Logo PSSI.

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah menyelenggarakan kursus keplatihan lisensi C Diploma wanita pada tanggal 1 hingga 13 April 2021.

Program itu sendiri digelar di dua tempat berbeda, yakni di Hotel Ibis Slipi, Jakarta untuk pembahasan materi teori, dan prakteknya dilangsungkan di Lapangan D Senayan.

Seleksi calon peserta kursus sudah dimulai dari bulan Oktober 2020 yang bersumber dari pelatih wanita berlisensi D di seluruh Indonesia dan mantan pemain tim nasional.

Kursus ini diikuti oleh 26 jumlah peserta dan diinstrukturi oleh Yeyen Tumena dan dibantu Kartono Pramdhan.

Pada Jumat (2/4), kursus ini dibuka oleh Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Maaike Ira Puspita yang didampingi Ditektur Teknik, Indra Sjafri dan Head Departemen Sepak bola Wanita, Papat Yunisal.

Peserta yang mengikuti kursus ini mendapatkan beasiswa penuh dari PSSI melalui program dari AFC terkait pengembangan sepak bola wanita.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyambut positif kegiatan kursus pelatih lisensi C khusus wanita yang pertama kalinya diadakan oleh PSSI ini.

“PSSI terus berkomitmen untuk memajukan sepak bola di Indonesia. Sektor pengembangan, dalam hal ini kursus pelatih dan sepak bola wanita menjadi salah satu fokus saya saat terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.”

“Seperti yang kita ketahui, bulan Maret kemarin kami bersyukur baru saja menjalani pemusatan latihan Timnas Wanita Indonesia di Jakarta. Kali ini, di awal bulan April yang identik dengan hari Kartini dan ulang tahun PSSI, sebanyak 26 wanita hebat mendapatkan beasiswa dari PSSI untuk menjadi peserta kursus pelatih lisensi C PSSI diploma wanita 2021.”

“Kursus lisensi C diploma ini tentu menjadi bersejarah karena PSSI baru pertama kali menggelarnya dengan semua pesertanya wanita,” kata Iriawan.

“Selamat mengikuti kursus kepada semua peserta. Serap ilmu sebanyak-banyak dari instruktur yang memberi materi. Saya percaya pemain yang hebat itu dari pelatih yang hebat,” tmbah Iriawan.

Daftar 26 peserta kursus pelatih Lisensi C Diploma Wanita:

  1. Samkarya Nugraha, Sulawesi Tenggara
    2. Yakomina Swabra, Papua
    3. Yudith Herlina Sada, Papua
    4. Dian Nadia Mutiara, Jawa Barat
    5. Wiwin Yuningsih, Jawa Barat
    6. Yeyet Prihatin, DKI Jakarta
    7. Intan Nuraini Ulfah, DKI Jakarta
    8. Rochambar Lestari, DKI Jakarta
    9. Nurmala, DKI Jakarta
    10. Octavia Abrianti, DKI Jakarta
    11. Nadya Karina Andini, DKI Jakarta
    12. Putri Melati, DKI Jakarta
    13. Anita, DKI Jakarta
    14. Kartiningih Setijorini, Jawa Timur
    15. Wiwik Juwita Sari, Lampung
    16. Adelah Pratiwi, DKI Jakarta
    17. Liana Dewi, Nusa Tenggara Barat
    18. Isna Marhamah, Sumatera Utara,
    19. Lutvida Hesti Rismawati, Jawa Barat
    20. Mastika, Kalimantan Barat
    21. Maya Susmita, Jawa Tengah
    22. Mayyani, Sumatera Selatan
    23. Pipi Handayani, Sumatera Barat
    24. Putria Sartika, Jambi
    25. Aryati, Daerah Istimewa Yogyakarta
    26. Yeni Mayangsari, DKI Jakarta