Istilah Club 27 kembali ramai diperbincangkan setelah meninggalnya pemusik kenamaan Korea Selatan, Jonghyun ‘SHINee’ pada Desember 2016.

Ia wafat tepat di usia 27 tahun. Jonghyun ditemukan tergeletak tak berdaya di officetel Cheongdam-dong bagian selatan Seoul, Korsel, pada pukul 16.42 waktu setempat akibat menghirup karbon monoksida. Pesan terakhir Jonghyun, ia lelah dan pamit untuk pergi.

“Aku sudah sangat lelah. Biarkan aku pergi. Katakan bahwa aku sudah bekerja keras. Ini adalah salam terakhirku,” pesan Jonghyun kepada kakak perempuannya, Kim So-dam, sebagaimana dilansir Edisi Bonanza88 dari Naver.com.

Kepergiannya menjadi berita duka yang disesalkan penggemarnya. Rasa kehilangan begitu mendalam, sehingga tak sedikit yang mendramatisasi dan memasukkan namanya ke dalam Club 27.

Club 27 merupakan salah satu peristiwa kebetulan yang paling tragis dan kompleks dalam sejarah musik rock and roll. Istilah ini dikenal luas setelah kematian Kurt Cobain pada tahun 1994.

Kurt Cobain meninggal karena overdosis percobaan bunuh diri di usia 27 tahun.  Kematian pentolan band Nirvana itu dikaitkan dengan meninggalnya legenda musik rock and roll lainnya di umur yang sama.

Musisi yang dimaksud termasuk Janis Joplin, Jim Morrison, Jimi Hendrix, Amy Winehouse, dan Brian Jones. Beberapa fans teori konspirasi menyebutkan bahwa musisi-musisi di atas menyembah setan dan menandatangani kontrak yang sama.

Pada kontrak tersebut, dikatakan bahwa mereka akan mendapatkan kesuksesan yang besar. Akan tetapi, kesuksesan itu harus dibayar dengan nyawa, dan mereka harus rela tewas di usia 27 tahun.

Walaupun klub ini berhubungan dengan musisi, “anggota” Klub 27 kini sudah menyebar sampai aktor, aktris, dan seniman muda. Sebab kematian mereka pun terkadang terhubung satu sama lain, membuat teori konspirasi klub ini semakin menyeramkan.

Hingga akhirnya pada 2011, musisi wanita Amy Winehouse mengikuti jejak Cobain. Kematiannya makin mengapungkan spekulasi luas bahwa umur 27 memang merupakan usia terkutuk.

Benarkah demikian? Kini ada penelitian yang coba mengungkap hal tersebut dari mata sains.  Penulis Howard Sounes membandingkan rentang waktu hidup antara musisi rock dan non-rock dalam periode yang sama.

Dia menemukan bahwa musisi non-rock di Amerika Utara memiliki kans hidup 87,6% lebih besar dibanding musisi rock pada usia yang sama.

Musisi rock di Eropa juga memiliki kecenderungan sama, yakni  meninggal tidak wajar dibanding musisi non-rock. Overdosis obat dan alkohol menjadi penyebab kematian yang paling umum.

Hal ini tidak mengherankan mengingat bintang rock rata-rata memiliki banyak akses dan jaringan ke sana. Penulis Howard Sounes menuliskan 50 musisi pengguna obat terlarang lainnya di dalam bukunya The 27 Club.

Sounes menunjukkan bahwa sebagian besar anggota klub memiliki masa kecil yang sulit. Hal itu menginspirasi para seniman seperti Cobain dan Hendrix untuk mengkonsumsi obat terlarang, alkohol dan musik sebagai pelarian.

Ada daftar panjang rocker yang telah meninggal sebelum waktunya, baik yang kurang atau lebih dari 27 tahun. Namun, anggota 27 Club mendapatkan perhatian besar karena angka 27 laku untuk dijual dan kematiannya memicu rumor-rumor konspirasi.

Mark Bellis, pakar penyalahgunaan obat-obatan terlarang, berspekulasi bahwa industrialisasi dunia musik mungkin menjadi penyebab. Lama-kelamaan, seni musik dianggap sebagai ladang bisnis dan pilihan karir yang bagus. Hal ini menghadirkan tekanan dan bagi musisi yang tidak kuat mencari pelarian ke obat-obatan terlarang.

Publik Figure yang Tewas di Usia 27 Tahun

Club 27: yang Sebenarnya Terjadi saat Kita Berusia 27 Tahun - kumparan.com

Lewis Brian Hopkins Jones, atau lebih dikenal dengan Brian Jones, adalah founder dari band rock n’ roll paling terkemuka di dunia, The Rolling Stones. Brian Jones lah yang sebenarnya membuat, memilih para personil, serta menentukan musik apa yang dimainkan oleh The Rolling Stones.

Setelah Mick Jagger dan Keith Richards mulai membuat lagu berdua dan menuai kesuksean, posisi Brian Jones sebagai frontman The Rolling Stones mulai tergeser. Seiring dengan kemundurannya sebagai frontman, Brian juga mulai terjerumus terhadap obat-obatan dan akhirnya dipaksa keluar dari band.

Tidak lama setelah itu, Brian ditemukan tidak bernyawa di kolam renang rumahnya. Ia mati dalam kondisi tenggelam. Meski demikian, ada juga desas-desus yang beredar di kalangan publik yang menyebutkan bahwa Brian Jones sebenarnya mati dibunuh. Polisi mengklarifikasi hal tersebut dengan mengatakan bahwa Brian meninggal karena kecelakaan. Brian Jones meninggal di usia 27 tahun pada 3 Juli 1969. Ia merupakan anggota pertama di 27 Club.

Janis Lyn Joplin, atau lebih familiar dengan sebutan “Pearl”, juga merupakan anggota 27 Club. Janis meninggal pada 4 Oktober 1970, karena overdosis heroin di sebuah hotel di Hollywood. Janis sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Big Brother and The Holding Company.

Band tersebut merupakan band psychedelic yang cukup tenar di era 60-an. Janis juga sempat menjajal dirinya sebagai penyanyi solo. Saat solo karier, ia mengeluarkan beberapa hits seperti Summertime, Piece of My Heart, Maybe, To Love Somebody, dan Me And Bobby McGee. Performanya di atas panggung yang begitu berenergi, membuat para fansnya menjulukinya “Electric”.

James Douglas Morrison, atau akrab disapa “Jim”, adalah seorang musisi, penulis lagu dan penulis puisi. Tapi yang membuatnya paling dikenal oleh dunia adalah sebagai vokalis sekaligus frontman The Doors. Jim disebut-sebut sebagai ikon dan musisi yang paling berpengaruh di dunia musik, terutama musik rock.

Lagu-lagu yang membuat Jim terkenal antara lain, Light My Fire, Love Me Two Times, Moonlight Drive, Break On Through (To The Other Side), dan Hello, I Love You. Dalam proses pembuatannya, alter ego yang dimiliki oleh musisi satu ini punya peran yang begitu besar, lho. Tapi sayangnya, Jim meninggal pada 3 Juli tahun 1971 di Paris. Tentunya di usia ke 27. Kematiannya disebabkan overdosis heroin, sama seperti Janis Joplin.

Siapa yang tidak kenal Jimi Hendrix? Terlahir sebagai Johnny Allen Hendrix, Jimi Hendrix dikenal sebagai musisi instrumental yang paling hebat dan paling berpengaruh di dunia. Lagu-lagu Jimi yang paling dikenal adalah, Purple Haze, Hey Joe, dan The Wind Cries Mary.

Orang yang terakhir melihatnya hidup adalah Monika Dannemann, pacar Jimi saat itu. Monika mengungkapkan bahwa Jimi menegak 9 butir obat tidur Vesparax yang kemudian menyebabkan nyawanya melayang. Jimi meninggal pada umur 27 tahun, pada 18 September 1970. Inilah yang menjadikannya sebagai anggota 27 Club.

Amy Jade Winehouse atau yang dikenal dengan Amy Winehouse adalah musisi asal Inggris yang cukup nyentrik. Amy punya vokal rendah yang begitu unik, yang dengan mudahnya ia adopsi ke dalam berbagai genre musik yang ia nyanyikan. Mulai dari soul, rhythm, blues, bahkan hingga jazz.

Lagu-lagunya yang terkenal dan disukai banyak orang berjudul Black to Black, Rehab, Valerie dan You Know I’m No Good. Sayangnya, karier bermusiknya harus berhenti di usia 27 tahun. Amy meninggal karena keracunan alkohol.

Sebelumnya pun ia sempat beberapa kali keluar masuk rehabilitasi gara-gara kecanduannya ini. Selain itu, Amy juga bulimia dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Kematiannya yang jatuh pada 23 Juli 2011 lalu membuatnya terdaftar sebagai anggota 27 Club.

Selain para musisi, anggota Klub 27 juga dipenuhi oleh para aktor dan aktris Hollywood. Salah satu aktor yang namanya terpajang dalam daftar klub ini adalah Anton Yelchin.

Anton Yelchin meninggal dunia pada 19 Juni 2016 karena kecelakaan tragis. Ia tertabrak mobil yang melaju mundur dan menggencet badan Anton di antara pagar rumahnya dan bagian belakang mobil. Anton Yelchin tewas saat kariernya sedang berada di puncak, menimbulkan spekulasi bahwa ia merupakan anggota 27 Club.

Lalu ada juga,  Jean Michel-Basquiat, seorang seniman grafiti yang berhasil menembus pasar seni kontemporer dunia. Karya-karyanya selalu laris dilelang, dan terjual dengan harga milyaran rupiah. Jean Michel-Basquiat meninggal pada 12 Agustus, 1988 karena overdosis obat-obatan terlarang yang dinamakan Speedball.

Kurt Donald Cobain, Ikon Club 27

Mengenang 26 Tahun Silam: Hari-Hari Terakhir Kurt Cobain Yang Tragis

Kurt Donald Cobain atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain lahir tanggal 20 Februari 1967 merupakan penyanyi dan musisi dari Amerika Serikat yang lahir di Aberdeen, Washington, AS.

Ia merupakan gitaris dan juga vokalis serta pembentuk grup band grunge, Nirvana. Kurt Cobain dikenal sebagai sosok yang pendiam, tempramen dan juga emosional. Rasa frustrasi dan depresi yang sering ia alami-lah yang membuat dia terjun ke dunia musik.

Pada tanggal 21 September 1991, band musik Nirvana dengan personelnya yaitu Kurt Cobain, gitaris dan vokalis, Krist Novoselic, pemain bas, dan Dave Grohl pemain drum merilis album Nevermind.

Lagu di album tersebut berjudul “Smells Like Teen Spirit” menjadi terkenal di dunia Nirvana yang tergolong baru pada di dunia musik saat itu menjadi satu-satunya band yang dapat menggeser salah satu penyanyi legenda di dunia Michael Jackson dari tangga lagu dunia.

Nirvana muncul dengan konsep sederhana, kebebasan, dan ketidaksempurnaan di saat orang sudah lelah dengan band-band sebelum Nirvana, yaitu band-band yang muncul dengan konsep kesempurnaan dalam berpenampilan, keahliannya memainkan musik.

Orang di balik kesuksesan Nirvana adalah Kurt Cobain yang merupakan vokalis gitaris dan pencipta lirik lagu dari “Smells Like Teen Spirit”. Walau dia meninggal bunuh diri pada tahun 1994, lagu-lagu yang diciptakannya tetap menjadi warisan bagi dunia musik.

Sebelum tewas bunuh diri,  Kurt Cobain pernah mengajak Axl Rose (vokalis Guns N Roses) untuk berduel di atas panggung. Kurt Cobain sangat membenci hidupnya dan selalu merasa frustrasi.

Dia pernah mengatakan, “I hate myself and I want to die”. Rasa kebencian dan frustrasinya-lah yang membuat dia masuk ke dunia musik. Dia ingin menuangkan ungkapan rasa frustrasi tersebut ke dalam lagu dan musik yang keras dan kemudian dikenal dengan musik grunge.

Kegilaannya bahkan membuat dia digilai oleh fans fanatiknya di seluruh dunia. Kurt Cobain menjadi simbol musik grunge yang akan selalu dikenang oleh penggemar musik, teristimewa penggemar band Nirvana.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui seluk-beluk kehidupan sang Legenda. Ia akhirnya ditemukan tewas tahun 1994. Selama ini diketahui bahwa penyebab kematiannya adalah karena bunuh diri.

Shotgun ditemukan didekat jenazahnya. Namun, kematiannya masih merupakan konspirasi yang hingga saat ini masih hangat dibicarakan, terutama oleh fans fanatiknya. Kematian sang legenda diikuti dengan bunuh diri massal yang dilakukan oleh penggemar fanatiknya sebagai rasa empati terhadap sang legenda.

Hingga kini, penyebab bunuh diri cobain masih simpang siur. Ada yang menyebut ia frustasi karena kecanduan narkoba dan alkohol. Ada juga yang menduga ia stres setelah rekannya di Nirvana, bassist Chris Novoselic mengumumkan akan keluar dari band.

Berdasarkan buku perjalanan Kurt Cobain yang dirilis 8 tahun setelah kematiannya, musisi berambut gondrong itu berjuang melawan penyakit, depresi, dan kecanduan heroin. Di catatan yang publikasinya telah disetujui sang istri, Cobain diketahui membeli pistol, yang kemudian diduga digunakan untuk bunuh diri.

Masa Kecil Kurt Cobain yang Kelam

Mengenang Kurt Cobain, Usai Kematiannya 25 Tahun Lalu - Tirto.ID

Sejak usia balita, Kurt Cobain sudah mulai memainkan alat musik. Di umur 4 tahun ia mulai menyanyikan lagu-lagu buatannya secara spontan setelah berkunjung di taman-taman sekitar tempat tinggalnya.

Di usia 9 tahun, orang tua Kurt Cobain cerai. Perceraian tersebut membuatnya merasakan hal yang sangat memalukan dalam hidupnya. Ia bahkan malu dengan teman-teman sekolahnya karena keluarganya hancur oleh perceraian. Hal tersebut yang membuat masa kecilnya menjadi suram.

Di usia remaja dia mulai bertingkah seperti orang dewasa. Dia mulai melakukan kekerasan dalam sekolah (bullying) terhadap teman-teman sekolahnya.

Sejak kecil dia sudah mulai mendengarkan lagu-lagu The Ramones dan The Beatles. Meski tidak memiliki ketertarikan di bidang olah raga, Kurt Cobain dulunya merupakan seorang pegulat yang memiliki skill lumayan baik.

Bakat seninya memang sudah terlihat sejak muda. Ia pernah menghabiskan waktu di masa sekolah untuk melukis. Dia pernah melukis karikatur Michael Jackson dan presiden AS saat itu, Ronald Reagen.

Kurt Cobain memiliki bakat luar biasa teristimewa di bidang seni. Ia kemudian mempelajari gitar di saat dia masih duduk di bangku sekolah. Pengaruh musik Kurt Cobain saat masih kanak-kanak adalah The Beatles, di mana bibinya sering memutarkan lagu ‘Hey Jude’ saat Kurt Cobain masih kecil.

Selain itu, Kurt Cobain sangat tergila-gila dengan musik rock klasik era 70-an seperti Queen, Led Zeppelin, Aerosmith, Black Sabbath, Kiss, AC/DC, dan sebagainya. Seiring waktu, pemahaman musik dan favoritnya mulai berganti.

Ia pernah menjadi fan fanatik musik punk rock. Ia sangat mengidolakan band asal Britania Raya, Sex Pistols. Ia juga menyukai musik alternative rock, yang bisa memadukan berbagai aliran ke dalam musik rock sebagai musik dasar yang ia sukai.

Kurt Cobain suka mendengarkan banyak lagu, dan menyukai berbagai macam aliran musik. Dia lebih condong ke aliran punk rock, hingga pada akhirnya menciptakan aliran musik sejenis grunge dengan band-nya Nirvana.

Biduk Rumah Tangga Kurt Cobain dengan Courtney Love

Courtney Love and Kurt Cobain - January 17, 1993 - São Paulo, BR | Courtney  love, Courtney love kurt cobain, Kurt and courtney

Kedua pasangan ini pertama kali bertemu di klub malam kota Portland pada tahun 1990. Courtney Love pernah sekali menonton pertunjukan Nirvana tahun 1989 dan langsung menyimpan perasaan terhadap Kurt Cobain.

Keduanya kemudian sering kencan dengan obrolan yang tidak jauh-jauh dari dunia musik. Lama-kelamaan ‘cinta’ itu pun melekat di keduanya. Dan tidak lama mereka berpacaran, Courtney Love diketahui hamil, mengandung anaknya Kurt Cobain.

Mereka pun kemudian menikah di tahun 1992 dan tidak lama setelah itu lahirlah anak pertama dan satu-satunya yang diberi nama Frances Bean Cobain di bulan Agustus 1992.

Nge-drugs sana-sini padahal sedang mengandung. Banyak orang beranggapan bahwa anak yang dikandung bisa mati dalam kandungan dan bisa saja terlahir dengan cacat juga kecanduan narkoba.

Pasangan tersebut dinilai sebagai pasangan yang ‘berbahaya’. Kegilaan mereka dalam mengkonsumsi obat terlarang menjadikan mereka sebagai topik berita utama di koran dan majalah pada saat itu.

Dari antara kisah Kurt Cobain, perseteruannya dengan pentolan grup band rock legendaris Guns N’ Roses, Axl Rose, tentu menarik perhatian setiap penggemar masing-masing vokalis. Awal mula perseteruan Axl Rose dengan Kurt Cobain terjadi pada tahun 1991. Sebenarnya, Axl Rose merupakan seorang fans Nirvana dan Kurt Cobain secara khusus.

Pada saat itu, nama Nirvana belumlah terkenal, dan sebagai fans, Axl Rose menunjukkannya dengan mengenakan topi biru bertuliskan Nirvana di video klip lagu berjudul Dont’ Cry.

Axl Rose kemudian mengajak Nirvana untuk tampil menjadi band pembuka Guns N’ Roses dalam tur konser mereka di Amerika bersama Metallica. Namun tawaran ini ditolak Nirvana, karena mereka tak ingin disandingkan dengan musik GNR.