Baru-baru ini, Kapolres Kota Bogor Komisaris Besar Susatyo Purnomo mengungkap kasus pembunuhan Diksa Putri.

Jenazahnya sang korban dikabarkan dibungkus dalam plastik hitam dan diletakkan di depan toko bangunan di Tanahsareal, Bogor.

Penemuan mayat Diska Putri di pinggiran toko tersebut pun akhirnya sempat membuat geger warga setempat.

Menanggapi hal itu, sang pihak berwajib tersebut menjelaskan bahwa kematian Diska Putri ini terjadi karena adanya aktivitas cekik dari pelaku pembunuhan.

Petugas forensik menemukan tekanan benda tumpul di bagian leher dari hasil autopsi kasus pembunuhan siswi SMA Negeri 1 Cibungbulang itu.

“Sehingga (Cekikan itu) menyebabkan wanita itu meninggal,” kata Susatyo di Bogor, Jumat 26 Februari 2021.

Susatyo Purnomo juga mengatakan bahwa Polres Kota Bogor masih melakukan penyelidikan kasus kematian Diska Putri.

Polisi telah mengumpulkan keterangan dari lima saksi terdiri dari saksi di lokasi dan keluarga korban.
Susatyo menyebut selain luka lebam pada leher korban, belum ditemukan luka luar lain atau kekerasan seksual terhadap korban.

“Tanda kekerasan seksual masih dalam proses penyelidikan, baru ditemukan memar di leher saja,” ucap Susatyo.

Kuasa hukum keluarga korban, Banggua Tugu Tambunan menyebut pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Namun Banggua Tugu Tambunan menduga bahwa Diska telah dibunuh dengan modus pembunuhan berencana.

“Kita pasrahkan kepada kepolisian, kita minta kasus ini diusut hingga tuntas,” kata Banggua seperti dilansir Bonanza88 dari Tempo.co.

Menurut keterangan orang tua korban, Diska pamit untuk belajar kelompok dan meninggalkan kediamannya sehari sebelum dikabarkan tewas.

Orang tua korban curiga karena putrinya tak pulang-pulang ketika waktu sudah memasuki larut malam.

“Kagetlah keluarga saat dikabarkan anaknya meninggal, itu pun melalui sosial media,” lanjut Banggua menambahkan.

“Tapi apapun itu, kami menilai pelaku pembunuhan ini sangat keji dan biadab. Semoga segera tertangkap,” tutup Banggua.