Nadym, Russia - February 23, 2019: Yamal, open area, tundra,The extreme north, Races on reindeer sled in the Reindeer Herder's Day on Yamal,editorial

Lebih dari satu abad lalu atau pada 1909, penjelajah asal Amerika Serikat Robert Peary berhasil mencapai sisi paling utara Bumi. Misi eksplorasi ini merupakan hal yang tak pernah dibayangkan oleh manusia sebelumnya.

Bersama asistennya, Matthew Henson dan empat orang Eskimo, Robert Peary mencapai titik paling ujung dari geografis Bumi atau ke titik yang selalu di tuju jarum kompas. Lalu ada apa di sana?

Secara geografis Kutub Utara adalah titik paling utara di planet ini, tempat sumbu Bumi bersinggungan dengan permukaannya. Garis lintangnya 90 derajat utara. Di sana, tak ada zona waktu.

Seperti dikutip Edisi Bonanza88 dari Live Science, kutub itu dikelilingi Samudera Arktik, yang kedalamanannya mencapai 13.400 kaki atau 4.084 meter. Di lapisan atasnya tertutup dengan es setebal 1,8 hingga 3 meter.

Karena menjadi poros kemiringan Bumi, di Kutub Utara hanya mengalami satu kali matahari terbit dan satu kali matahari terbenam dalam satu tahun. Masing-masing terjadi bulan Maret dan September. Jadi selama musim panas, sepanjang hari selalu ada matahari, sedangkan selama musim dingin, di sana selalu gelap.

Suhu cuaca di Kutub Utara jelas sangat dingin. Di musim panasnya saja suhunya bisa mencapai 0 celcius. Sementara suhu rata-rata tahunan Kutub Utara yakni minus 40 celcius. Dan orang yang digadang-gadang pertama kali menjamah dan menghirup udara dingin di Kutub Utara yakni Robert Peary.

Peary adalah seorang insinyur teknik sipil Angkatan Laut AS. Ia melakukan penjelajahan pertamanya ke pedalaman Greenland pada tahun 1886. Pada 1891, Henson seorang pelaut muda Afrika-Amerika, bergabung menjadi asistennya dalam ekspedisi Arktik keduanya.

Mereka melakukan perjalanan panjang menggunakan kereta anjing ke wilayah timur laut Greenland dan menjelajahi apa yang sekarang dikenal sebagai “Peary Land.” Pada 1893, para penjelajah mulai bergerak menuju Kutub Utara, dan pada 1906, pada perjalanannya yang kedua, mereka hampir mencapai garis lintang 88 derajat utara.

Kemudian pada 1908 pasangan ini melakukan perjalanan ke Pulau Ellesmere dengan kapal dan setahun kemudian berhasil mengarungi ratusan mil es untuk mencapai titik di garis lintang 90 derajat utara pada hari ini lebih dari satu abad lalu atau tahun 1909.

Ada apa di Kutub Utara? Masih menurut Live Science, penghuni kutub es itu didominasi oleh burung-burung yang sedang ingin bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lain. Misalnya burung salju kecil, fulmar, kittiwake.

Sementara untuk hewan daratnya yang pernah terlihat ada di daerah Kutub Utara (meski langka) adalah beruang kutub. Selain itu di caribou atau rusa kutub dan musang kutub tidak berani menjelajah sampai ke titik Kutub Utara, meski hidup di wilayah sekitar sana.

Sedangkan apabila melihat ke bawah es, kita bisa menemukan krustasea atau udang-udangan kecil, anemon laut, dan beberapa spesies ikan, yang paling umum adalah ikan kod arktik. Sementara mamalia luat seperti paus jarang menjelajah sampai Kutub Utara.

Penjelajahan Pertama ke Kutub Selatan

Captain Roald Engelbregt Gravning Amundsen, 1872 to 1928 Norwegian Stock  Photo - Alamy

Roald Engelbregt Gravning Amundsen awalnya tak berambisi menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Selatan. Target Amundsen hanya melampaui pencapaian idolanya, Fridtjof Nansen, yang nyaris berhasil menaklukkan Kutub Utara pada 1895.

Demi membantu Amundsen mewujudkan ambisinya yang tak pernah tercapai, Nansen bahkan sampai meminjamkan Fram, kapal yang ia gunakan dalam ekspedisi gagal mencapai Kutub Utara, kepada Amundsen.

Tak ada yang bisa berangkat ke Kutub Utara begitu saja. Persiapan keberangkatan memakan waktu bertahun-tahun. Pada 1909, sementara Amundsen masih mempersiapkan ekspedisinya, tiba kabar bahwa dua ekspedisi berbeda yang dipimpin oleh Robert Peary dan Frederick Cook (keduanya penjelajah Amerika Serikat), telah mencapai Kutub Utara.

Kebenaran klaim tersebut masih diragukan, namun cukup untuk membuat Amundsen mengubah tujuan. Karena keabadian tak lagi bisa ditemukan di titik paling utara, Amundsen memutuskan untuk menaklukkan Kutub Selatan. Rencana ini ia rahasiakan dari semua orang kecuali saudara laki-lakinya.

Salah satu alasannya: Robert Scott juga sedang dalam masa persiapan untuk mencapai Kutub Selatan. Dan Scott, tidak seperti Amundsen, pernah ke Antartika. Alasan lainnya adalah tak ada jaminan Nansen akan mengizinkan Fram berlayar ke Antartika.

Amundsen dan timnya berangkat dari Oslo pada 3 Juni 1910. Yang dunia tahu, Fram akan berlayar mengelilingi Cape Horn lalu ke Alaska, kemudian ke Kutub Utara.

Manusia-manusia Pertama

Mengintip Kehidupan Anak-anak Suku yang Tinggal di Lingkungan Ekstrem

Roald Amundsen baru mengungkap tujuan Fram yang sebenarnya dari Madeira, Portugal. Saat itu Robert Scott dan timnya, yang berlayar dari Cardiff (Wales) pada 15 Juni 1910, sedang dalam perjalanan menuju Australia.

Terra Nova berlayar untuk mengumpulkan data ilmiah di Antartika. Mencapai Kutub Selatan hanya bonus. Kabar dari Amundsen mengubah perjalanan menjadi perlombaan antara penjelajah yang pernah mencapai Antartika dengan seorang perencana cermat, penjelajah paling teratur di generasinya. Ini perlombaan buta, karena tak ada metode untuk mengetahui dengan persis bagaimana cara mencapai tujuan.

Sesampainya di Antartika, Amundsen dan timnya mendirikan pangkalan di Bay of Whales. Pangkalan yang diberi nama Framheim tersebut berdiri pada 27 Januari 1911. Mereka menghabiskan musim dingin di Framheim sambil mempersiapkan perjalanan ke Kutub Selatan. Tim Amundsen akhirnya bertolak pada 19 Oktober 1911.

Setelah 56 hari perjalanan, tepat pukul 15.00 pada 14 Desember 1911, Amundsen dan timnya mencapai Kutub Selatan. Menurut perhitungan, mereka berdiri tepat di 90° S. Ketika meraka tiba di sana, tidak ditemukan tanda-tanda lokasi pernah terjamah manusia.

Amundsen dan timnya merayakan keberhasilan tersebut dengan makan malam perayaan. Dalam buku hariannya Amundsen menulis: “Tujuan tercapai, perjalanan selesai. Saya tak bisa bilang—walau aku tahu ini akan terdengar lebih efektif—bahwa tujuan hidup saya telah tercapai. Itu akan menjadi tindakan melebih-lebihkan yang tak tahu malu.”

Tim Amundsen mendirikan kemah bernama Polheim. Selama berada di Kutub Selatan, tim Amundsen mengumpulkan data dan bergerak ke segala penjuru untuk memasang patok penanda, penegas keberhasilan mereka sebagai manusia-manusia pertama yang berhasil mencapai Kutub Selatan.

Sebelum meninggalkan Polheim pada 18 Desember 1911 untuk kembali ke Framheim, Amundsen meninggalkan surat untuk Raja Hakoon VII dan pesan untuk Scott. Isi pesannya: agar Scott menyampaikan kabar keberhasilan ekspedisi Amundsen kepada Raja. Ini bukan bentuk keangkuhan, melainkan dokumentasi. Andai tim Amundsen tertimpa musibah dalam perjalanan pulang dan tak ada yang selamat, kabar keberhasilan tetap sampai kepada Raja.

“Scott akan tiba dalam satu atau dua hari,” ujar Amundsen kepada anggota timnya. “Jika pengetahuanku tentang orang-orang Inggris ini benar, mereka tidak akan menyerah jika mereka sudah memulai.”

Tebakan Amundsen tepat. Tim Scott terus maju dan akhirnya sampai di Kutub Selatan, 35 hari setelah tim Amundsen. Saat itu terjadi, Amundsen dan timnya sedang dalam perjalanan menuju Framheim; mereka tiba dengan selamat pada 25 Januari 1912.

Scott menemukan dan membaca pesan yang ditinggalkan kepadanya, namun ia tak pernah menyampaikan surat Amundsen kepada Raja Hakoon VII. Scott dan seluruh anggota timnya meninggal dalam perjalanan pulang.

Radang dingin, kelaparan, dan kelelahan menjadi penyebab meninggalnya Scott dan timnya. Mereka terjebak badai salju yang berlangsung selama sembilan hari, hanya sekitar 18 km dari pangkalan.

Suku di Selatan Dunia

HEWAN PENAKLUK GANASNYA IKLIM KUTUB SELATAN !!! - YouTube

Suku Eskimo atau Esquimaux adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang mendiami daerah kutub bumi, tidak termasuk Skandinavia dan sebagian besar Rusia, tapi termasuk bagian paling timur Siberia. Ada dua kelompok besar Eskimo yakni Inuit “di utara Alaska, Kanada dan Greenland” dan Yupik “dibarat Alaska dan Timur Jauh Rusia”.

Orang Eskimo memiliki hubungan dengan etnis Aleut dan Alutiiq dari Kepulauan Aleutian di Alaska dan juga Sug’piak dari Kepulauan Kodiak hingga Prince William Sound di selatan tengah Alaska.

Orang Eskimo merupakan orang Asia terutama orang Asia Timur dikarenakan ciri fisik kehidupannya sangat mirip dan dari paras wajah yang seperti orang Asia Timur. Hal ini menunjukkan bahwa sejak dahulu kala Bangsa Asia berimigrasi ke Benua Amerika ini.

Eskimo tinggal dalam beberapa kelompok keluarga, masing-masing berisi beberapa ratus orang. Anak-anaka Eskimo dianggap “harta” dan jarang dihukum. Tapi tidak berarti mereka dimanja. Peran lelaki ialah berburu makanan, mengendalikan kereta luncur anjing, mendayung perahu, dan membangun tempat penampungan.

Sedangkan perang seorang istri yang paling penting ialah untuk membuat pakian keluarga yang hangat. Mereka juga harus menjaga anak-anak, memasak untuk keluarganya dan bahkan membantu tugas suaminya.

Suku Eskimo memiliki gaya hidup yang unik. Mereka mendapatkan makanan dengan cara berburu binatang, seperti beruang dan serigala. Selain itu, mereka juga mendapatkan sumber makanan dengan cara memancing ikan. Pada umumnya, makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Hal ini dikarenakan kondisi mereka yang tinggal di daerah kutub yang senantiasa beku sehingga cukup sulit untuk mengolah makanan. Makanan mentah memang tidak enak untuk dimakan. Tapi karena mereka jauh dari peradaban dan teknologi canggih, maka mereka memakannya mentah-mentah.

Penduduk Suku Eskimo juga mengenakan pakaian yang berlapis-lapis dan sangat tebal. Hal ini dilakukan untuk mengontrol suhu tanpa banyak mengeluarkan keringat. Suku timur Eskimo, Inuit berbicara dalam bahasa Inuktitut sedangkan komunitas Eskimo barat Alaska, Yup’ik berbicara dalam bahsa Yup’ik, terdapat suatu kesamaan dialek antara keduanya dan dialek Inuktitut paling barat dapat dianggap merupakan bentuk dari dialek Yup’ik.

Suku Eskimo hidup atau mendapatkan makanan dengan cara berburu binatang, seperti buruang dan serigala. Selain itu mereka juga mendapatkan sumber makanan dengan cara memancing ikan. Pada umumnya makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan mentah, hal ini dikarenakan kondisi mereka yang tinggal di daerah kutub yang senantiasa beku sehingga cukup sulit untuk mengolah makanan.

Bangsa Eskimo yang hidup di lingkar atas kutub utara memiliki sebuah rumah unik yang bernama Igloo, di katakan unik karena seluruh bagian rumah terbuat dari es dan bentuknya setengah bundar ( Dome ) dan berpintu masuk berupa silinder. Seperti kebutuhan rumah manusia lainnya, orang orang eskimo juga memiliki alasan membuat Igloo untuk berlindung dari udara dingin, hewan buas (hewan buas kutub seperti beruang).

Bangunan Igloo ini memiliki konstruksi yang kuat karena di buat dengan Es yang tak mudah meleleh dan mereka membuat Igloo waktu saat musim dingin akan datang jadi bisa dikatakan kalo rumah jenis ini merupakan rumah temporer yang hanya ada waktu musim dingin karena saat musim hangat (panas/summer) Igloo akan meleleh.

Suhu di dalam rumah Iglo cukup hangat dan nyaman ditinggali dan tak terpengaruh suhu diluar yang bisa sampai -45 derajat celcius dan semua kegiatan dilakukan di dalam rumah tersebut.

Suku Inuit di Utara Dunia

Mutasi Genetik Penolong Suku Inuit - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.co

Inuit merupakan sebutan bagi bangsa asli yang tinggal di kawasan Artik, Kutub Utara. Mayoritas Bangsa Inuit tinggal di wilayah Kanada, namun sebagian dari mereka juga tinggal di wilayah negara lainnya di Kawasan Artik, termasuk Swedia, Finlandia, Denmark (Greendland, Iceland, Rusia dan Amerika Serikat (Alaska).

Di masa lalu, etnik Eropa di wilayah Kanada dan AS menyebut bangsa ini dengan sebutan Eskimo, yang berarti pemakan daging mentah dalam bahasa Inuit.

Istilah itu kemudian dianggap merendahkan dan tidak dipakai lagi. Bangsa Inuit secara tradisional adalah pemburu dan penangkap ikan. Mereka memburu hewan-hewan setempat termasuk ikan paus, walrus, caribou, singa laut, beruang kutub, burung dan ikan.

Hingga sekarang mereka masih meneruskan tradisinya, sekaligus beradaptasi dengan dunia yang modern. Mayoritas Bangsa Inuit masih berbicara bahasa Inuit dan juga berbicara bahasa lain, seperti Inggris, Prancis, Rusia dan Bahasa Nordik lainnya.

Bangsa Inuit dikenal memiliki teknologi tradisional yang tinggi. Saat musim panas, Bangsa Inuit membuat kapal yang terbut dari qajaq (kulit singa laut), yang efektif dan kuat untuk ditumpangi dan diisi kargo berupa barang-barang rumah tangga dan hasil buruan. Lalu, pada musim dingin Bangsa Inuit menggunakan qamutik (kereta anjing) sebagai alat transportasi.

Anjing yang digunakan adalah hasil breeding khusus dari anjing dan serigala, yang telah dikembangkan oleh bangsa Inuit secara tradisional, yaitu termasuk Canadian Eskimo Dog, Qimmiq, Siberian Husky atau Alaskan Malamute. Dalam beberapa tahun terakhir keberadaan kereta yang ditarik anjing ini mulai berkurang digantikan oleh kereta saju berbahan bakar bensin.

Bangsa Inuit menganut animisme yang terinspirasi dari alam. Mereka percaya bahwa alam semesta tidak diatur oleh satu entitas. Hukum adat, ritual, dan tabu mayoritas diilhami oleh lingkungan yang keras seperti musim dingin yang panjang, hutan belantara yang tebal, lautan, dan sumber daya yang berkelanjutan.

Legenda  yang menjadi fondasi bangsa Inuit adalah mengenai Sedna. Sedna adalah seorang wanita cantik yang menolak dijodohkan ayahnya, Anguta, dengan penduduk desa setempat. Karena marah Anguta menceburkan Sedna di laut.

Ketika Sedna mencoba memanjat kembali perahu kanonya, Anguta memotong jari-jari Sedna. Jari-jari tersebut berubah menjadi singa laut pertama, dan Sedna menjadi penguasa laut.

Apabila bangsa Inuit tidak memperhatikan lingkungan maka rambut Sedna akan menjadi kusut, jika itu terjadi maka tetua adat harus merapikan kembali rambut Sedna, dan binatang-binatang buruan akan keluar lagi dari jari-jari Sedna.

Bangsa Inuit  juga percaya bahwa binatang, seperti juga manusia memiliki jiwa yang kekal. Aurora borealis dipercaya sebagai wujud dari arwah dari teman dan keluarga yang sudah meninggal. Pada saat aura borealis keluar, dilarang keras untuk bersiul, karena akan menyinggung para arwah, dan mereka akan turun ke bumi untuk memenggal orang yang bersiul tersebut.