Nankatsu memang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, khususnya bagi para penikmat serial anime ternama asal Jepang Captain Tsubasa. Ya, Nankatsu adalah klub tingkat sekolah yang diisi oleh bintang sepak bola masa depan Negeri Sakura, yakni Tsubasa Ozora.

Mungkin Anda sudah cukup akrab dengan alur cerita Tsubasa, yang baru pindah dari kota lain ke Nankatsu. Awalnya, klub sepak bola Nankatsu sendiri tak pernah diunggulkan. Mengingat, tak ada pemain berkualitas di dalamnya.

Sebelum Tsubasa datang, Nankatsu masih dipimpin oleh kapten Rio Ishizaki. Anda mungkin bisa membayangkan betapa bobroknya tim Nankatsu, jika seorang pemimpinnya saja adalah Ishizaki.

Sebagai tim yang lemah, Nankatsu pun kesulitan untuk mendapatkan tempat latihan. Lapangan yang biasa untuk latihan mereka selalu dikuasai oleh klub Sutetsu, yang dipimpin oleh penjaga gawang Genzo Wakabayashi.

Nankatsu pun ditantang untuk merebut satu gol ke gawang Wakabayashi untuk bisa mendapatkan lapangan latihan. Dalam latih tanding itu, Nankatsu dilumat habis, dengan sejumlah gol yang dilancarkan para pemain depan Sutetsu.

Namun peluang Nankatsu untuk merebut gol dari gawang Wakabayashi hadir setelah Tsubasa masuk menggantikan seorang bek yang mengalami cedera. Bermain sebagai pemain belakang, Tsubasa menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Jelang pertandingan berakhir, Tsubasa pun melakukan overlap dan melancarkan usaha yang merepotkan lini pertahanan Sutetsu. Tanpa diduga, Tsubasa pun akhirnya berhasil menjebol gawang Wakabayashi. Alhasil, Nankatsu boleh berlatih di lapangan tanpa gangguan.

Setelah adanya kompetisi tingkat sekolah, Sutetsu pun melebur ke dalam tim Nankatsu, karena keduanya berada di satu wilayah. Dengan begitu, Wakabayashi berada satu tim dengan Tsubasa. Keduanya berhasil membantu Nankatsu merengkuh gelar juara.

Bagi sebagian orang mungkin akan menilai bahwa Nankatsu adalah sebuah tim sepak bola fiksi. Akan tetapi, bagi mereka penduduk Jepang, Nankatsu adalah sebuah klub nyata asal Tokyo. Mereka diketahui merupakan kontestan divisi II Liga Tokyo (Kanto Soccer League).

Nama Nankatsu SC ini mulai dikenal ketika sedang berjuang di divisi ketiga Liga Sepak Bola Tokyo Shakaijin. Klub tersebut dibentuk pada tahun 2012 lalu tanpa mewakili wilayah geografis mana pun. Karena, nama Nankatsu SC sendiri diambil dari serial anime Captain Tsubasa.

Awal mula berdirinya klub Nankatsu SC ini diawali dari sang pencipta kartun Captain Tsubasa, Yoichi Takahashi, yang membeli sebuah klub sepak bola lokal Tokyo, yakni TokiwA Football Club. Klub tersebut adalah tim amatir asal Tokiwa, Katsushika, Tokyo.

Tokiwa FC sendiri sempat mengganti namanya menjadi Katsushika Vitoad, sebelum akhirnya berubah menjadi Nankatsu SC. Perubahan nama ini membuat Nankatsu harus memulai kompetisi dari awal, di mana mereka dipaksa untuk memulai liga dari divisi III. Itu merupakan regulasi yang telah ditetapkan oleh federasi sepak bola Jepang.

Kisah Pencipta Anime Captain Tsubasa Memimpin Nankatsu SC

KISAH NANKATSU SC : Klub Tsubasa Yang Kini Ada di Dunia Nyata - YouTube

Nama Yoichi Takahashi sendiri memang sudah begitu terkenal di Negeri Sakura. Itu terjadi ketika dirinya meluncurkan anime Captain Tsubasa beberapa tahun silam. Yoichi Takahashi sendiri nyatanya tidak langsung terjun untuk membuat kartun sepak bola.

Ia dikabarkan lebih dulu mengangkat tema sejumlah olahraga ternama di Jepang, seperti misalnya sumo dan bisbol. Sumo sendiri adalah olahraga nasional Jepang, sementara bisbol adalah olahraga nasional Negeri Sakura yang paling banyak diikuti masyarakat.

Namun, idenya muncul untuk mengangkat cerita sepak bola ketika Piala Dunia 1978 Argentina disiarkan di Jepang. Aksi para pemain sepak bola pun memikat Takahashi dan membawa dirinya menjauh dari cabang olahraga tradisional negaranya.

Takahashi sendiri memang lebih nyaman dengan ide bisbol, di mana dia telah menciptakan cerita yang berkaitan dengan olahraga ketika dia pertama kali mulai memproduksi komik. Akan tetapi semakin dia meneliti sepak bola, semakin dia belajar tentang prestise universal.

Tak hanya itu, dia juga dengan cepat jatuh cinta dengan olahraga si kulit bundar tersebut. Ini mungkin bukan olahraga favorit Jepang (saat itu), tetapi menjadi jelas baginya bahwa ini adalah olahraga dunia.

Maka dari itu, Takahashi menciptakan anime Captain Tsubasa. Ia pun bertahan dengan ide-ide yang tidak ortodoks, meskipun itu berarti menjelaskan kepada para penggemar yang pada awalnya bingung tentang “Piala Dunia”.

Kini, Tsubasa telah diabadikan dalam 15 serial manga, enam serial anime, empat film panjang, 14 video game multi-konsol, mainan, dan pakaian. Memorabilia, mengesahkan Captain Tsubasa sebagai salah satu serial manga dan anime paling berharga di Jepang.

Dalam seriel film kartun tersebut, Tsubasa sering kali mengucapkan ambisi untuk membawa Timnas Jepang ke Piala Dunia. Ucapan itu pun seakan menjadi kenyataan, di mana Samurai Biru akhirnya benar-benar menjadi wakil Asia yang rutin tampil di turnamen empat tahunan tersebut.

“Ketika saya pertama kali mulai menulis, saya banyak berurusan dengan bisbol, tetapi ada banyak manga bisbol di luar sana pada saat itu. Jadi saya pikir saya sebaiknya menulis soal sepak bola, olahraga yang sebagian besar belum dijelajahi. Ketika saya mulai, bahkan ‘Piala Dunia’ adalah istilah yang asing (bagi warga Jepang),” kata Takahashi, dikutip Bonanza88 dari Jleagueregista.

“Kemunculan Tsubasa telah menimbulkan ledakan sepak bola di Jepang, mempercepat perkembangan olahraga. Saya pikir itu bukan pengaruh Captain Tsubasa karena daya tarik sepak bola itu sendiri yang telah menyebabkan penerimaan luas bahwa olahraga dinikmati (sampai) hari ini,” lanjut Takahashi.

“Tapi saya bersyukur bahwa orang-orang berkata demikian, dan sejujurnya saya senang untuk berpikir bahwa saya mungkin bisa memberikan dorongan pada sepak bola Jepang sampai taraf tertentu,” ucap Takahashi menambahkan.

Setelah berhasil menciptakan karya-karya yang gemilang tentang olahraga sepak bola, kini Takahashi memiliki ambisi yang sangat besar untuk menciptakan klub sungguhan. Langkah itu telah ia mulai ketika membeli lisensi dari Tokiwa FC beberapa tahun lalu.

Usai membeli klub tersebut, Yoichi Takahashi pun memilih untuk menjadikan dirinya sebagai presiden klub. Keputusan itu diambil karena dirinya menginginkan Nankatsu SC sebagai klub yang berjuang mati-matian demi menjadi klub profesional dan menembuat kasta tertinggi sepak bola Jepang.

“Mengejar impian adalah tema utama (Captain) Tsubasa. Saya berharap tim kami (Nankatsu SC) tidak akan pernah menyerah (untuk bisa) bergabung dengan 71 klub lain di Divisi III Liga Tokyo. Pesepakbola amatir berjuang untuk menyulap mewujudkan mimpi menjadi profesional,” ujar Takahashi.

Dengan ambisi yang sangat tinggi itu, Nankatsu SC pun berhasil memainkan musim pertamanya dengan cukup gemilang. Itu terbukti ketika mereka berhasil keluar sebagai juara Divisi III Liga Tokyo pada musim 2015 lalu. Keberhasilan itu membuat mereka berhak promosi ke Divisi II Liga Tokyo.

Dua tahun berselang, Nankatsu SC nyatanya memiliki semangat yang tak kalah memanas dari Tsubasa Ozora. Mengingat, pada tahun 2017 lalu, klub baru ini mampu merengkuh gelar juara Divisi II Liga Tokyo.

Keseriusan Takahashi dalam membentuk tim profesional berkualitas tinggi ini pun terlihat jelas ketika Nankatsu SC merekrut sejumlah pemain ternama J-League (Liga Utama Jepang). Salah satunya adalah mantan gelandang Timnas Jepang, yakni Takashi Fukunishi.

Sekedar informasi tambahan, Fukunishi adalah pemain tengah yang telah mengantongi 64 penampilan di Timnas Jepang dengan torehan 7 gol pada periode 1999 sampai 2006 silam. Ia pun memutuskan gantung sepatu pada 2008, namun kembali merumput hanya demi bergabung dengan Nankatsu SC.

Selain Fukunishi, keseriusan Nankatsu SC juga terlihat ketika mereka memboyong pemain veteran J-League yang pernah berkarier di Liga Australia bersama Western Sydney Wanderers, Jumpei Kusukami.

Selain dua pemain terkenal di atas, Nankatsu SC juga tidak berhenti mengejutkan publik sepak bola Jepang. Itu terjadi ketika mereka berhasil mendapatkan tanda tangan Shinichiro Kawamata, yang juga merupakan produk J-League.

Keputusan untuk merekrut sejumlah pemain kelas Jepang itu memang sengaja dilakukan untuk mewujudkan mimpi Nankatsu SC menembus kompetisi J-League. Takahashi sendiri memang telah memproyeksikan Nankatsu SC untuk menjadi klub profesional pada tahun 2020 kemarin.

“Sejak pertama kali dibicarakan, kami membayangkan 2020 sudah menjadi klub profesional (di J-League). Ternyata, kami tidak mencapai target itu. Tapi, kami tidak akan pernah berhenti bermimpi. Kami sudah mengambil langkah pertama. Kami harus terus berjalan,” ucap pengurus Nankatsu yang sempat menjadi eksekutif di J-League, Yosuke Tanaka.

Dengan hadirnya Tanaka di kubu Nankatsu SC, ini jelas membantu perkembangan klub. Dirinya telah mencoba untuk mengembangkan Nankatsu SC hingga ke luar negeri. Pada awal tahun 2016 lalu, Nankatsu SC dikabarkan mendirikan sekolah sepak bola bersama dengan klub Liga Negara Sao Paulo, Ituano FC, di Hawaii.

Nankatsu SC juga mengirim Takahashi untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan klub Spanyol sekaligus finalis Copa del Rey 1935, CE Sabadell FC, yang sejak itu menghasilkan pelatihan pemain tim utama di sisi lapis ketiga Spanyol.

Kembali ke Tokyo, Nankatsu terus membagi permainan kandang mereka antara taman umum di dekat Stasiun Kanamachi Jalur JR Joban dan Pusat Olahraga kota Katsushika Sogo, yang stand utamanya berkapasitas 1.000. Sekedar informasi tambahan, lokasi itu menghadap ke Sungai Nakagawa dalam jarak 15 menit berjalan kaki ke selatan Keisei Aoto.

Penampilan Nankatsu SC Musim Ini

Captain Tsubasa's club wants to go all the way to the J.League - From a  comic to real football | Transfermarkt

Menurut data yang dihimpun Bonanza88 dari situs Transfermarkt, Nankatsu SC saat ini telah bersaing di kompetisi Kanto Soccer League Divisi II 2021. Mereka telah memainkandua pertandingan di ajang tersebut (sampai 18 April 2021).

Dalam dua pertandingan itu, Nankatsu SC berhasil mengantongi satu kemenangan dan satu hasil hasil imbang. Dengan begitu, mereka berhasil mengumpulkan 4 poin dan bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Kanto Soccer League Divisi II 2021 (18 April 2021).

Nankatu SC memulai kompetisi musim ini dengan hasil imbang ketika mereka bertandang ke markas Tonan Maebashi. Kedua tim pun harus puas berbagi satu angka setelah menyudahi laga dengan skor 2-2. Pada laga itu, Nankatsu SC sebenarnya mampu unggul lebih dulu lewat aksi Ryuta Sasaki.

Akan tetapi, Tonan Maebashi berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Hajime Kamei. Ketika pertandingan memasuki menit ke-88, Nankatsu SC percaya diri bakal menyudahi laga dengan kemenangan usai Akito Kawamoto sukses mencetak gol. Sayangnya, Kokoi Takenaka membuyarkan kemenangan di depan mata Nankatsu.

Pada pekan kedua Kanto Soccer League Divisi II 2021, barulah Nankatsu SC berhasil meraih tiga poin. Itu terjadi ketika mereka menghadapi Yokohama Takeru di Katsushika Okudo Sport Center Park Stadium, markas Nankatsu SC.

Tiga gol Nankatsu SC sendiri berhasil dilesatkan melalui kreasi Ryuta Sasaki (brace) dan Shohei Okada. Sedangkan tim tamu hanya bisa memperkecil ketinggalan mereka lewat aksi Naoyuki Saito.

Ini pun menjadi awal yang sangat baik bagi Nankatsu untuk memulai kompetisi 2021 ini. Terlebih, salah satu penyerang andalan mereka, Ryuta Sasaki, berhasil memuncaki daftar top skor sementara dengan torehan 3 gol.