Yakuza, gangster, mafia atau apapun istilahnya yang senada dengan istilah kejahatan merupakan bentuk citra masyarakat Jepang. Citra Jepang yang telah berkembang sejak abad 18 merupakan pencitraan akan nilai-nilai feodal dengan system kepemimpinan terpusat, yang dikatakan oleh kelompok mereka sebagai warisan dari kaum samurai (ronin), yang memiliki peran besar dalam posisinya sebagai salah satu kelompok penjahat dengan jaringan luas dan terorganisir dengan baik.

Saking legendarisnya, kisah kehidupan Yakuza telah berkali-kali diangkat sebagai cerita komik, film, dan video game. Meski sering dengar namanya, banyak yang belum tahu bagaimana kehidupan Yakuza yang sebenarnya. Masalahnya geng ini memang tertutup dan sangat misterius.

Jelas bukan seperti preman pasar biasa, Yakuza punya sejarah yang sangat panjang di Jepang. Anggota-anggota Yakuza bisa dikenali dari tato yang hampir menutupi hampir seluruh badannya.

Tapi kalau tato-tato itu tertutup dengan baju panjang, kamu bakal susah deh bedain anggota Yakuza dari warga Jepang biasa. Berikut ini fakta-fakta tentang Yakuza,  Bukan cuma yang paling terkenal, Yakuza adalah sindikat atau geng kriminal paling besar di dunia. Jumlah anggotanya mencapai lebih dari 100 ribu orang

Data yang dihimpun Bonanza88, Yakuza juga sampai berkembang pesat di luar negeri lho. Yakuza punya markas kuat di Hawai dan wilayah lain di Amerika Serikat. Kabarnya anggotanya pun tersebar sampai Indonesia.  Lagi-lagi bukan hanya yang paling besar, Yakuza juga termasuk geng kejahatan paling kaya di dunia. Penghasilannya sampai 2x lebih besar dari bos kartel obat di Meksiko

Selain itu, Yakuza juga mengontrol lebih dari 25 ribu perusahaan di Jepang dan luar negeri, kebanyakan usaha Yakuza legal lho. Makanya kelompok ini susah ditangkap hanya karena operasinya sehari-hari.  Industri porno dan hiburan dewasa Jepang yang tersohor di dunia itu, juga dimotori oleh sindikat Yakuza. Ya jelas aja sih bisa kaya raya

Pengaruh Yakuza tumbuh jadi sangat besar di Jepang, pada era Perang Dunia II. Ketika semua kebutuhan dasar jadi langka karena perang, pasar gelap Yakuza jadi penyedia utama Saking makmurnya, semakin banyak orang yang akhirnya bergabung dengan Yakuza. Tapi sejarahnya, Yakuza beranggotakan ‘orang-orang yang terbuang’

Namanya pun melambangkan akar sejarah orang-orang terbuang itu. Yakuza merupakan semacam plesetan untuk istilah ‘good for nothing‘ : orang yang tidak ada gunanya Sebagai bentuk kesetiaan, tradisinya tiap anggota akan memenuhi badannya dengan tato. Hanya segaris bidang di perut yang akan dibiarkan kosong

Tak cukup hanya anggotanya sendiri yang menunjukkan kesetiannya pada sindikat. Sampai istri-istri anggota, badannya juga banyak yang ikut ditato supaya dianggap setia. Bukan cuma ditato, anggota Yakuza bahkan sampai rela memberikan jarinya sebagai ‘permintaan maaf’ jika melakukan kesalahan.

Jari yang ‘diberikan’-pun ada aturannya tersendiri. Tiap satu kesalahan, ruas-ruas jari akan dipotong dari jari kelingking tangan kanan. Jika jari kelingking kanan sudah habis, maka akan dilanjutkan ke kelingking kiri dan seterusnya.

Ritual ini ada alasannya lho. Pada zaman samurai dulu, jari kelingking sangat penting untuk memegang pedang. Jika jari kelingkingnya jadi pendek atau hilang, otomatis orang itu tidak bisa lagi memegang pedang dengan benar sehingga jauh lebih bergantung pada perlindungan anggota lain.

Istilahnya, jadi lebih tergantung gitu sama organisasi. Kalau sekarang sih masih dilakukan, tapi hanya sebatas karena tradisi. Meskipun penjahat, anggota Yakuza memang tidak bisa berlaku sembarangan. Ada banyak kode etik yang harus dipatuhi. Bahkan tindakannya pun tidak selalu buruk lho. Yakuza seringkali memegang peranan penting dalam membantu penanganan korban bencana alam besar di Jepang

Kesuksesan Olimpiade 2020 Tokyo juga katanya berada di ‘tangan’ Yakuza. Sindikat ini menguasai industri konstruksi di Jepang yang bertanggung jawab bangun infrastruktur. Pengaruhnya di politik juga besar sekali.

Meski jelas tidak terang-terangan, Yakuza selalu mendukung kelompok nasionalis kanan di Jepang. Meski sangat besar, kaya raya, dan berpengaruh, Yakuza dilemahkan sendiri oleh perselisihan internal yang terjadi antar anggotanya. Perseteruan antar wilayah Yakuza makin beringas saja

Menarik lika-liku sindikat kejahatan terbesar di dunia ini. Yang lebih unik lagi bagaimana Yakuza masih bisa bertahan dan seakan-akan ‘menempatkan diri’ dalam kehidupan masyarakat modern Jepang.

Tidak bersembunyi atau terselubung seperti banyak organisasi kriminal yang lain, Yakuza nyatanya sekarang justru lebih terang-terangan. Jelas mereka masih ditakuti dan dibenci, tapi Yakuza juga tampaknya tak segan-segan membantu negara atau lingkungannya jika dibutuhkan.

Sejarah dan Tingkatan di Yakuza

Tak Bisa Lagi Andalkan Kekejaman hingga Melarat, Sindikat Yakuza Kini Harus  Bertahan Hidup dengan Mencuri Buah - Semua Halaman - Intisari

Yakuza adalah sebuah organisasi sosial di Jepang yang dikenal sangat jahat, organisasi ini berdiri jauh sebelum pemerintahan Jepang ada, sekitar tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menumbangkan Shogun Terdahulu, akibatnya sekitar 500.000 Hatomo-Yakko (Pelayan Para Shogun) kehilangan tuannya, atau biasa di sebut kaum Ronin.

Banyak dari kaum ronin ini menjadi penjahat, mereka menyebut diri mereka sebagai kabuki-mono, karena kesetiaan diantara meraka yang begitu tinggi sehingga kelompok ini sulit dibasmi.

Kaum kabuki-mono selalu mengancam penduduk desa sehingga banyak dari penduduk desa tersebut membentuk satuan desa yang terdiri dari pekerja sukarela demi keamanan mereka disebut Machi-Yoko. Walaupun jumlahnya sedikit dan kurang terlatih tetapi para Machi-Yoko ini mampu menjaga daerah mereka dari serangan-serangan para kaum kabuki-mono.

Pada abad 17 rakyat Jepang menganggap Kaum Machi-Yoko ini sebagai pahlawan karena keberhasilan mereka menjaga desa. Dari pahlawan berubahlah menjadi penjahat setelah keberhasilan tersebut para kaum Machi-Yoko ini banyak yang meninggalkan profesi asli mereka dan menjadi preman, dan parahnya para shogun ikut memelihara mereka.

Kaum Machi-Yoko ini terbagi 2 kelas yaitu kaum Bakuto (Penjudi) dan kaum Tekiya (Pedagang), pada dasarnya kaum Tekiya ini cuma menumpang nama saja menjadi pedagang karena pada kenyataannya kaum Tekiya ini sering menipu dan memeras

para pedagang, namun begitu kaum ini mempunyai sistem kekerabatan yang kuat, ada hubungan kuat antara : Oyabun (Boss-bapak) dan Kobun (bawahan-anak), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang biasa kita temukan pada organisasi yakuza saat ini.

Sedang kaum Bakuto ini di jadikan alat para Shogun untuk berjudi dengan petugas konstruksi dan irigasi agar uang mereka habis di meja judi dan bisa di pekerjakan dengan gaji murah.

Nama yakuza menurut cerita berhubungan dengan dunia judi, dulu ada permainan yang sering dimainkan oleh kaum Bakuto namanya Hanafuda. Permainan ini mirip Black Jack setiap orang yang main dibagikan masing-masing tiga kartu, kemudian maka angka terakhir yang akan menang, kartu berjumlah 20 sering di sumpahi oleh orang-orang karena berakhir dengan angka nol, salah satu konfigurasi kartu ini adalah angka 8-9-3 dan jika disebut dalam bahasa Jepang Ya- Ku-Za.

Kaum Bakuto juga mempunyai tradisi menato seluruh anggota tubuh mereka, orang Jepang menyebutnya Irezumi dan memotong jari (Yubitsume) sebagai simbol penyesalan atau hukuman. Seiring waktu Kaum Bakuto dan Kaum Tekiya menjadi satu identitas dan sekarang lebih di kenal dengan nama yakuza.

Yakuza dikenal sebagai organisasi kejahatan yang memiliki ciri khas tersendiri dengan struktur organisasi yang rapi, sehingga hal inilah yang membedakan yakuza dengan organisasi-organisasi kejahatan lainnya di dunia. Yakuza bukan hanya sekedar kumpulan penjahat dan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda, tetapi mereka semua tergabung dalam suatu ikatan keluarga. Dalam organisasi yakuza terdapat istilah ikka, yaitu suatu bentuk keluarga yang anggotanya tidak memiliki hubungan darah satu sama lain.

Dalam yakuza, kata ikka diganti dengan istilah gumi yang berarti kelompok atau kai yang berarti asosiasi. Kata tersebut diletakkan setelah nama suatu kelompok, misalnya Yamaguchi-gumi atau Inagawa-kai. Struktur organisasi yakuza berbeda dengan strukur organisasi kejahatan di negara lain.

Dalam struktur organisasi yakuza terdapat tiga struktur yang mendasar, yaitu hirarki formal dalam tugas dan tingkatan, hirarki berdasarkan sistem Ie tradisional Jepang, dan hirarki dalam internal kelompok. Struktur organisasi yakuza memiliki bentuk yang sama dengan sistem keluarga inti Ie di Jepang. Ie adalah sebuah bentuk keluarga yang mempunyai sistem tersendiri yang berurat berakar pada masyarakat Jepang.

Oleh karena itu, Ie mempunyai hubungan yang dalam dengan sistem nilai dan struktur masyarakat Jepang dan juga merupakan suatu sistem masyarakat dalam kesejarahan Jepang tersendiri (Sistem Ie berbentuk patrilineal yaitu suatu keluarga yang berlangsung terus menerus melalui garis keturunan ayah. Keluarga Ie dipimpin oleh kacho (ayah) sebagai keluarga dan chonan (anak laki-laki pertama) yang akan menjadi kacho generasi berikutnya.

Objek dari kesinambungan sistem Ie adalah hubungan darah (hubungan orang tua dengan anak, hubungan abang dengan adik), hubungan tempat tinggal (rumah dan pekarangan), dan hubungan ekonomi (produksi, konsumsi, usaha dan harta). Karena keluarga Ie merupakan kelompok untuk menjalankan kehidupan, maka orang yang bukan hubungan darah pun dimungkinkan menjadi anggota keluarga.

Yakuza mengadopsi sistem Ie ke dalam hubungan orang tua-anak yang disebut hubungan oyabun-kobun. Oyabun berarti orang yang memiliki status oya, yaitu sebagai orang tua dalam kelompoknya atau sebagai pemimpin dari suatu organisasi dan kobun adalah orang yang memiliki status ko, yaitu sebagai anak dalam kehidupan keluarga atau sebagai bawahan dalam suatu organisasi.

Oyabun mengatur, membawahi dan memberikan perlindungan terhadap kobun. Sedangkan kobun selalu tunduk dan setia menjalankan perintah yang diberikan Oyabun.

Pada masa yakuza awal, hubungan oyabun-kobun membentuk kekuatan dan hubungan yang erat yang luar biasa, bahkan sampai menciptakan pengabdian fanatik kepada bos. Sampai sekarang, sistem oyabun-kobun masih terus menyuburkan kesetiaan, ketaatan, dan kepercayaan diantara para yakuza. Kobun harus bisa bertindak sebagai teppōdama (peluru) dalam sebuah perkelahian dengan geng lain.

Mereka harus berdiri paling depan, menghadang senjata dan pedang musuh, serta mempertaruhkan nyawanya demi melindungi oyabun. Dan adakalanya kobun mengambil alih tanggungjawab dan masuk penjara atas kejahatan yang dilakukan oleh oyabunnya.

Tingkatan dalam organisasi yakuza tradisional dan modern bersifat feodal, yaitu satu pemimpin (oyabun) membawahi semua bawahan (kobun). Tingkatan hirarki dalam organisasi yakuza sangat jelas perbedaan stratanya. Masing-masing tingkatan memiliki kewajiban, status dan hak istimewa yang berbeda-beda.

Urutan tingkat dari yang teratas adalah kumi-chō atau yang disebut dengan oyabun, yaitu pemimpin dari suatu organisasi, wakagashira atau pemimpin muda, saikō kanbu atau eksekutif senior, kanbu atau eksekutif, kumi-in atau prajurit, dan jun-kōsei-in atau anggota magang. Kemudian terdapat juga kigyōshatei yaitu hubungan bisnis antar saudara yang tidak berhubungan langsung dengan ikka, tetapi tetap mendapatkan keuntungan dari kelompok ikka tersebut.

Yakuza di kehidupan masyarakat Jepang

Mob war mirrors race for Japan's next premier - Asia Times

Pengaruh Yakuza lebih bisa diterima dalam masyarakat Jepang. Yakuza juga memiliki sebuah firma dan menjalin aliansi politik jangka panjang dengan sekelompok nasionalis sayap kanan. Pengaruh mereka meluas hingga ke negara-negara Asia lainnya, bahkan hingga ke Amerika. FBI yang bertugas untuk melacak jalur uang dalam tubuh Yakuza mengalami kesulitan, mengingat di Jepang money laundry bukan termasuk tindak kriminal.

Tidak seperti organisasi kriminal lainnya di dunia, Yakuza tidak mau menunjukkan sikap low profile. Mereka sengaja menunjukkan diri pada masyarakat hampir di setiap kota Jepang, klub-klub Yakuza diberi tanda dan logo yang benar-benar mencolok mata.

Masuknya yakuza kedalam perpolitikan Jepang tidak terlepas dari pengaruh seorang godfather, godfather memiliki kemampuan menstabilkan hubungan antar kelompok politik sayap kanan dan geng kriminal.

Pada 1952 Jepang mulai menata kembali kehidupan politiknya setelah tentara Amerika Serikat mulai menduduki Jepang pada tanggal 2 September 1945 karena kekalahannya dalam Perang Dunia II. Jendral Douglas MacArthur yang merupakan panglima tertiggi Sekutu di Jepang mulai merombak segala tatanan hukum di negara Jepang.

Awal pemberlakuan hukumnya di antaranya adalah dengan pelucutan senjata, liberalisasi, unifikasi wilayah dan desentralisasi ekonomi. Sekutu yang dimotori oleh Amerika Serikat, mereka menginginkan kemakmuran dan kekuatan ekonomi di Jepang yang saat itu belum terkonsentrasi, tetapi harus lebih desentralisasi dan dijadikan perusahaan publik dalam kerangka demokrasi. Alat yang dipakai MacArthur untuk membuat ulang Jepang adalah serangkaian perintah yang disebut SCAPINS.

Kependudukan Amerika Serikat resmi berakhir tahun 1952 setelah adanya Perjanjian Sanfrancisco antara Jepang dengan Amerika Serikat, yang artinya bahwa Jepang akan lepas dari pendudukan Amerika Serikat.

Dilansir Edisi Bonanza88 dari The New York Time Magazine yang ditulis oleh Donald Kirk yaitu seorang wartawan Freelance yang mengkhususkan diri pada masalah-masalah Asia. Dalam majalah ini diceritakan saat Donald Kirk mewawancarai seorang sindikat kriminal terbesar di Jepang yang bernama Hideomi Oda.

Dalam wawancara tersebut Oda menceritakan mengenai perekrutan anggota Yakuza oleh Kodama yang merupakan seorang pendiri Federasi Patriotik Jepang,

“Dunia bawah tanah Jepang menampilkan perkawinan antara Politik dan kejahatan. Corak itu tampak nyata dalam serikat ultranasionalis Zen-Ai-Kaigi, alias Federasi Politik Jepang yang didirikan Kodama. Federasi sayap kanan ini muncul mengimbangi Sayap Kiri,”

Godfather merupakan legislator politik handal yang melayani pemerintah dalam usaha korupsi, mata-mata, dan bisnis kotor lainnya. Aliansi pertama yang berhasil  dibuat oleh anggota yakuza di Jepang adalah aliansi antara Yamaguchi gumi. Yakuza juga identik dengan tato atau irezumi, ereka hampir menggambar seluruh badan dari pergelangan tangan, dada, punggung, hingga separuh betis dengan desain-desain yang rumit.

Jika mereka telanjang, tato-tato itu menutupi tubuh mereka dengan sempurna, seperti mengenakan sebuah pakaian. Dibutuhkan waktu ratusan jam untuk mendapat tato lengkap seperti itu, dan tentu saja prosesnya  akan sangat menyakitkan. Bagi Yakuza proses mantato dianggap sebagai sebuah tes mental dan mereka harus kuat bertahan.

Pada 1980-an Pemerintah Jepang mulai merancang Undang- Undang Pencegahan Pelanggaran Hukum oleh Anggota Boryokudan (Yakuza atau geng kriminal). Yakuza mengelak disebut sebagai boryokudan dengan cara bersembunyi dibalik bisnis yang mereka gunakan sebagai kedok.

Mereka juga menerbitkan buku berjudul How to Evade the Law yang didistribusikan di antara anggota Yamaguchi gumi (family yakuza yang paling besar dan berpengaruh). Dengan adanya undang-undang anti Yakuza ini, masa depan Yakuza nampak semakin suram dan masa depan Yakuza pada saat itu mulai tidak menentu.

Tetapi bagi Jepang hal ini merupakan suatu awal penyelamatan dan pembersihan negara Jepang dari kasus-kasus skandal dan korupsi yang telah terjadi selama awal pemerintahan Jepang. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada mereka beberapa puluh tahun ke depan. Apapun kemungkinannya, yang jelas Yakuza masih ada hingga saat ini.