Mak Erot, seorang perempuan asal Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang memiliki kemampuan khusus memperbesar ukuran kelamin. Mak Erot meninggal Juli 2008 diyakini di usia 130 tahun.

Pengobatan tradisional alat vital sudah dilakukan Mak Erot sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1945. Berbeda dengan pengobatan lain, pengobatan ala Mak Erot adalah murni tradisional.

Konon, setelah mendapat ilmu, Mak Erot dimintai tolong oleh seorang tentara Jepang yang mengalami disfungsi alat seksual. Dengan sentuhannya, Mak Erot berhasil menyembuhkan tentara Jepang itu. Inilah awal mula namanya semakin dikenal.

Dari data yang dihimpun Edisi Bonanza88, pada masanya, tak mudah untuk bertemu dengan Mak Erot. Selain karena tempat tinggal yang sulit dijangkau, banyak yang mengaku sebagai “Mak Erot” sehingga sulit menemukan yang asli.

Syaefulloh adalah salah satu yang mengaku menjadi pewaris ilmu terapi itu. Cucu Mak Erot ini mengisahkan bagaimana Mak Erot mendapat kemampuan mengubah ukuran alat vital pria setelah mendapat ilham. Dia didatangi orang-orang berpakaian serba putih dan menyuruhnya “membangkitkan yang sudah mati”.

“Ilmu ini akan membangkitkan yang sudah mati, dan meninggikan yang pendek,” kata H. Syaefulloh. Meski banyak yang ragu, pengobatan alternatif untuk memperpanjang kemaluan laki-laki tetap laris.

Untuk menelusuri tempat dulu Mak Erot biasa membuka praktik di Kampung Cigadog, RT 05 RW 07 Desa Caringin, Kecamatan Cisolok. Sepanjang perjalanan menuju lokasi terlihat spanduk kecil yang menunjukan arah jalan menuju lokasi Mak Erot, namun bisa dipastikan lokasi tersebut bukan tempat praktik membesarkan alat vital pria yang asli.

“Memang banyak yang memasang nama mak, tapi kebanyakan hanya jasa antar. Karena mereka menentukan tarif antar yang harganya puluhan ribu sampai ratusan ribu. Kalau sekedar jasa seperti itu sebenarnya enggak masalah, yang jadi masalah ada juga yang malah membawa ke lokasi Mak Erot palsu karena banyak yang mengaku-aku sebagai turunan atau murid dari Mak Erot,” kata Alip Abdillah, salah seorang cucu asli keturunan Mak Erot.

Di kampung ini pula makam dari ahli pembesar alat vital pria itu berada, Mak Erot meninggal dunia pada tahun 2008 dalam usia 130 tahun.Tempat praktik Mak Erot berada di persimpangan yang dikenal dengan sebutan Simpang Mak Erot.

Persimpangan itu merupakan jalan yang bercabang salah satunya menuju ke Provinsi Banten dan cabang lainnya ke lokasi Kampung Cigadog.

“Almarhumah emak ninggalin ilmu dan kemampuan kepada beberapa anak dan cucunya secara langsung, salah satunya saya. Beliau bisa dikatakan legenda, buktinya kalau ada yang bicara memperpanjang atau memperbesar alat vital pasti kepikirannya sama keahlian emak,” lanjut Alip.

Alip menyebut dari sekian banyak cucu Mak Erot tidak semuanya ahli soal membesarkan dan membuat perkasa alat vital pria.

Hanya ada 6 orang cucu saja yang menguasai, mereka adalah Asep Syahrudin, Ujang yang dikenal dengan panggilan Abah Dalem lalu Baban, Bibin dan Alip Abdillah yang dikenal dengan sebutan Abah Anom serta yang terakhir Saipulloh yang melesat dan lebih dulu dikenal karena dekat dengan kalangan artis dan pejabat.

“Memang emak tidak mewariskan ke semuanya, ada yang berperan mencari rempah kemudian mencampur ramuan ada yang bisa pemijatan hingga jampi-jampi khusus. Mungkin sejak dulu emak sudah mempertimbangkan generasi penerus keahliannya kelak,” ungkap Alip.

“Saya yang mewarisi tiga buah kayu yang dijadikan contoh alat ukur alat vital pria yang dulunya dipakai emak saat melakukan prosesi pengobatan. Jadi kalau ada tamu datang, bisa pilih mau ukuran yang mana. Sebenarnya ini tidak jadi patokan, malahan kebanyakan minta hanya untuk menambah vitalitas saat berhubungan badan saja,” ujarnya.

So silahkan yang mau dibantu silahkan datang dan temui cucu beliau.Hal senada diungkap cucu Mak Erot lainnya yaitu Ujang alias Abah Dalem, menurutnya hanya 6 cucu yang mendapat keahlian langsung dari sang nenek. 7 Orang Anak-anak emak malahan banyak yang tidak meneruskan kemampuan itu.  

Ukuran Ideal   

Cucu Mak Erot Beri Informasi Lokasi 'Klinik' Tradisional Alat Vital Asli,  Ada di Jakarta & Sukabumi - Tribun Cirebon

Syaefulloh menceritakan pengalamannya saat mendampingi sang nenek. Dia mengungkap ukuran favorit yang paling sering diminta.

Katanya, memperpanjang kemaluan hingga 18 cm paling diminati, sedangkan jika minta lebih dari 20 cm maka pasien harus membuat surat perjanjian.

“Ukuran 17 dan 18 cm paling banyak diminati. Kalau besarnya ya 3,5 sampai 4,5 cm. Ada juga yang minta sampai 20 cm atau lebih, tapi pasti kami minta bikin surat perjanjian bahwa kalau terjadi apa-apa bukan tanggung jawab Pak Haji,” kata Syaefulloh.

Surat perjanjian bagi yang menghendaki ukuran 20 cm ke atas dibuat karena pada dasarnya Pak Haji tidak menyarankan ukuran tersebut. Untuk ukuran perempuan Indonesia yang pinggulnya lebih kecil dibandingkan orang barat, kemaluan sebesar itu justru akan terasa menyakitkan.

Bahkan Pak Haji mengisahkan, Mak Erot pernah bermasalah gara-gara ukuran kemaluan sebesar itu. Ketika itu seorang pasien minta diperpanjang sampai 23 cm, beberapa hari kemudian datang minta dikecilkan lagi dengan didampingi istri yang vaginanya sobek dan mendapat 12 jahitan.

“Jadi kalau tujuannya untuk memuaskan istri, ukuran panjang itu 12 cm sudah ideal bagi rata-rata orang Indonesia. Kalau lebar, idealnya sekitar 3,5 sampai 4,5 cm. Kalau ada yang minta diperpanjang sampai sejengkal atau sekitar 20 cm, pasti tujuannya untuk kepuasan sendiri dan akan sangat menyakiti pasangan,” tutur Pak Haji.

Selain ukuran kelamin yang berlebihan, durasi berhubungan seks yang terlalu lama juga bisa menghadirkan petaka baik di pihak laki-laki maupun perempuan.

Pak Haji merekomendasikan waktu bercinta antara 20 menit hingga 45 menit, namun memperingatkan agar jangan sampai melebihi 1 jam.

“Kalau sampai lebih dari 1 jam, dampak yang paling sering muncul adalah sakit pinggang. Kalaupun mau lama, kondisi fisik masing-masing pasangan harus dijaga dengan banyak minum vitamin. Itu menjadi tanggung jawab masing-masing bukan dari Pak Haji. Yang penting harus imbang, antara kekuatan alat vital dengan ketahanan tubuh secara umum,” kata Pak Haji.

Merujuk Journal of Pediatrics dan Smith’s General Urology dikutip News.com.au, Maret 2016, ukuran ideal penis pria dewasa dalam keadaan ereksi adalah 12,4 cm Batas bawah ukuran ideal itu adalah 9,7 cm.

Panjang penis di bawah 9,7 cm termasuk dalam golongan kecil. Jika ukurannya di bawah atau sama dengan 7,2 sentimeter, maka termasuk mikro-penis.

Meski begitu, penis dengan ukuran 7 cm masih bisa memuaskan wanita. Alasannya, G-spot wanita terletak 3-4 cm dari bibir vagina. Penis berukuran 7 cm, yang termasuk golongan mikro-penis, masih bisa menjangkau area itu.

Soal diameter, ukuran 3,5 sampai 5 cm dianggap normal dan bisa memuaskan wanita. Bahkan, diameter yang terlalu besar kadang malah menyulitkan.

Dilansir Targetmap, 24 Maret 20111, rata-rata ukuran penis pria di seluruh dunia sekitar 13,97 cm. Sementara itu pria dengan ukuran penis terpanjang dipegang oleh Kongo dengan ukuran 18 cm.

Ukuran penis Indonesia yang normal sekitar 11,68 cm dan cenderung lebih besar ketimbang negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand dan Malaysia.  

Bung Karno Pergi ke Mak Erot?

Wanita Cantik Ini Tak Mempan Gombalan Maut Bung Karno, Sampai Dipanggil ke  Istana - Warta Kota

Siapa sangka, dari sekian banyak kisah hidup Bung Karno, salah satunya ada yang cukup menarik kita bahas. Yakni, konon kabarnya bapak proklamator ini kerap mengunjungi kediaman Mak Erot (Alm).

Bukan rahasia umum, semasa hidupnya nama Mak Erot sudah tak asing lagi, terutama bagi orang-orang dewasa yang tinggal di tanah Pasundan atau di Jawa Barat. Mak Erot dikenal sebagai sosok yang ahli dalam pengobatan penyakit dan membesarkan alat vital pria.

Pertanyaannya, apakah seorang Bung Karno kerap mengunjungi kediaman Mak Erot di Sukabumi, Jawa Barat ini untuk mengobati dan membesarkan alat vitalnya memang masih belum bisa dibuktikan dengan pasti. Namun, yang pasti kunjungan beliau ke kediaman perempuan “penolong” kaum pria ini benar-benar terjadi.

Cucu pertama Mak Erot, Syaifulloh menuturkan, Bung Karno kerap singgah ke rumah kakek dan neneknya di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Syaifulloh mengungkapkan, kakeknya memiliki beberapa foto bareng Bung Karno. Misalnya, saat singgah ke Palabuhanratu atau saat Soekarno mampir ke rumah.

“Saya dapat cerita dari nenek itu saja, tidak lebih. Makanya beliau meminta saya menyimpan foto Bung Karno ini,” ujarnya.

Meski Syaifulloh tidak mengetahui pasti kedatangan Bung Karno ke kediaman Mak Erot itu dalam rangka pengobatan atau maksud lain. Namun, rasanya jika merujuk pada kegemaran Bung Karno memperistri wanita cantik, kemungkinan pernah dalam beberapa kesempatan melakukan pengobatan.

Terlebih, pada tahun 1960-an, Bung Karno memiliki seorang isteri yang usianya jauh lebih muda. Ratna Sari Dewi.

Usia Bung Karno dengan Ratna Sari Dewi hampir terpaut 40 tahun. Wanita bernama asli Naoko Nemoto ini lahir di Tokyo, Jepang, 6 Februari 1940. Sedangkan sebagaimana diketahui, Bung Karno lahir tahun 1901.

Memiliki istri jauh lebih muda, maka sangat wajar apabila Bung Karno datang ke Mak Erot untuk berobat. Bagaimanapun selaku suami, Putra Sang Fajar ini tidak hanya cukup memenuhi kebutuhan materi saja. Akan tetapi, perlu memenuhi kebutuhan biologis istrinya juga.  

Warisan Ramuan Alami

Mengenal Mak Erot, Keahliannya Memperbesar Alat Vital Pria Didapat dari  Mimpi, Ini Kisahnya - Bangka Pos

Sejak membuka praktik, Haji Ulloh mengaku tak pernah mendapat keluhan dari pasien yang terkena efek samping pengobatannya. Itu karena ramuannya memanfaatkan bahan-bahan alami.

Ada tiga jenis ramuan yang ia berikan kepada pasien, yaitu oles, minum, dan makan. Untuk olesan bahan bakunya berasal dari binatang, sementara ramuan yang diminum dan dimakan semuanya berasal dari tanaman.

Karena termasuk rahasia dapur, ia enggan menyebutkan jenis-jenis tanaman yang menjadi bahan baku ramuan andalannya.

Haji Ulloh hanya mengatakan bahwa semua jenis tanaman yang dipergunakan sebagai ramuan tumbuh liar di sekitar kampung. “Pun demikian, tidak boleh sengaja ditanam di pekarangan. Karena khasiatnya akan berkurang.”

Kami lantas diajak memasuki kamar praktiknya yang berukuran 2×2 meter. Pada satu sisi tembok terpampang foto Soekarno. Di bawahnya terhampar kasur tempat pasien diobati.

Dikeluarkannya lima jenis penis buatan dari kayu. Masing-masing punya ukuran panjang yang berbeda, mulai dari 17 sentimeter hingga 22 sentimeter. “Ukuran yang terakhir ini tidak dianjurkan bagi yang berbodi ceking. Ha-ha-ha,” kata Pak Haji.

Beberapa pasien bahkan datang ditemani istri masing-masing. Tak jarang istri mereka ikut memilihkan ukuran penis untuk suaminya yang datang berobat.

Normalnya sesi terapi hanya berlangsung satu kali. Ada yang cuma 30 menit, 45 menit, dan satu jam. “Paling lama dua jam,” kata Haji Ulloh.

Selanjutnya pengobatan dilakukan oleh sang pasien di rumah masing-masing berbekal tiga macam ramuan tadi.

Waktu pengobatan juga bervariasi. Ada yang cukup tiga hari saja sudah cespleng, tapi ada pula yang hingga 27 hari.

Biaya pengobatan yang biasa ia sebut mahar juga berbeda-beda tergantung jenis keluhan. Tarif mulai Rp1,5 juta hingga Rp2,6 juta.

Setiap pasien yang berobat kepadanya, Haji Ulloh mewanti-wanti agar tidak mengonsumsi terong panjang ungu, pisang mas, dan sirih yang masih mentah.

Pantangan itu berlaku seumur hidup. Jika pasien melanggar, maka kondisi penis akan kembali seperti semula saat belum diobati.

Haji Ulloh kemudian memperlihatkan selembar buku berisi daftar pasien yang telah berobat kepadanya.

Tampak asal pasien datang dari berbagai daerah di Indonesia, hingga ke luar negeri macam Belanda, Arab Saudi, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Kalau cuma di Indonesia, Pak Haji sudah berkeliling dari Sabang hingga Merauke,” tuturnya.

Tak jarang Haji Ulloh mendatangi tempat pasien. Ini berlaku jika yang ingin diobati adalah pejabat atau figur publik yang mengharapkan privasi.

Kemampuan memberikan pengobatan diakui Haji Ulloh tidak datang sekonyong-konyong. Masih terekam dalam memorinya saat mandat turun dari mendiang Mak Erot.

“Waktu itu Pak Haji berumur 17 tahun dan masih mondok di pesantren,” kenangnya. “Tiba-tiba Pak Haji diminta pulang karena menurut Emak saya sudah terpilih untuk mewarisi kemampuan beliau.”

Proses yang harus dilalui adalah melaksanakan tirakat awal 40 hari. Selama 33 hari awal, ia berpuasa sejak subuh hingga beduk maghrib. Sisanya harus puasa tidak makan dan minum selama tujuh hari tujuh malam.

Setelah itu dilanjutkan tirakat 140 hari yang terbagi dalam beberapa bagian; tiga hari awal puasa siang dan malam, hari keempat hingga hari ke-133 puasa seperti biasa. Mendekati tujuh akhir tirakat, berpuasa siang malam lagi.

Dengan syarat yang tak mudah tadi, akhirnya hanya dua dari tujuh anak Mak Erot yang sukses mewarisi kemampuan ini. Tiga orang lagi adalah cucunya, termasuk Haji Ulloh.

Walaupun mengaku sudah menunjuk putra tertuanya sebagai penerus, ia mengaku belum bisa mewariskan kemampuannya. “Baru bisa kalau Pak Haji sudah berumur 70 tahun,” katanya.

Pasien nonmuslim yang ingin berobat tak perlu khawatir sebab Haji Ulloh bersedia menerima siapa saja.

“Asal mereka yakin dengan pengobatan ini, Pak Haji terbuka untuk mengobati apa pun kepercayaan sang pasien,” katanya.

Saat kami menyinggung soal banyaknya pengobatan alternatif yang mengatasnamakan Mak Erot, atau bahkan tuduhan bahwa ia melakukan penipuan, Haji Ulloh hanya mesem.

Terbukti hingga saat ini ia masih bebas membuka praktik dan pelanggannya tak pernah putus.