Juventus, klub Liga Italia, belakangan dikabarkan terancam ditinggal mega bintang andalannya, Cristiano Ronaldo. Situasi ini tak lepas dari kondisi finansial Juventus yang kian memburuk.

Berdasarkan laporan France 24, Juventus kesulitan memenuhi pengeluaran klub yang begitu besar. Terlebih situasi pandemi virus corona yang tak kunjung usai, makin membuat keseimbangan finansial Si Nyonya Tua terpuruk.

Bahkan Juventus sudah mengalami kerugian yang menyentuh angka 113 juta euro atau Rp 1,9 triliun pada pertengahan musim 2020/21. Angka kerugian tersebut diketahui meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang musim lalu.

Data pertengahan musim 2019/20 menunjukkan kerugian Juventus sebesar 50 juta euro atau Rp 865 miliar. Sementara jika menengok laporan keuangan keseluruhan musim 2019/20, Juventus menderita kerugian 89 juta euro atau Rp 1,5 triliun.

Kondisi finansial yang demikian tentu membuat Juventus mau tak mau menghemat pengeluaran. Ada indikasi kalau Juventus akan melakukan penghematan besar-besaran dengan melepas Ronaldo.

Mengutip Tutto Juve, kabar potensi kepergian Ronaldo dari kota Turin terasa kian gencar. Meski masih terikat kontrak hingga 2022, CR7 bukan mustahil benar-benar hengkang lantaran masalah finansial Juventus tadi.

Maklum, porsi pengeluaran Juventus terkait gaji Ronaldo sangatlah besar. Berstatus pemain bintang bahkan top dunia, Ronaldo menerima bayaran per tahunnya senilai 32 juta euro atau Rp 556 miliar.

Belum diketahui pasti ke mana Ronaldo pergi jika jadi dijual Juventus. Namun manajemen Juventus sendiri diyakini tetap mencari cara agar Ronaldo bisa bertahan.

Sosok Ronaldo membela Juventus sejak musim 2018/19. Sepanjang berkostum Juventus, Ronaldo sejauh ini total telah tampil sebanyak 117 kali dan mencatatkan koleksi 90 gol.