Kuil Aphrodite di kawasan yang sekarang bernama Kouklia, dan dibangun pada tahun 1200 SM. Tempat ini pernah menjadi tempat terpenting bagi Dewi Cinta di Laut Tengah.

Di Siprus, nama Aphrodite atau Dewi Cinta, saat ini digunakan untuk menjual apa pun, dari nama perusahaan mobil sewa sampai vila. Namun di zaman pra-Kristen, Aphrodite digunakan untuk sejumlah alasan.

Banyak orang yang datang ke monumennya menyebut namanya sebelum berhubungan seks dengan para pembantu di kuilnya. Itulah bentuk kuno wisata turisme.

Mereka yang datang bukan hanya memujanya namun juga menikmati festival -dilarang oleh Kaisar Romawi Constantine pada tahun 400- di mana berhubungan seks dengan orang asing bukan hanya memungkinkan tetapi sesuatu kewajiban.

Dikutip Edisi Bonanza88 dari buku-buku panduan modern mungkin tak begitu jelas tentang ritual di Paphos namun sejarawan Yunani, Herodotus, yang menulis tentang Siprus pada abad kelima sebelum masehi, mengungkap sejarah yang membuat orang terkejut.

“Pelanggaran terberat dalam kebiasaan Babylonia adalah memaksa setiap perempuan untuk duduk di kuil Aphrodite dan berhubungan seks dengan sejumlah orang asing paling tidak sekali seumur hidupnya.”

Ini terjadi pada semua perempuan, baik yang miskin maupun yang kaya, kata Herodotus. Namun perempuan kaya biasanya pergi ke kuil dalam kereta yang tertutup.

“Seorang perempuan tidak bisa menolak pembayaran. Begitu satu orang asing menjatuhkan pilihan dan memberikan uang di pangkuannya, ia dipaksa untuk berhubungan seks di luar kuil.”

Cerita yang sama juga muncul dalam studi perbandingan agama, The Golden Bought oleh James Frazer.

“Di Siprus, yang terjadi adalah sebelum menikah, semua perempuan diwajibkan untuk melacurkan diri kepada orang asing di tempat Aphrodite,” tulis Frazer, dan menambahkan bahwa praktik yang sama juga terjadi di Babylon, Byblos dan Baalbek, wilayah di Armenia dan Turki.

Kenangan tentang ritual – yang pudar sejalan dengan larangan yang diterapkan Romawi- tetap ada selama berabad-abad.

Pada tahun 1336, pendeta Jerman Ludolph dari Suchen memberikan peringatan kepada para jemaah pagan yang pergi ke Paphos bahwa ‘tanah Siprus bisa membuat orang birahi’.

Aphrodite atau Venus, nyata atau mitos, disebutkan sebagai pasangan pendeta dan raja pertama Siprus.

Penarik turis

The birth of Venus by Botticelli | Artworks | Uffizi Galleries

Ia terkenal tidak hanya karena kencantikannya namun karena memiliki banyak pasangan.

Lukisan terkenal Sandro Botticelli mengangkat Aphrodite yang disebutkan lahir di buih ombak laut yang tercipta dari penis Uranus yang terlepas, karena tertiup angin.

Seorang peri datang menutupi tubuh indahnya dengan kain sutra yang terbuat dari bunga.

Bahkan pada abad ke-21, warga Siprus sangat menyukai mitos itu dan akan mengatakan kepada semua orang bahwa Aphrodite lahir di lepas pantai Paphos.

Kawasan yang merupakan persinggahan wajib para turis dengan nasihat ‘jangan lupa bawa kamera’ adalah batu Petra tou Romiou, tempat dewi ini muncul dari laut.

Setelah foto-foto, para turis dibawa ke kuil yang terletak tak jauh dari situ.

Di satu toko cendera mata, saya menemukan buku oleh pelukis dan pendiri perguruan tinggi seni, Cyprus College of Art Paphos, Stass Paraskos. Dia terkenal sebagai seniman terakhir di Inggris yang dinyatakan bersalah karena masalah cabul.

Paraskos tidak malu atas sejarah pulaunya itu. Ia mencampur fakta dan fiksi dalam menggambarkan Aphrodite, Mitolosi Siprus.

Kekuatan Aphrodite

Mitologi Yunani Kuno, Kisah Dewi Aprodhite yang Sensual dan Apel Emas -  Nusa Daily

Paraskos membentuk karakter yang merupakan saksi mata festival musim semi Aphodisia termasuk ritual, pengorbanan dan mistis Dewi Aphordite.

Ceritanya bercampur dengan kenyataan di lapangan dalam upaya mencari tempat menginap, menghindari pencuri dan pelacur di antara pengunjung dari Yunani, Mesir, Persia dan non-Yahudi.

Cerita itu berdasarkan sumber resmi dan buku itu berakhir dengan temuan kultus Aphrodite di Siprus modern.

Kekuatan nama Aphrodite inilah yang menjadikan Paphos sebagai Ibu Kota Budaya Uni Eropa yang mencakup situs Peninggalan Budaya Dunia.

Persyaratan untuk ditetapkan sebagai situs peninggalan budaya dunia, adalah suatu situs ‘harus memiliki nilai universal’.

Nea Pahpos dan Kouklia, yang memiliki kaitan dengan tokoh yang banyak menjadi inspirasi bagi penulis, penyair dan seniman dalam sejarah, jelas memenuhi persyaratan itu.

Berkait Aphrodite, Paphos menantikan saat untuk bisa bangkit kembali dengan kekayaan budaya kuno yang terpendam di dalam Siprus modern saat ini.

Kisah Cinta Dewi Aphrodite

Banyak dewa percaya bahwa kecantikannya sedemikian rupa sehingga persaingan mereka terhadapnya akan memicu perang para dewa. Karena itu, Zeus menikahi Aphrodite dengan HEPHAESTUS (dia tidak dipandang sebagai ancaman karena keburukan dan kelainan bentuk tubuhnya).

Meskipun pernikahan ini dengan Hephaestus, Aphrodite memiliki banyak kekasih. Dia berselingkuh dengan saudaranya Ares, dewa perang. Ketika Hephaestus mengetahui perselingkuhannya, dia merancang sebuah rencana dan berhasil mempermalukan istrinya dan kekasihnya ke Olimpus lainnya.

Dia juga berperan dalam kisah Eros dan Psyche dimana pengagum Psyche lalai menyembah Venus (Aphrodite) dan malah menyembahnya. Untuk ini, Aphrodite mendaftarkan EROS (Cupid) untuk membalas dendamnya tapi dewa cinta malah jatuh cinta pada gadis itu.

Seperti apakah pasangan sang dewi cinta dan kecantikan, Aphrodite? Seseorang yang memiliki paras rupawan? Bertubuh tinggi tegap? Berkulit bersih? Berambut indah? Sayangnya wanita paling cantik sejagat raya tidak berarti harus berpasangan dengan laki-laki paling tampan sedunia.

Dan inilah takdir yang telah digariskan: Aphrodite yang jelita menikah dengan dewa yang tidak tampan maupun berbadan tegap, malah kakinya cacat sejak lahir. Dewa buruk rupa ini adalah Hephaistos, dewa api dan pandai besi, putra Zeus dan Hera, yang bila berjalan dibantu dengan sebilah tongkat.

Hephasitos memang bukanlah pasangan yang tepat bagi sang dewi yang memuja keindahan itu. Karena bagi sang dewi, arti kebahagiaan itu adalah pemujaan terhadap kecantikan dirinya. Sementara bagi Hephaistos, kebahagiaan ada dalam kerja keras di bengkelnya yang kotor dan penuh asap.

Aphrodite banyak menghabiskan waktunya dengan bersolek sementara sang suami bekerja menempa logam dalam panasnya api, berpeluh keringat dan kotor.

Aphrodite memang tidak benar-benar mencintai Hephaistos dan sungguh ironis: dewi yang menyebarkan cinta di antara manusia justru tak mampu memberikan cinta kepada pasangannya sendiri.

Ia lebih memuja saudara Hephaistos, Ares, dewa perang, yang berbadan tegap dan tampak tampan dengan pakaian perang gemerlapan. Walaupun kecerdasan dewa perang ini berbanding terbalik dengan penampilan gemerlapnya itu, tetapi selalu ada wanita yang memuja orang-orang seperti Ares.

Suatu hari Ares berbisik-bisik kepada Aphrodite, membujuk dewi cinta ini untuk melewatkan malam bersamanya… dan tentu saja Aphrodite tidak menolaknya. Yang lebih kurang ajar lagi, Ares mengajak Aphrodite melakukannya di rumah Hephaistos! Walaupun tidak ada seorangpun yang mengetahui rencana Ares, dari atas langit, Helios melihat semuanya dan mendengar setiap kata yang mereka berdua ucapkan. Helios tidak memaafkan perbuatan khianat seperti itu, apalagi menimpa dewa yang baik hati dan begitu dicintai seperti Hephaistos, maka dari itu ia memberi tahu rencana Ares kepada Hephaistos.

Kabar dari Helios itu merupakan kenyataan paling pahit bagi sang dewa api. Jelas sudah Aphrodite sama sekali tidak mencintai dirinya. Ia begitu murka dan memikirkan rencana untuk menangkap basah istrinya yang berselingkuh dengan Ares. Dengan ketrampilannya, Hephaistos menggantungkan jaring-jaring tak terlihat di langit-langit kamar tidurnya dengan tali yang amat kuat sehingga tidak ada seorangpun sanggup merobeknya. Lalu ia mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh penghuni Olympos dengan suara keras, bahwa ia akan pergi selama beberapa hari ke Lemnos.

Mengetahui Hephaistos telah pergi, Ares menarik Aphrodite masuk ke kamar Hephaistos… mereka saling berpelukan dan kemudian berbaring di ranjang Hephaistos. Saat itu pula tiba-tiba jaring buatan Hephaistos yang tidak terlihat jatuh membungkus dan mengikat tubuh keduanya dengan begitu erat sehingga keduanya tidak sanggup menggerakkan badan. Saat itu pula, pintu kamar terbuka dan tampaklah semua dewa beserta Hephaistos. Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat kedua pasangan selingkuh itu tertangkap basah.

Hephaistos membiarkan semua dewa mengejek dan menertawakan kedua dewa-dewi itu sampai mereka puas. Sementara Ares dan Aphrodite hanya bisa menunduk malu tidak berani memandang wajah-wajah para dewa. Ares berulang kali mencoba memberontak untuk melepaskan diri dari jaring itu tetapi justru mukanya makin memerah dan membuat dewa-dewa tertawa serta mencemooh dewa perang itu.

Hephaistos tidak berniat untuk melepaskan kedua pasangan itu kalau saja Poseidon tidak membujuk Hephaistos membebaskan keduanya, dan mereka dengan malu pergi dari Olympos. Aphrodite kembali ke negeri kelahirannya, Kypros, sementara Ares bersembunyi di Thrakia, negeri penuh prajurit haus darah yang gemar berperang.

Bagaimana Dewi Aphrodite dillahirkan?

Mitologi Yunani – Kisah Aphrodite Sang dewi cinta, hasrat dan keindahan –  Media Sharing WRH Forbidden Knowledge

Aphrodite dalam mitologi Yunani adalah dewi cinta, hasrat dan keindahan. Menurut Hesiod dalam THEOGONY. Terlepas dari keindahan alaminya, ia juga memiliki korset magis yang memaksa setiap orang untuk menginginkannya.

Aphrodite (Venus dalam mitologi Romawi) dikenal sebagai dewi cinta Yunani dan merupakan salah satu dari dua belas dewa dan dewi yang tinggal di Gunung Olympus.

Ada dua versi tentang kisah kelahirannya. versi yang terkenal, dia adalah putri Zeus dan Dione, dewi ibu yang disembah di Oracle Dodona. Namun, versi lain, menyebutkan bahwa dia bangkit dari laut di atas kerang raksasa, setelah Kronus mengebiri Uranus dan melemparkan alat kelaminnya yang terputus ke laut. Aphrodite kemudian berjalan ke pantai Siprus. Dalam versi yang berbeda dari mitos tersebut, dia lahir di dekat pulau Cythera, maka julukannya “Cytherea”.

Namun, menurut Homer, di Iliad, Aphrodite malah menjadi putri ZEUS dan Dione. Seperti banyak dewa Yunani lainnya, ada banyak cerita tentang asal usul para dewa.

Name: Aphrodite, Afrodita, Chytherea, Cypris, Venus (Roma)

Type: Titans

Orang Tua: Uranus

Saudara: Nimfa Pohon, Fury, Gigantes

Pasangan: Hephaestus, Ares, Hermes, Dionysus, Adonis, Anchises

Anak: Eros, Phobos, Deimos, Harmonia, Pothos, Anteros, Himeros, Hermaprhoditos, Rhode, Eryx, Peitho, Tyche, Eunomia, The Grace, Priapus, Aeneas dan beberapa yang tidak terkenal

Symbol: Girdle, Cermin, Angsa, Kerang

Nature: Mount Olympus

Aphrodite adalah kekasih Adonis dan ibu pengganti. Hal ini menyebabkan perseteruan dengan Persephone dimana Zeus memutuskan bahwa ADONIS harus menghabiskan setengah tahun bersama Aphrodite dan setengah tahun dengan Persephone.

Aphrodite menjanjikan Paris cinta dari wanita paling cantik di dunia. Sayangnya, wanita tersebut adalah Helen yang sudah menikah yang kemudian memicu Perang Troya.

Aphrodite yang sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikannya yang menghipnotis. Ada yang mengatakan ia anak Zeus. Kisah lain, ia bangkit dari gelombang samudera terbentuk secara sempurna dan luar biasa menarik. Kecantikannya begitu mendebarkan dan membuat iri semua dewi lain di Gunung olympia.

Dikisah Paris menentukan ia sebagai yang tercantik diantara semua dewi dan menghadiahkan padanya apel emas. Sebagai balasannya, Aphrodite memberikan Helen, wanita tercantik dibumi. Tapi tindakannya membangkitkan amarah Menelaus, Raja Sparta. Itulah penyebab terjadinya Perang Troya.

Aphrodite berpihak pada Troya dan setelah kekalahan mereka, dengan kekuatannya ia melindungi Aeneas, parajurit Troya. Dengan tawanya yang memikat dan kecantikan yang tak tertandingi ia bisa merayu dewa atau manusia manapun yang begitu ia dambakan. Dan dalam cinta segitiga, ia nikahi Hephaestus, dewa Gunung Olympia yang paling bersahaja. Sementara ia terus berselingkuh dengan Ares, dewa yang paling brutal.

Aphrodite sebagai wanita muda yang cantik dengan pakaian elegan (penuh telanjang). Dia memiliki senyum yang menawan dan suka tersenyum. Diceritakan bahwa Aphrodite memiliki badan yang mulus, dada yang kencang dan pantat yang menawan. Menurut Homer, Aphrodite adalah dewi paling lemah dan penakut.