grand Funk Railroad. Lagu ‘Go Down’ milik AC/DC konon merupakan cerita tentang Ruby Lips, seorang groupie yang dikenal oleh band asal Australia itu.

Lagu ‘Livin Lovin’ Maid’ dari Led Zeppelin juga sebuah lagu tentang groupies. Memasuki era 90an, Red Hot Chili Peppers membuat lagu ‘One Hot Minute’ yang oleh banyak orang dianggap sebagai lagu yang bercerita tentang hubungan para personil RHCP dengan para groupies.

Para Groupies yang menjadi Artis

Che 'Cupumanik': Ketika Musisi Lokal Buka-Bukaan Soal Groupies |  SuperMusic.ID

Kalau di kancah punk rock, ada satu sosok groupie yang lumayan fenomenal nama dan kiprah yang ia torehkan di sejarah musik tersebut. Dia adalah Nancy Spungen.

Mungkin buat kamu yang sudah familiar dengan sejarah dan mitos seputar band punk asal Inggris, Sex Pistols, enggak asing sama sosok Nancy. Dia adalah pacar bassist kedua dan sekaligus ikon Sex Pistols sendiri, Sid Vicious.

Ada alasan spesifik kenapa Nancy Spungen bisa dilabeli sebagai groupie punk rock yang fenomenal. Pasalnya, dia adalah salah satu faktor dari kehancuran Sex Pistols sampai bubarnya mereka di tahun 1978. Menurut legenda, Nancy-lah yang membawa Sid semakin terjerumus ke dalam lubang narkoba yang mempengaruhi perilaku liarnya di atas dan bawah panggung.

Perilaku tersebut mungkin sampai saat ini diglorifikasi sebagai punk attitude yang mengobarkan bendera kebebasan berekspresi dan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan konsekuensinya. Maklum, Sid Vicious memang terkenal karena perilakunya yang sembrono dan ternyata kelakuannya itu memang dipengaruhi obat-obatan.

Selain Nancy, masih banyak lagi para groupies yang kemudian menjadi seroang artis. Sebut saja Pamela Anderson. Ia ternyata juga seorang groupies yang telah mengencani musisi sepertiBret Michaels (Poison), Kid Rock, Fred Durst (Limp Bizkit), Mark McGarath (Sugar Ray). Ketenarannya di Playboy Playmate dan Baywatch dijadikan perangsang agar para rockstar ini terpikat.

Bahkan pentolan Motley Crue, Vince Neil dan Tommy Lee juga dikencaninya sekaligus. Namun dia memperoleh kesuksesan besar hingga akhirnya dijadikan istri oleh Tommy.

Meski menolak dengan istilah gropies namun Bebe Buell menjadi seoarang diva bagi para rockstar ini. Di berhasil mengencani parapesohor seperti David Cassidy, Mick Jagger (The Rolling Stones), Todd Rundgren, David Bowie, Jimmy Page (Led Zeppelin), Rod Stewart, Steven Tyler (Aerosmith) dan masih banyak lagi.

Bebe juga seorang model di Playboy’s Playmate untuk bulan November 1974. Bebe juga dikenal sebagai ibu dari Liv Tyler. Kecantikan Bebe membuat para rockstar ini tergila-gila wajar saja dia memiliki wajah dan tubuh ala model.

Perkenalannya dengan para rockstar berawal saat dia bertemu dengan Captain Beefheart (Don Van Vliet) yang akhirnya memperkenalkan dengan Frank Zappa. Dari sini perjalanan Des Barres menjadi seorang groupies dimulai

Bahkan oleh Zappa, dia dimasukan menjadi salah satu anggota GTO (Girls Together Outrageously) sebuah kelompok groupies bentukan Zappa. Dalam buku Im With The Band, tertulsi jurnal di mana Des Barres melewati tahunnya yang penuh liar dan kegilaan. Dia juga sukses mengencani musisi terkenal seperti Jim Morrison, Mick Jagger, Jimmy Page, Keith Moon dan banyak lagi.

Jimi Hendrix menyanjung wanita ini, bahkan dituangkan ke dalam sebuah lagu berjudul Dolly Dagger. Yup lagu ini menceritakan sosok Devon Wilson yang dulu sangat dekat dengan Jimi.

Namun Devon enggan menaruh hatinya kepada satu pria saja dan dia mengencani sejumlah bintang. Mick Jagger, Brian Jones, Eric Clapton, Jim Morrison dan Duane Allman dari The Allman Brothers adalah para pria yang berhasil ditakhlukannya. Devon meninggal sebulan setelah kematian Jimi akibat terpeleset dan jatuh dari atap di Hotel Chelsea.

Nama Bobbie Brown dikenal sebagai groupies di kalangan rockstar dibandingkan di bidangnya yaitu akting dan model. Mantan Miss Louisiana Teen USA 1987 ini sebelumnya berpacaran dengan Matthew Nelson, yang akhirnya dicampakkan setelah dia membintangi klip Cherry Pie milik Warrant dan menikah dengan Jani Lane salah satu personel band tersebut.

Bersama Jani Lane, Bobbie mempunyai seoarang anak, namun pernikahannya kandas dan bercerai dua tahun kemudian. Selain Jani Lane, Bobbie Brown juga pernah berkencan dengan Mark McGrath, Jay Gordon (Orgy), Stevie Rachelle (Tuft) dan Tommy Lee (Motley Crue)

Kehidupan Connie Hamzy benar-benar liar. Dia mengencani bukan hanya salah satu personel saja, namun semua band, salah satunya adalah Van Halen yang ia kencani semua.

Ketenaran Connie dijadikan lagu oleh Grand Funk Railroad dalam We’re An American Band dengan lirik Sweet, sweet Connie, doin’ her act / She had the whole show and that’s a natural fact. Dia sempat menulisan petualangan cintanya di Penthouse pada tahun 1992.

Perkenalannya dengan dunia musik rock Inggris berawal saat dia bekerja di Apple Records. Wanita ini tak asing lagi bagi para personel The Beatles.

Meski memiliki hubungan khusus dengan Paul McCartney dan George Harrison, namun dia hanya bercinta dengan Ringo Starr. O’Dell juga pernah menjalin hubungan dengan Mick Jagger saat dia bekerja dengan The Rolling Stones, hingga akhirnya bersama Bob Dylan setelah pernikahan dengan Sara kandas.