Slang adalah ragam atau variasi sosial yang bersifat istimewa dan rahasia. Artinya, slang digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas, dan tidak diketahui oleh kalangan luar kelompok tersebut. Oleh karena itu, kosakata yang digunakan dalam slang ini selalu berubah-ubah.

Di kalangan pecandu dan pengedar narkotika juga dikenal dengan ragam bahasa slang. Beberapa istilah yang cukup banyak dikenal seperti; pe-te: sebutan untuk putaw, sejenis heroin yang trend saat tahun 90-an; pakaw:pakai putau; sakaw: sakit karena nagih putaw; ngubas: nyabu (pakai shabu); parno: paranoid karena pengaruh shabu; be-de, sebutan untuk bandar; re-laps:balik lagi pakai putaw karena „rindu‟ atau ketagihan; junkies: sebutan untuk orang-orang pemakai putaw (drugs); bong:alat hisap yang dipakau untuk ngedrugs; od: over dosis.

Tidak diketahui siapa yang memulai menggunakan istilah-istilah gaul dalam narkoba, namun jelas hal ini dilakukan bukan semata tanpa tujuan. Dalam komunitas tertentu biasanya ada hal-hal yang dirahasiakan dari khalayak umum. Tentu dengan kerahasiaan tersebut komunitasnya harus mencari cara agar mereka bisa tetap berkomunikasi tanpa harus diketahui esensinya oleh orang lain.

Dalam perkembangannya tidak ada formula khusus dalam istilah gaul narkoba. Beberapa istilah justru hanya membolak-balikkan cara baca yang seharusnya dari kiri ke kanan menjadi dari kanan ke kiri seperti membaca kalimat dalam Bahasa Arab. Misalnya Shabu di istilahkan dengan ubas. Jika dibalik sebetulnya memiliki makna yang sama meskipun terjadi penghilangan satu huruf namun tetap memiliki bunyi yang serupa dan bisa dipahami dengan mudah.

Rumus pembentukan bahasa prokem itu sebagaian memakai penyisipan –ok- di tengah kata yang sudah disusutkan sebelumnya, hal ini serupa dengan bahasa yang digunakan oleh kaum waria dan gay.

Salah satu yang termasuk dalam variasi bahasa adalah argot. Argot merujuk pada bahasa khas yang digunakan setiap komunitas atau subkultur apa saja (termasuk kelompok seniman).

Argot lebih sering merujuk pada bahasa rahasia yang digunakan kelompok menyimpang (deviant group), seperti kelompok preman, kelompok penjual narkotik, kaum homoseks dan lesbian, kaum pelacur, dan sebagainya. Variasi khusus inilah yang membedakan mereka dari orang-orang yang tergolong dalam kelompok sosial di luar mereka.

Para remaja, pencuri, dan tunasusila memiliki satu argot yang membedakan mereka dari orang tuanya, polisi, dan pihak berwajib lainnya. Jenis argot khusus demikian disebut slang.

Ragam Bahasa Slang Pecandu Narkoba

Transaksi Narkoba, Batu Hijau Jadi Kode untuk Ganja - Tribun Jogja

Bahasa slang di setiap wilayah atau komunitas berbeda-beda, misalnya bahasa slang yang dipergunakan oleh komunitas narkoba di Gresik. Komunitas tersebut memiliki bahasa slang yang unik. Sebagai komunitas yang menyimpang, kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya merupakan suatu kegiatan yang melanggar hukum, keunikan kosakata atau istilah yang terdapat dalam bahasa slang tersebut diciptakan agar kerahasiaan komunikasi anggotanya terjaga.

Bahasa slang yang digunakan komunitas ini yaitu: Satu hisapan sabu diubah menjadi Saksut. Bahasa slang yang ada dikomunitas ini juga menggunakan kosakata yang di luar dari kaidah kebahasaan seperti kata: Reang nyempleng yok ‘ Keinginan untuk berhubungan badan.’ Remaja di komunitas ini tidak segan mengatakan kata-kata tersebut karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dalam mengkonsumsi bahasa tersebut.

Berikut ini beberapa variasi bahasa slang untuk para anak muda di Gresik yang terjerembab ke dunia kelam narkotika. Asun, asal tuturan alat suntik. Asun membentuk akronim dengan mengambil bagian a dari alat, dan sun dari suntik.

Lalu ada kertim termasuk akronim, yaitu dengan asal tuturan kertas timah. Kertim membentuk akronim dengan mengambil bagian ker dari kertas, dan tim dari timah.

Ada juga salinting salinting termasuk akronim, yaitu dengan asal tuturan satu linting. salinting membentuk akronim dengan mengambil bagian sa dari satu. Ada juga kata sagram termasuk akronim, yaitu dengan asal tuturan satu gram. Sagram membentuk akronim dengan mengambil bagian sa dari satu.

Selain itu, ada juga klasifikasi ragam bahasa di kalangan pecandu narkoba. Berhubungan dengan alat, seperti bong : alat menghisap shabu, insul/spidol : alat suntik, kertim : kertas timah, am/amplop : kemasan pembungkus ganja, BB : barang bukti, afo : aluminium foil

Sedangkan yang berhubungan dengan obat-obatan, cimeng/gelek : ganja, ikan : inex, bedak/atep putih/tepung : sebutan untuk putaw, boat/boti : obat, lexo : lexotan (nama obat penenang), kuncian : sisa putau yang disimpan untuk dipakai lagi saat sedang sakau, nipam/dum : obat tidur dan Coke : kokain

Lantas yang berhubungan dengan jual beli, seperti bokul : beli barang (narkoba), jokul : jual barang (narkoba), TU : ngutang, dan pt-pt : patungan/sumbangan untuk membeli narkoba. Yang berhubungan dengan sakit/akibat narkoba, sakaw/wakas: sakit karena nagih, fly : mabuk, terbang, berkhayal (keadaan yang dicari oleh pecandu), gonjes/giting : mabuk/teller, gitber : giting berat, gantung : setengah mabuk, BT/snuk : pusing/buntu/ halusinasi, OD : over dosis, serta parno : was-was/ paranoid akibat pengaruh shabu.

Sedangkan yang berhubungan dengan proses konsumsi narkoba, ngedrag : bakar putaw di atas timah, snip : pakai putaw lewat hidung, cucaw/ngipe : menyuntik/memasukan obat ke dalam tubuh dan nyabu/ngubas : memakai shabu

Lalu yang berhubungan dengan ukuran/ porsi narkoba seperti selinting : satu batang rokok/ganja, baw : gram / paket/ satuan berat, stengky : setengah gram /setengah paket dan sesut : satu hisap shabu.

Beda wilayah memang beda bahasa slang yang digunakan para pecandu narkoba.  Di wilayah hukum Polres Agam -Sumbar, narkoba memiliki nama lain di kalangan pengguna, pengedar dan Bandar.

Misalnya saja, sabu yang telah banyak beredar di Agam memiliki nama “gaul” seperti buah, putih, batu, uuk, BR dan garam. Sedangkan ganja memiliki nama yang biasa digunakan, kayu, samiak, pedau dan sarok.

Salah satu bekas pengguna narkoba di Agam yang tidak mau disebutkan nama mengatakan, penggunaan nama-nama tersebut agar tidak terlalu mencolok saat melakukan transaksi.

Kanit Opsnal Satres Narkoba Polres Agam , Bripka Anton mengatakan, nama-nama narkoba itu berbeda penggunaannya di setiap wilayah.

“Beda wilayah, beda lagi namanya. Contohnya, sabu biasa digunakan di kawasan Lubukbasung,buah biasa digunakan di Batu Ampa dan batu umum digunakan oleh Bandar besar,” kata Anton kepada media seperti dilansir Edisi Bonanza88.

Anton menceritakan, selama mengejar target ia mendapatkan pengalaman lucu dan aneh saat penangkapan. “Kadang mereka tanpa ditanya dulu langsung membantah tidak menyimpan buah, batu atau uuk. Nama-nama yang mereka sebut sebenarnya hanya mereka yang tahu,” ujarnya.

Faktanya komunikasi menggunakan istilah-istilah itu terasa dapat menyembunyikan makna sesungguhnya karena hanya antar sesama komunitasnya saja yang mengetahui istilah tersebut.

Disinilah terlihat bahwa istilah narkoba ini memang jelas untuk melindungi komunitasnya dari akses orang lain. Jika akses ini bisa dijangkau oleh orang lain yang bukan termasuk anggota komunitasnya, komunitas mereka akan terancam.

Dalam bertransaksi dan menjual narkoba, para pengedar dan bandar serta pemakai memiliki sandi tersendiri. Sandi tersebut hanya diketahui oleh para pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, mengatakan, sandi tersebut berbeda tiap tiap daerah. “Ada sandinya itu, tapi beda beda tiap daerah,” kata Burhanudin

Menurut Burhanudin, beberapa sandi tersebut yakni gula pasir, ubas, dan jaju untuk narkotika jenis sabu. “Jadi kalau beli sabu bilangnya beli ubas atau jaju satu ji. Itu artinya beli sabu satu gram,” katanya. Sedangkan untuk ekstasi atau inex, para pelaku memberikan sandi ikan atau iwak. “Kalau ganja sandinya cimeng,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama kurun waktu dua bulan, anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang menangkap sedikitnya tujuh orang pengedar, kurir hingga pemakai narkoba berbagai jenis di Kota Semarang.

Berbagai barang bukti disita dari ketujuh pelaku, mulai dari sabu, ekstasi hingga pil koplo. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, mengatakan, ketujuh pelaku tersebut terjaring Operasi Antik (Anti Narkoba) yang dilakukan selama dua bulan terakhir.

Slang kelompok pengguna Narkoba di Sumatera Barat juga  memperlihatkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan kata-kata yang bersifat umum menjadi istilah khusus dalam pertuturan antara penjual dan pemakai narkoba.

Si putiah terdiri dari dua kata yaitu si dan putiah. Pada Si merupakan kata tunjuk orang dan putiah merupakan kata sifat . Penggunaan si sebelum putiah berfungsi untuk membendakan kata sifat putiah. Peristiwa tuturan di atas memperlihatkan penggunaan istilah-istilah umum, seperti si putiah. Dalam kehidupan sehari-hari, si putiah antara lain berarti orang yang berkulit putih. Frasa ini terdiri dari dua kata, yaitu si dan putiah. Si merupakan kata partikel untuk orang dan hewan.

Arti dari paket satuih pada tuturan di atas bukanlah paket seratus, tetapi bentuk maknanya seratus ribu. Paket artinya jumlah tertentu yang akan diminta si pasien (P) kepada Bandar narkoba (Bd). Dalam film Fast and Furious, sang jagoan, pemeran utama film yang settingnya di kota Tokyo berkata “shabu-shabu adalah istilah gangster Jepang untuk sejenis narkotik”.   Cross check kata tersebut pada kamus urbandictionary.com dan wikipedia membenarkan penggunaan nama makanan Jepang untuk sejenis narkotika.

Shabu, A Japanese slang term for Methamphetamine Hydrochloride. Shabu, in Japanese means “Swish”, which doesn’t make a lot of sense. I assume the word originates from Shabu-Shabu, which is a Japanese dish. Shabu-Shabu is cooked at the table, and entertaining as everyone cooks their own food Metamfetamina (metilamfetamina  atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia  sebagai sabu-sabu,adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Penggunaan nama shabu bagi narkotika tertentu paling tidak digunakan di Jepang, Amerika dan Indonesia.

Bahasa Slang dalam sejarahnya

179 Slang Word dalam Bahasa Inggris Terpopuler | Kampung Inggris CEC

Ada dua situasi yang menggolongkan pemakian bahasa di dalam masayrakat, yaitu situasi resmi dan tidak resmi. Bahasa yang digunakan pada situasi resmi menuntut penutur untuk menggunakan bahasa baku, bahasa formal. Penggunaan bahasa resmi disebabkan oleh keresmian suasana pembicaraan atau komunikasi tulis yang menuntut adanya bahasa resmi.

Situasi tidak resmi akan memunculkan pula suasana penggunaan bahasa tidak resmi. Kuantitas pemakaian bahasa tidak resmi banyak tergantung pada tingkat keakraban pelaku yang terlibat dalam komunikasi. Dalam situasi tidak resmi, penutur bahasa tidak resmi mengesampingkan pemakaian bahasa baku atau formal. Kaidah dan aturan dalam bahasa baku tidak lagi menjadi perhatian.

Prinsip yang dipakai dalam bahasa tidak resmi adala asal orang yang diajak bicara bisa mengerti. Situasi semacam ini dapat terjadi pada situasi komunikasi remaja, interaksi penjual dan pembeli, dan lain-lain. Dari ragam tidak resmi tersebut, selanjutnya memunculkan istilah-istilah yang disebut dengan slang, ragam gaul dan prokem.

Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh para kawula muda. Karena slang ini bersifat kelompok dan rahasia, maka timbul kesan bahwa slang ini, bahasa rahasianya para pencoleng dan penjahat, padahal sebenarnya tidaklah demikian. Faktor kerahasiannya ini menyebabkan pula kosakata yang digunakan dalam slang seringkali berubah.

Slang digunakan sebagai bahasa pergaulan. Kosakata slang dapat berupa pemendekan kata, penggunaan kata alami di beri arti baru atau kosakata yang serba baru dan berubah-ubah. Di samping itu slang juga dapat berupa pembalikan tata bunyi, kosakata yang lazim dipakai dimasyarakat menjadi aneh, lucu, bahkan ada yang berbeda arti sebenarnya.

Apa yang lazim dikatakan ragam gaul sebenarnya merupakan salah satu varian bahasa Indonesia. Hal ini dapat kita ketahui dari kosakata-kosakatanya yang sebagian besar kita kenal bentuknya dalam bahasa Indonesia. Kosakata ini kemudian mengalami perubahan arti sehingga antara kata jadian dan kata asalnya tidak terdapat hubungan arti sama sekali.

Ragam gaul adalah ragam nonstandar bahasa Indonesia yang lazim di Jakarta pada tahun 1980-an hingga abad ke-21 ini yang menggantikan bahasa prokem yang lebih lazim pada tahun-tahun sebelumnya, ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi muda yang mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lainnya. Ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia dan dialek Betawi.

Prokem adalah ragam nonstandar bahasa Indonesia yang lazim di Jakarta pada tahun 1970-an yang kemudian digantikan oleh ragam yang disebut bahasa gaul. Prokem ditandai oleh kata-kata Indonesia atau kata dialek Betawi yang di potong dua fonemnya paling akhir kemudian disisipi bentuk –ok-, di depan fonem terakhir yang tersisa, misalnya kata ba-pak di potong menjadi bap, kemudian disisipi –ok-, jadilah kata prokem bokap.

Konon ragam ini berasal dari bahasa khusus yang digunakan oleh para narapidana. Seperti bahasa gaul, sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia atau dialek Betawi. Bahasa prokem timbul dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya, hal ini merupakan perilaku kebahasaan yang bersifat universal.

Kosakata bahasa prokem remaja sering diambil dari kosakata yang hidup dilingkungan tertentu. Pembentukan kata dan maknaya beragam dan bergantung pada kreatifitas pemakainya.

Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa prokem mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masayrakat eksklusif.

Ada yang mengatakan bahwa bahasa prokem adalah bahasa yang digunakan untuk mencari dan menunjukkan identitas diri, bahasa yang dapat merahasiakan pembicaraan mereka dari kelompok lain.

Glosarium pecandu Narkoba

A

Abes : salah tusuk urat / bengak

Abses : benjolan karena heroin yang disuntik tidak masuk ke dalam urat

Acid : LSD, salah satu zat halusinogenika, bila dikonsumsi akan timbul halusinasi

Afo : alumunium foil

Alfo; foil; alumunium foil : tempat untuk memakai / bakar shabu

Amp/amplop : kemasan untuk membungkus ganja

Amphet : amphetamin

Analgesic : substansi untuk meredakan rasa sakit berhubungan

Antibiotik : sejenis zat antimikroba yang berasal dari pengembangbiakan mikroorganisme dan dibentuk secara semi-sintetis. Zat ini bekerja untuk mematikan atau menghambat perkembangan bakteri dan digunakan untuk mengatasi infeksi.

B

Badai : teler atau mabok

Badai; pedaw; high : tinggi

Bahlul : mabuk

Bajing : bunga ganja

Bakaydu : bakar ganja; dibakar dulu

Barcon; tester : barang contoh (gratis)

Basi-an : setengah sadar saat reaksi drug menurun

BB : barang bukti

BD : bandar narkoba

Bedak etep putih : sebutan lain putauw atau heroin

Beler : mabuk

Berhitung : urunan / patungan untuk beli ganja

Betrik : dicolong / nyolong

Bhang : ganja

Bhironk : orang Nigeria atau pesuruh

BK (Bung Karno) : pil koplo paling murah

BK : sedatin, nama obat tidur, isinya Nitrazepam 5 mgr

Black Heart : merk ectasy

Blue ice (BI) : salah satu jenis shabu yang paling bagus (no.1)

Boat : obat

Bokauw : bau

Bokul : beli barang

Bokul (bok’s) : beli

Bong : sejenis pipa yang didalamnya berisi air untuk menghisap shabu

Bopeng/bogep : minuman alkohol buatan lokal yang dikemas dalam bentuk botol pipih (botol gepeng) misalnya jenis vodka atau wiski

Boti : obat

BT : Bad trip ( halusinasi yang serem)

BT (Bad trip) : rasa kesal karena terganggu pada saat fly/mabuk

Buprenorphine : suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid

Buddha stick : ganja

Buterfly : merk ectasy

C

Camp’s : campuran (tembakau) untuk ganja pada saat melinting

Cannabis : ganja, daun ganja; kependekan dari Canabis Sativa

Chasing the dragon : pencandu heroin

Chasra : ganja

Chimenk : ganja/kanabis

Cimeng : ganja

CMD : cuaca mendukung (untuk ngeganja)

Coke : kokain

CS (sobat) : istilah sesama pemakai

D

Dagga : ganja

Dinsemilla : ganja

Dum-dum titik : dumolid

Fly : mabuk

G

Gantung : setengah mabok

Gauw : gram

Gaw : gram

Gele : ganja

Gepang : punya putauw atau heroin

Giber : mabok atau teler

Giberway (giting berat way) : mabuk ganja

Ginting : mabok atau teler

girl : kokain

Gitber (ginting berat) : mabok berat

Glass : shabu-shabu

Gocapan : gocip; paketan 50 ribu/0.1 gram.

Gonjes : mabok atau teler

Grass : daun ganja

H

Haluasi (halusinasi) : khayalan / imajinasi yang berlebihan

Halusinogen : Obat yang dapat mengubah perasaan dan pikiran, sering kali dengan menciptakan daya pandang yang berbeda, meskipun seluruh perasaan dapat terganggu.

Harm reduction : Suatu upaya untuk mengurangi beban dan penderitaan penyalagunaan zat, seperti memberikan jarum suntik baru agar mereka bisa terhindar dari penyebaran virus yang ditularkan melalui darah.

Hashish : daun ganja (biasanya juga disebut hash)

Hawi : ganja

Hemp : ganja

Hirropon : shabu-shabu

I

I : Ekstasi

Ice Cream : shabu-shabu

inex : Ekstasi

Inex : ecstasy

Insul/spidol : alat suntik

Iv (ngive) : intravena, memasukan obat ke urat darah (vena)

J

Jackpot : tumbang/muntah

Jayus : ganja

Joints : daun ganja yang dipotong, dikeringkan, dirajang halus dan digulung menjadi rokok

Jokul : jual

Junkies : pencandu

K

Kamput : kambing putih, gambar pada label salah satu minuman beralkohol

Kancing : ekstasi

Kar : alat untuk menggerus Putaw

Kartim : kertas timah

KD (kode) : kodein

Kentang : kena tanggung/gantung /kurang mabuk

Kentang kurus : kena tanggung kurang terus

Kipe : nyuntik atau memasukan obat ketubuh

Kipean : insulin, suntikan

Kompor : untuk bakar shabu di alumunium foil

Koncian : simpanan barang

Kotak kaset/CD : digunakan sebagai alat pengerus putaw

Kurus : kurang terus

KW : kualitas

L

Lady dan crack : kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat

Lates : getah tanaman candu (papaver somniferum) yang didapat dengan menyadap (menggores) buah yang mulai masak.

Lexo : lexotan (obat penenang yang isinya bromazepam 12 mgr)

LL (double L) : artan

M

Marijuana : daun ganja

Mary Jane : daun ganja

Metadon : obat narkotik yang dipakai sebagai pengganti heroin dalam pengobatan pecandunya. Dengan memakai metadon, pecandu dapat menghentikan penggunaan heroin tanpa ada efek samping yang parah.

MG : megadon

Mixing drugs : mencampur jenis drug yang berlawanan jenis untuk mendapatkan efek yang berbeda

Mupeng : muka pengen

N

Narkoba : narkotik dan bahan berbahaya.

Ngebaks (nyimenk/ngegele) : ngebakar ganja

Ngeblenk : kelebihan takaran pemakaian putaw

Ngecak : memisahkan barang

Ngecam : nyuntik atau memasukan obat ketubuh

Ngedarag : bakar putauw diatas timah

Ngedreg : cheasing the dragon, menggunakan heroin dengan cara dibakar dan asapnya dihirup melalui hidung

Ngedrop (low bed) : gejala berakhirnya rasa nikmatnya mabuk

Ngejel : mampet /beku pada saat ngepam/mompa

Ngepam (pamping) : memompa insulin secara berkali-kali

Ngupas : memakai shabu-shabu

NP (nipam) : Nitrazepam

Nugi (numpang giting) : mabuk tanpa duit

Nutup : sekedar menghilangkan sakaw/nagih

Nyabu : memakai shabu-shabu

Nyipet : nyuntik atau memasukan obat ketubuh

O

OD : ogah ngedrop perasaan/kemauan untuk tetap mabuk.

OD (over dosis) : kelebihan takaran pemakaian putaw

On (naik) : proses pada saat fly/mabuk untuk pemakai shabu/ecstacy

P

P.T-P.T : patungan untuk membeli drug

Pahe : pembelian heroin atau putauw dalam jumlah terkecil

PA-HE : paket hemat (paket 20 ribu/10 ribu)

Pakauw : pakai putauw

Paket : pembelian heroin atau putauw dalam jumlah terkecil

Paketan (tekapan) : paket / bungkusan untuk putaw

Papir : kertas untuk melinting ganja

Papir (pap’s;paspor;tissue : kertas untuk melinting ganja

Parno : paranoid karena ngedrungs

Parno : paranoid/rasa takut berlebihan karena pemakaian shabu yang sangat banyak

Pasang badan : menahan sakaw tanpa obat / pengobatan dokter

Pasien : pembeli

Pedauw : teler atau mabok

Per 1/per 2, ost : 1 atau 2, ost gram

Pil koplo (bo’at; boti; dados) : obat daftar ‘G’

Pil Gedek : ecstacy

Polydrug use : menambah dosis dan menggunakan jenis narkoba yang berbeda

Pot : daun ganja

PS (pasien) : pembeli narkoba

Psikedelik : berhubungan dengan/berciri halusinasi visual persepsi meningkat.

PT : putauw (heroin)

Pyur : murni

Q

Quartz : shabu-shabu

R

R (rohip) : rohypnol

Rasta : ganja

Relaps : kembali lagi ngedrugs karena `kangen`

Rivot /R /rhivotril : Klonazepam

S

Sakaw : sakit karena ketagihan atau gejala putus obat

Scale (Sekil) : timbangan untuk menimbang putaw, shabu, cocain (biasanya digunakan timbangan emas yang berbentuk timbangan digital)

Se’empel (seamplop) : satu amplop untuk ganja

Segaw : 1 gram

Se-lap : dua kali bolak-balik / 2 kali hisap

Selinting : 1 batang rokok atau gaja

Semata : setetes air yang sudah dicampur heroin

Semprit : dari kata syringe; sejenis alat suntik yang terdiri dari tabung dilengkapi penghisap, naf jarum dan jarum.

Sendok : tempat mencampur/melarutkan/meracik putaw dengan air yang dimasukan kedalam insulin

Sepapan (setrip) : satu baris di dalam jajaran obat

Separdu : sepaket berdua

Seperempi : ¼ gram

Sepotek : satu butir obat dibagi 2

Setangki : 1/2 gram

Set-du (seting dua) : dibagi untuk 2 orang

Setengki : ½ gram

Seting (ngeset) : proses mencampurkan heroin dengan air

Se-track : sekali hisap / sekali bakar

Shabu-shabu (ubas/basu) : metamfetamin

Snip : pakai putauw lewat hidung ( dihisap)

snow : kokain

Snuk : pusing / buntu

speedball : campuran heroin-kokain

Sperempi : 1/4 gram

Spirdu : sepaket berdua

Stag : shabu yang sedang dibakar di alumunium foil berhenti /mampet

Stock (STB/stock badai) : sisa heroin yang disimpan untuk dipakai pada saat nagih

Stone : mabuk

stokun : mabuk

Stengky : setengah gram

Sugest /sugesti : kemauan / keinginan untuk memakai narkoba

T

Tea : daun ganja

Teken : minum obat / pil / kapsul

Tokipan : minuman

Trigger : sugesti/ingin

TU : ngutang

U

Ubas : shabu

V

Val : valium (cair & tablet)

W

Wakas : ketagihan

Wangi : menunjukkan kualitas putaw yang baik yang terasa beraroma bila di dragon/disuntikkan

Weed : daun ganja

Stock = STB / stock badai : sisa heroin yang disimpan untuk dipakai pada saat nagih.

Ngepam = pamping : memompa insulin secara berkali-kali.

Ngejel : mampet / beku pada saat ngepam / mompa.

Paketan = tekapan : paket / bungkusan untuk putaw.

Contoh :

  • Paket A = Rp.100.000,-
  • Paket B = Rp.50.000,-
  • Paket C = Rp.20.000,-

P.S = pasien : pembeli narkoba.

PA-HE : paket hemat (paket 20 ribu / 10 ribu).

Gocapan : gocip : paketan 50 ribu / 0.1 gram.

Gaw : gram.

Segaw : 1 gram.

Seperempi : ¼ gram.

Setengki : ½ gram.

Per 1 / per 2, ost : 1 atau 2, ost gram

Separdu : sepaket berdua.

Semata : setetes air yang sudah dicampur heroin.

Seting = ngeset : proses mencampurkan heroin dengan air.

Set-du = seting dua : dibagi untuk 2 orang.

Jokul : jual.

Bokul = bok’s = beli.

Barcon = tester : barang contoh (gratis).

Abses : benjolan karena heroin yang disuntik tidak masuk ke dalam urat.

Kentang = kena tanggung = gantung : kurang mabuk.

Kentang kurus : kena tanggung kurang terus.

OD : ogah ngedrop : perasaan / kemauan untuk tetap mabuk.

Nutup : sekedar menghilangkan sakaw / nagih.

Stone = stokun = giting = fly = beler = bahlul : mabuk.

Badai = pedaw = high : tinggi.

Jackpot = tumbang : muntah.

O.D = over dosis = ngeblenk : kelebihan takaran pemakaian putaw.

Pasang badan : menahan sakaw tanpa obat / pengobatan dokter.

JENIS SHABU-SHABU.

Shabu-shabu = ubas = SS = basu : metamfetamin.

Blue ice = B.I : salah satu jenis shabu yang paling bagus (No.1).

Alfo = foil = alumunium foil : tempat untuk memakai / bakar shabu.

Kompor : untuk bakar shabu di alumunium foil.

Se-track : sekali hisap / sekali bakar.

Se-lap : dua kali bolak-balik / 2 kali hisap.

Parno = paranoid : rasa takut berlebihan karena pemakaian shabu yang sangat banyak.

Ngedrop = low bed : gejala berakhirnya rasa nikmatnya mabuk.

Ngedrop = low bed : gejala berakhirnya rasa nikmatnya mabuk.

Sugest = sugesti : kemauan / keinginan untuk memakai narkoba.

Haluasi = halusinasi : khayalan / imajinasi yang berlebihan.

B.T = Bad trip : rasa kesal karena terganggu pada saat fly / mabuk.

On = naik : proses pada saat fly / mabuk untuk pemakai shabu / ecstacy.

Nugi = numpang giting : mabuk tanpa duit.

C.S = sobat : istilah sesama pemakai.

Stag = shabu yang sedang dibakar di alumunium foil berhenti / mampet

JENIS GANJA / KANABIS.

Chimenk = gele = jayus = grass = rumput : ganja / kanabis.

Ngebaks = nyimenk / ngegele : ngebakar ganja.

C.M.D = cuaca mendukung (untuk ngeganja).

Giberway = giting berat way = mabuk ganja.

Papir = pap’s = paspor = tissue : kertas untuk melinting ganja.

Bakaydu = dibakar dulu : bakar ganja.

Berhitung = urunan / patungan untuk beli ganja.

Se’empel = seamplop : satu amplop untuk ganja.

Bajing = bunga ganja.

Camp’s = campuran (tembakau) untuk ganja pada saat melinting.

JENIS PIL KOPLO / OBAT DAFTAR ‘G’.

Pil koplo = bo’at = boti = dados = kancing : obat daftar ‘G’

Sepapan = setrip : satu baris di dalam jajaran obat.

Sepotek : satu butir obat dibagi 2.

NAMA-NAMA OBAT DAFTAR ‘G’.

R = rohip : Rohypnol.

M.G : Megadon.

N.P = nipam : Nitrazepam.

Lexo : Lexotan.

Dum = dum titik : Dumolid.

LL = double L : Artan.

Rivot = R = rhivotril : Klonazepam.

BK = Bung Karno : pil koplo paling murah.

Val : Valium (cair & tablet).

Amphet : amfetamin (cairan = disuntik).

K.D = kode : Kodein.