Nama Andre Onana memang sudah dikenal oleh pecinta sepak bola modern sejak beberapa musim terakhir. Bahkan, penjaga gawang berkebangsaan Kamerun tersebut dainggap sebagai salah satu kiper terbaik di pentas Eropa. Mengingat, dirinya sudah mendapatkan tempat utama di bawah mistar Ajax Amsterdam, meski usianya masih terbilang muda.

Karier Onana lebih dulu diawali bersama Barcelona. Dirinya tampil cukup gemilang di tim usia muda La Blaugrana, termasuk pada ajang UEFA Youth League 2014/15 lalu. Dalam turnamen tersebut, Onana tampil sebanyak enam kali dan berhasil mencatatkan clean sheets dua kali. Terhitung, ia kebobolan tujuh kali dalam enam kesempatan itu.

Melihat penampilan Onana yang cukup gemilang, manajemen Ajax pun akhirnya membajak sang penjaga gawang pada musim 2014/15. Ia lebih dulu memainkan peran di tim U-21 Ajax sepanjang sisa musim tersebut. Jika dihitung secara keseluruhan, Onana kebobolan 23 kali dari 13 penampilannya di Jupiler League. Ia hanya mampu meraih satu kali clean sheets.

Pada musim selanjutnya di Jupiler League, Onana kembali menjadi pilihan utama di skuat Ajax U-21. Dirinya mendapatkan kesempatan bermain 24 kali di ajang tersebut. Sayangnya, jumlah kebobolan Onana sangat banyak, yakni 41 kali. Sementara itu, kiper berusia 25 tahun tersebut hanya berhasil mencatatkan tiga kali clean sheets.

Situasi ini mungkin menjadi alasan mengapa Onana tak lagi mendapatkan banyak kesempatan bermain di tim U-21 Ajax dalam ajang Jupiler League musim berikutnya. Pada 2016/17, Onana hanya tampil sebanyak dua kali bersama Ajax U-21 dengan jumlah kebobolan dua kali. Namun hal itu bukan menjadi faktor yang membuat Onana tak mendapatkan tempatnya lagi di tim U-21.

Alasan yang membuatnya tak lagi terpakai di tim U-21, karena Onana dipromosikan ke tim senior. Pada musim tersebut, ia langsung diberikan kesempatan tampil sebanyak 32 kali di ajang Eredivisie (kasta teratas Liga Belanda). Penampilannya pun terbilang cukup gemilang. Pasalnya, ia mampu mencatatkan 15 kali clean sheets dan hanya kebobolan 20 kali.

Pada ajang Liga Europa, Onana juga menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax. Dalam turnamen kasta kedua di pentas Eropa tersebut, sang kiper mampu mencatatkan clean sheets sebanyak enam kali dan kebobolan sebanyak 16 kali dari 14 pertandingan. Onana berhasil membantu Ajax ke partai final, meski sayangnya mereka tumbang di tangan Manchester United.

Banyaknya menit bermain yang ia dapatkan, membuat penampilan Onana semakin matang dan  percaya diri. Dia kembali dipercaya untuk mengemban tugas di bawah mistar gawang Ajax dalam beberapa musim berikutnya. Dirinya bahkan berhasil membantu Ajax melaju ke babak semifinal Liga Champions 2018/19 lalu. Sayangnya, langkah Ajax untuk menembus partai puncak harus terhalang usai dikalahkan Tottenham Hotspur.

Sampai saat ini, nama Onana tetap menjadi yang pertama di skuat Ajax. Pada musim 2020/21 ini, penampilannya di bawah mistar gawang semakin gemilang. Bagaimana tidak, dalam 20 pertandingan Eredivisie, Onana berhasil mencatatkan 9 kali clean sheets dan hanya kebobolan 15 kali. Ia menjadikan Ajax sebagai tim yang paling sedikit kebobolan sepanjang musim ini (21).

Berkat penampilannya yang fantastis, Onana pun berhasil merengkuh gelar juara sebanyak empat kali bersama Ajax. Empat trofi itu adalah Liga Belanda atau Eredivisie (2018/19), KNVB Cup (2018/19 dan 2020/21), serta Johan Cruyff Shield (2019). Jumlah trofi itu bisa sama bertambah, mengingat saat ini Ajax masih berada di puncak klasemen sementara Eredivisie.

Tak hanya trofi bersama tim, Onana juga menyabet beberapa penghargaan individu sepanjang kariernya sebagai penjaga gawang profesional. Menurut data yang dihimpun Bonanza88 dari berbagai sumber, Onana berhasil menorehkan 7 penghargaan individu: Cameroonian footballer of the year (2018), Best African Goalkeeper (2018), Eredivisie Team of the Year (2018/19), Yashin Trophy (2019), CAF Team of the Year (2019, 2020), IFFHS CAF Men Team of The Year (2020)

Penampilannya yang sangat bersinar ini pun sempat membuat beberapa klub top Eropa tertarik untuk mendapatkan tanda tangannya. Salah satu klub papan atas Eropa yang mungkin serius mendatangkan Onana adalah Chelsea. Mengingat, tim berjuluk The Blues tersebut memang sedang mencari penjaga gawang untuk menggantikan peran Kepa Arrizabalaga.

Akan tetapi, transfer itu tak terwujud. Onana pun sampai saat ini masih menjalani kontrak bersama Ajax. Sedangkan Chelsea justru mendatangkan kiper Ligue 1 Prancis Stade Rennais, Edouard Mendy. Transfer itu pun membuat Mendy menjadi satu-satunya penjaga gawang asal Afrika yang tampil di Liga Primer Inggris.

Cerita Onana Pakai Sarung Tangan dari Depok

Cerita Kiper Ajax Yang Pernah Pakai Sarung Tangan dari Mall Depok -  Bolalob.com

Mungkin sebagian dari kalian akan sedikit terkejut mendengar subjudul kami di atas. Ya, Anda tidak salah baca. Kiper kelas atas di Eropa tersebut memang pernah menggunakan sarung tangan dari Depok. Mengapa bisa begitu? Berikut penulis Bonanza88 akan mencoba untuk menceritakan secara singkat kisah Onana dengan sarung tangan asal Depok-nya.

Cerita itu berawal dari sang kakak bernama Nnana Onana, yang merupakan mantan pemain klub Liga Indonesia Persikad Depok. Sekedar informasi tambahan, Nnana Onana memperkuat tim kasta bawah Liga Indonesia itu pada pertengahan tahun 2000-an silam. Persikad Depok sendiri adalah klub pertama Nnana Onana di tanah air.

Penampilannya bersama Persikad Depok pun terbilang cukup gemilang. Bagaimana tidak, Nnana Onana berhasil membantu tim berjuluk Serigala Margonda tersebut meraih status runner up pada kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2007 silam. Posisi itu pun membuat Persikad Depok berhak mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola tanah air.

Dirinya tak bertahan selamanya di tim yang juga dijuluki Pendekar Ciliwung tersebut. Pemain berkebangsaan Kamerun tersebut juga sempat mencicipi karier bersama PSPS Pekanbaru (sekarang berganti nama menjadi PSPSI Riau). Pada tahun 2014 lalu, Nnana Onana juga diketahui sempat memperkuat Persis Solo.

Hasil jerih payah Nnana Onana selama berkarier di sepak bola Indonesia ini nyatanya dikabarkan untuk mendukung karier Andre Onana di klub Eropa. Kabar itu muncul dari pemain yang saat itu masih bermain untuk PS Tira (tahun 2019), Zoubairou Garba. Dirinya diketahui memiliki kedekatan dengan Nnana Onana.

Hal itu memang terbilang sangat wajar, mengingat Zoubairou Garba dan Nnana Onana merupakan pemain yang sama-sama berasal dari Kamerun. Situasi ini pun membuat Zoubairou Garba setidaknya tahu bagaimana kehidupan keluarga Nnana Onana di luar lapangan. Ia mengaku cukup mengetahui latar belakang dan kedekatan Nnana Onana dengan Andre Onana.

Awalnya, tak banyak orang yang menanggapi kabar tersebut. Karena informasi yang dberikan Zoubairou Garba masih belum dianggap valid, terlebih ketika dirinya sudah tak lagi berhubungan dengan Nnana Onana. Akan tetapi, kabar tali persaudaraan antara Nnana Onana dengan Andre Onana ini kembali dikupas oleh akun Instagram superdepokcyber.

Akun media sosial yang cukup fokus pada perkembangan sepak bola Kota Depok itu memposting foto Nnana Onana dengan Andre Onana. Bahkan, seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari admin dari superdepokcyber telah mendapatkan konfirmasi secara langsung oleh Nnana Onana tentang adanya darah persaudaraannya dengan kiper Ajax.

Admin superdepokcyber menyebarluaskan percakapan mereka dengan Nnana Onana. Secara garis besar, dalam percakapan online tersebut, Nnana Onana membenarkan bahwa Andre Onana adalah adik kandungnya. Nnana Onana juga menjelaskan bahwa dirinya memberikan dukungan penuh kepada sang adik untuk menjadi pesepakbola profesional.

“Iya benar (Andre Onana) adik kandung saya. Waktu saya masih main di Depok dia masih kecil jadi aku dorong dia terus, biar dia bisa main sepak bola,” ujar Nnana Onana beberapa waktu lalu.

Tak sampai di situ, dalam obrola tersebut Nnana Onana juga mengaku sering kali membelikan peralatan penjaga gawang di pusat perbelanjaan yang ada di daerah Margonda, Depok. Salah satu peralatan tersebut adalah sarung tangan kiper. Ini pun menjadi bentuk dukungan Nnana Onana dalam karier sang adik.

“Aku sering beli sarung tangan, sepatu, baju di Mall Depok (sekarang Dmall). Kalau pulang kampung aku kasih supaya dia main, itulah sampai masuk ke Barcelona,” ucap Nnana menambahkan.

Nnana Onana sendiri memang sangat peduli dengan karier sang adik. Itu terbukti ketika dirinya selalu memberikan bimbingan dan arahan kepada Andre Onana dalam urusan sepak bola. Keduanya diketahui saling bertukar pikiran untuk menyongsong masa depan dalam karier sepak bola profesionalnya.

“Terus aku terus ikut sama agen-agennya sama ketua di sana itu tetap (komunikasi). Waktu saya di Solo pun tetap dorong (Andre Onana) sampai sekarang masih mendukung dan kasih masukan,” sambung Nnana menambahkan.

Lebih lanjut, Nnana Onana juga menceritakan karier sang adik ketika masih berjuang di tim muda Barcelona. Sayangnya, Andrea Onana juga harus bersaing dengan kiper Timnas Kamerun junior lainnya, Fabrice Ondoa. Kala itu, Ondoa lebih sering diberikan kepercayaan untuk bermain sebagai starter.

Pakai Sarung Tangan Asli Mall Depok !! Andre Onana Kiper Ajax Bawa Ke  Semifinal UEFA Champions 2019 - YouTube

Bahkan ketika pertandingan persahabatan melawan Timnas Indonesia U-19 pada 24 September 2014 lalu, Barcelona B tidak menurunkan Andrea Onana sebagai starter. Sang pelatih saat itu tetap mempercayakan posisi utama kepada Fabrice Ondoa. Sekedar informasi tambahan, kala itu Barcelona B berhasil menumbangkan Tim Garuda Muda dengan skor telak 6-0.

Mungkin situasi itu yang akhirnya membuat Andre Onana memilih untuk pergi dari Barcelona dan menerima pinangan Ajax pada tahun 2015 lalu. Kendati demikian, Nnana Onana tetap percaya bahwa sang adik bisa berkembang pesat dan menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di dunia.

“Saya yakin Andre akan jadi pemain yang lebih besar dari saya dan adik saya,” tutur Nnana Onana kala itu. Ucapan sang kakak ini pun akhirnya sedikit terbukti. Hal itu dikarenakan Barcelona juga sempat mencoba untuk menggoda Andre Onana untuk kembali ke Cmap Nou.

Nnana Onana memang kerap kali memberikan tanggapan terkait isu transfer Andre Onana beberapa waktu lalu. Nnana Onana menjelaskan bahwa Chelsea dan Barcelona adalah tim yang paling serius mendatangkan sang adik.

“Chelsea lebih serius mendatangkan Andre. Namun, Barcelona juga ngotot ingin memulangkan Andre ke rumah (Camp Nou). Yang jelas, dirinya bakal keluar dari Ajax di bursa transfer musim panas mendatang,” ujar Nnana sebelum jendela transfer musim 2020/21 ditutup.

Pembanaran bahwa persaudaraan antara Nnana Onana dengan Andrea Onana juga dibenarkan oleh salah satu agen pemain asal Kamerun, Amogou Mathieu. Sang agen mengaku bahwa dirinya mengenal sosok Nnana Onana, dan bersedia untuk menceritakan kisah persaudaraannya dengan penjaga gawang Ajax.

“Saya kenal dekat dengan Nnana Onana, ya walau sudah lama tak bertemu. Dia pulang ke Kamerun setelah selesai berkarier di Indonesia. Bahasa kami sama, kota kami juga sama, yakni Yaounde,” tutur Amogou Mathieu.

“Ya benar dia adalah kakak kandungnya. Nnana Onana yang membiayai dia ke Eropa saat dia masih bermain di sini (Indonesia). Dia yang bantu, biasa kan membantu keluarganya sendiri. Dia yang membiayai ke sana ke Eropa, dia yang selalu support Andre Onana,” kata Amogou Mathieu, dikutip Bonanza88 dari detikSport.

Lebih lanjut, Amogou Mathieu juga menceritakan sedikit perjalanan awal Andre Onana sebelum akhirnya bergabung dengan klub-klub top Eropa. Ia menjelaskan bahwa Andre Onana memulai karier kipernya di akademi milik legenda sepak bola Kamerun, yakni Samuel Eto’o Academy.

Penampilannya di akademi itu membuat pencari bakat La Blaugrana kepincut dan merekrutnya pada tahun 2010 silam. “Dia dari akademi Barcelona itu dibantu Samuel Eto’o. Di Barcelona dia juga dibantu (Eto’o),” tutur Amogou Mathieu.