Keberadaan payudara merupakan salah satu keistimewaan dari tubuh wanita. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia, sering kali bagian tubuh ini tidak lagi seindah dulu. Kondisi ini membuat sebagian wanita melakukan implan payudara untuk memperbaiki penampilan.

Secara umum, ada dua alasan kenapa operasi implan payudara dilakukan, yaitu alasan rekonstruksi dan kosmetik. Rekonstruksi payudara biasanya dilakukan setelah pengangkatan payudara karena suatu penyakit, misalnya kanker payudara. Sedangkan implan payudara karena alasan kosmetik, umumnya bertujuan untuk memperbaiki penampilan, melalui pembesaran atau pengencangan payudara.

Informasi yang dihimpun Edisi Bonanza88, Implantasi payudara itu sendiri adalah proses dimana peralatan medis yang dibuat untuk menggantikan struktur dan fungsi bagian payudara dengan jalan operasi bedah plastik (estetika). Ada dua jenis implant payudara. Pertama ada Implan saline. Implan saline adalah implan payudara dengan bagian luar berupa silikon yang berisi cairan saline khusus.

Implan ini mengandung air garam yang steril. Keunggulannya implan saline ini adalah sayatan yang dibutuhkan untuk memasukkan implan saline lebih kecil dibanding jika menggunakan implan yang sebelumnya telah diisi silikon.

Keunggulan lain dari implan saline yakni cenderung lebih aman jika terjadi kebocoran pada implan. Di sisi lain, sebagian besar ahli bedah percaya bahwa jika implan saline bocor maka cairannya bias diserap oleh tubuh akan tetapi tidak membahayakan bagi tubuh.

Kedua, Implan silikon merupakan implan payudara dengan bagian luar maupun gel pengisinya merupakan silicon. Keunggulan penggunaan implan silikon adalah karena terasa dan tampak lebih alami dibandingkan bila menggunakan implan saline. Dahulu, penggunaan implan silikon sempat dilarang oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) karena tingginya laporan kebocoran gel silikon.

Namun, risiko tersebut telah diminimalkan pada penggunaan implan silikon terbaru. Implan silikon yang kini digunakan memiliki angka kejadian ruptur dan kontraktur pada implan yang rendah. Kini, implan silikon dinyatakan aman dan mudah untuk digunakan.

Sejarah Implan Payudara

10 Efek Samping Yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Operasi  Plastik Pembesaran Payudara - Womantalk

Implan payudara berbahan silikon, pertama kali ternyata dipasangkan secara sukses pada tahun 1962, di Houston, Amerika Serikat (AS). Penerimanya adalah seorang perempuan yang dikenal suka bergaul, bahkan cenderung terkenal “cukup nakal” di lingkungannya, bernama Timmie Jean Lindsey.

Kini, Lindsey yang sudah berusia 80 tahun, masih hidup dan tidak mengalami masalah luar biasa dengan “dada palsu”-nya. Kepada BBC News Magazine, ia pun menceritakan kisahnya, serta apa yang ia ingat saat itu dan rasakan saat ini. Berikut di antara garis besar ceritanya:

Operasi yang dijalani Lindsey itu, dilakukan di rumah sakit (RS) Jefferson Davis di Houston, pada 1962, sesuatu yang kemudian memberi peninggalan nama spesial bagi rumah sakit tersebut sebagai pionir implan payudara. Awalnya, Lindsey sebenarnya ke RS tersebut untuk membuang tato yang ada di payudaranya, bergambar mawar dan anggur.

Berdasarkan kenangan Lindsey, dia yang saat itu sudah menjadi ibu dari enam anak, kemudian diminta oleh para dokter untuk bersedia menjadi sukarelawan pemasangan implan payudara silikon. Namun, yang terpikir olehnya waktu itu justru ingin memperkecil telinganya (melalui operasi). “Telingaku besar sekali seperti Dumbo (sosok gajah di komik),” ujarnya.

Sesuai keinginan sang perempuan, dokter pun setuju untuk membenahi telinga Lindsey, asalkan dia bersedia dioperasi payudaranya dalam beberapa jam ke depan. Lindsey pun akhirnya setuju, hingga berikutnya ia sudah mendapati payudara yang sebelumnya berukuran B-cup sudah menjadi berukuran C.

“Saya pikir (waktu itu), kelihatannya sempurna… Keduanya (payudara itu) terasa lembut, dan persis seperti payudara biasa,” komentar Lindsey. Dan nyatanya, menurut pengakuan sang perempuan pula, banyak laki-laki di jalanan pun kemudian “sependapat” dengan penilaian sempurna itu, dengan kerap kali ber-suit-suit padanya kala melintas.

Lindsey sendiri tidak memberitahukan perihal operasi atau pemasangan implan payudara itu kepada sebagian besar teman maupun saudaranya, selama berpuluh-puluh tahun. Ini menjadikan banyak kerabat kemudian hanya berpikir sesuai kesimpulan sendiri, terkait payudaranya yang lantas kelihatan mulai montok itu.

Lalu, bagaimana kini, 50 tahun setelah itu? Lindsey yang tetap tampil menarik, hanya mengakui bahwa payudaranya kini terasa sedikit “kedodoran” ketimbang yang ia bayangkan. Namun ia tampak tak menyesal, dan justru bangga. “Rasanya keren juga, mengetahui bahwa saya adalah yang pertama (menerima implan payudara),” ujarnya.

Silikon sebagai Bahan Impan Payudara

Bahaya di balik implan payudara silikon

Silikon adalah plastik sintesis atau polimer yang mulai dikembangkan pada tahun 1930. Silikon terbuat dari logam yang subtansinya ditemukan dari dalam bumi yang dicampur dengan oksigen dalam bentuk silika seperti pasir pantai, kristal, dan kuarsa. Silika yang tercampur dengan karbon maka akan membentuk silikon.

Silikon merupakan polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, sert tidak dapat menghantarkan listrik.8 Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor atom 14.

Senyawa yang dibentuk bersifat paramagnetik, unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Silikon merupakan unsur tealoid tetravalensi, bersifat lebih tidak reaktif dari pada karbon (unsur nonlogam yang tepat berada di atasnya pada tabel periodik, tetapi lebih reaktif dari pada germanium, metaloid yang berada persis di bawahnya pada tabel periodik.

Pada tahun 1940 cairan silikon mulai digunakan oleh para dokter sebagai terebosan kecantikan bagi wanita dengan cara menyuntikan cairan silikon ke dalam tubuh manusia seperti wajah yang mampu menghaluskan keriput maupun untuk memperbesar payudara. Akan tetapi menyuntikkan silikon ke dalam tubuh manusia memiliki efek yang sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan seseorang tersebut meninggal dunia.

Kontroversi mengenai sifat-sifat silikon bermula sejak penemuannya. Silikon petama kali dibuat dalam bentuk murninya pada tahun 1824 dengan nama silisium (dari kata bahasa Latin: Silicis), dengan akhiran-ium yang berarti logam. Meski begitu, pada tahun 1831, namanya diganti menjadi silikon karena sifat-sifat fisiknya lebih mirip dengan karbon dan boron. silikon merupakan unsur yang paling umum di atas permukaan bumi.

Silikon paling banyak terdistribusi pada debu, pasir, planetoid dan planet dalam berbagai bentuk seperti silikon dioksida atau silikat, menjadikan silikon sebagai unsur kedua paling melimpah dikerak bumi (sekitar 28% massa) setelah oksigen.

Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikon. Silikon dalam bentuk mineral dikenal pula sebagai zat kersik. Sebagian besar silikon digunakan secara komersial tanpa dipisahkan, terkadang dengan sedikit pemprosesan dari senyawanya di alam.

Contohnya adalah pemakaian langsung batuan, pasir silika, dan tanah liat dalam pembangunan gedung. Silika juga terdapat pada keramik. Banyak senyawa silikon modern seperti silikon karbida yang dipakai dalam pembuatan keramik berdaya tahan tinggi. Silikon juga dipakai sebagai monomer dalam pembuatan polimer sintetik silikon.

Efek Implan Payudara bagi Puting dan Kesehatan

8 Bahaya mengerikan dari implan payudara, sudah tahu? | merdeka.com

Bintang reality show Timur Tengah, Anna Vakili, mengalami mati rasa pada payudara setelah prosedur implan payudara yang dilakoninya. Kini, dia bahkan bakal kembali menjani operasi pengangkatan implan.

Anna menjalani prosedur implan payudara pertamanya saat masih berusia 23 tahun. Prosedur itu dijalaninya agar bisa tampil lebih seksi.

Namun, lambat laun Anna mengalami mati rasa pada payudaranya setelah prosedur dilakukan. Kini, saat usianya menginjak 30 tahun, Anna menyesal atas prosedur implan payudara yang dijalaninya.

“Payudara saya biasanya sangat sensitif, tapi sekarang mereka benar-benar mati rasa,” kata Anna, mengutip Metro UK.

“Saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Kala itu, saya masih sangat muda. Saya mungkin tidak membaca efek samping dengan benar dan hanya menandatangani selembar kertas.”

Prosedur seperti implan payudara memang diketahui sebagai salah satu penyebab mati rasa pada payudara. Mengutip Healthline, mati rasa umumnya menunjukkan adanya masalah pada fungsi saraf yang terletak di sekitar payudara.

Dalam beberapa kasus, pembedahan pada payudara dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan mati rasa, kesemutan, serta nyeri.

Pada prosedur mastektomi, 30 persen pasien mengalami sindrom nyeri pasca-operasi yang dapat bermanifestasi sebagai mati rasa atau gatal.

Selain itu, mati rasa pada payudara juga disebut bisa jadi pertanda implan payudara silikon yang pecah. Selain mati rasa, implan yang pecah juga ditandai beberapa gejala lain seperti ukuran payudara yang menurun, payudara tampak tak rata, dan simpul keras yang bisa dirasakan di payudara.

Mengutip laman Marin Aesthetics, sekitar 5 persen wanita yang menjalani prosedur pembesaran payudara akan mengalami mati rasa pada puting secara permanen setelah operasi. Pada persentase yang lebih besar, pasien hanya akan mengalami mati rasa beberapa bulan setelah operasi.

Untuk sebagian besar kasus, mati rasa pada payudara akan membalik dalam satu tahun setelah prosedur. Namun, regenerasi saraf total bisa memakan waktu hingga dua tahun, tergantung pada kondisi masing-masing individu.

Payudara yang mati rasa terjadi saat saraf meregang. Mati rasa yang berlangsung lebih dari 18 bulan hingga 2 tahun biasanya bakal bersifat permanen. Pada kasus ini, implan kemungkinan menyebabkan kerusakan permanen pada saraf sensorik di sekitar payudara.

Perlu diketahui, pemasangan implan memang dapat meregangkan saraf dan menimbulkan gangguan pada suplai darah ke saraf.

Beberapa orang lebih berisiko mengalami mati rasa akibar prosedur implan payudara seperti wanita yang berusia lebih tua, merokok, dan memiliki kondisi kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Ada juga kasus Seorang wanita asal Salford, Inggris memiliki lubang di payudaranya setelah melakukan operasi di Turki. Wanita bernama Cherrise Massay yang berprofesi sebagai ahli kecantikan ini melakukan operasi pembesaran payudara di klinik yang direkomendasikan temannya.

“Saya meneliti klinik tersebut dan melihat hasil yang luar biasa, karena empat teman saya melakukan operasi di sana. Semuanya terlihat aman dan saya tidak sabar untuk menyingkirkan payudara kendor ini karena menyusui,” jelas Cherrise yang dikutip dari Metro.

Namun, ibu dari dua anak ini merasa tidak enak badan pasca operasi. Ia mengaku butuh waktu dua hari untuk menyadari bahwa ada yang salah dengan tubuhnya saat itu. Akhirnya ia dilarikan ke bagian perawatan intensif untuk melakukan transfusi darah, tetapi bagian puting payudaranya terus berdarah.

“Payudaraku terlihat bagus, tetapi puting saya terus berdarah. Mereka terus memasang plester di atasnya untuk menutupi pendarahannya, tapi menurut mereka ini pendarahan normal,” jelasnya.

Seminggu kemudian, Cherrise kembali ke Inggris dan segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan payudaranya dan ia didiagnosis mengalami nekrosis atau kematian sel di jaringan hidup. Tetapi, dokter mengatakan pendarahan yang dialaminya itu adalah pertanda baik dan menandakan bahwa jaringan di payudaranya tidak mati total.

“Saya harus pergi setiap hari untuk mengganti perban dan itu berubah menjadi lebih buruk. Saat di Turki, puting saya berwarna ungu dan mereka menyebut itu memar,” katanya.

“Tetapi setelah beberapa minggu kemudian, warnanya berubah menjadi hitam pekat. Sampai akhirnya pada 21 September, puting saya benar-benar lepas. Saya jatuh ke lantai saat melihatnya terkelupas dengan perban, saya sangat malu,” lanjut Cherrise.

Cherrise melihat lubang menganga di payudaranya yang mengeluarkan bau tak sedap. Ia mengatakan baunya mirip seperti mayat karena dagingnya yang membusuk dan rasa perih di seluruh bagian payudaranya.

Wanita berusia 23 tahun ini merasa sangat menyesal, dan bahkan klinik tempatnya operasi di Turki tidak peduli akan keadaannya. Dokter mengatakan untuk mengatasinya, implan payudara miliknya harus dikeluarkan.