Karier musik duo elektronik, Daft Punk, berhenti di usia 28 tahun. Kebersamaan Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter dalam naungan nama Daft Punk berakhir setelah mereka menyatakan diri resmi bubar.

Kepastian bubarnya Daft Punk pertama kali tersiar ke publik lewat kanal Youtube mereka. Mengunggah video berujul Epilogue, Daft Punk mengumumkan tidak akan lagi eksis menghiasi belantika musik.

Sepanjang berkarya, Daft Punk punya gaya yang ikonik sekaligus eksentrik. Mereka selalu manggung tanpa berbicara dengan bagian wajah yang ditutupi helm robot.

Artikel edisi Bonanza88 ini lantas coba membongkar deretan fakta menarik Daft Punk selain soal helm robot tadi. Apa saja? Mari simak penjabarannya berikut!

1. Awal Terbentuk

Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter awalnya tak pernah berpikir untuk membentuk Daft Punk. Pada 1992, Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter yang mengajak Laurent Brancowitz, masih sibuk berkarya lewat format band bernama Darlin.

Karya Darlin mendapat kritikan pedas dari majalah musik Inggris, Melody Maker. Penilaian Melody Maker bahkan terkesan mengejek yang mana disertai istilah “a daft punky thrash”.

Ejekan Melody Maker ternyata tak mematahkan mental Darlin. Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter lantas beranjak meninggalkan Darlin untuk membentuk duo elektronik bernama Daft Punk, terinspirasi dari kritikan Melody Maker.

 

2. Cerita di Balik Helm Robot

Daft Punk memang ikonik dengan penampilan panggung mereka yang mengenakan helm robot. Penggunaan helm robot ini ternyata tak sembarangan, melainkan mengandung unsur filosofis.

Thomas Bangalter menyebut helm robot sebagai lambang bahwa Daft Punk hanya fokus bermusik. Lebih jauh, helm robot juga jadi wujud ketertarikan Daft Punk terhadap hal-hal fiksi.

“Kami tertarik pada garis antara fiksi dan kenyataan, menciptakan persona fiksi yang ada dalam kehidupan nyata,” ujar Bangalter dikutip dari Far Out Magazine, Selasa, 23 Februari 2021.

Helm robot ala Daft Punk ternyata ada yang dijual di pasaran. Harganya pun masuk kategori fantastis, US$65 ribu atau hampir satu miliar rupiah.

 

3. Menolak Acara Live

Daft Punk ketenarannya memang begitu mendunia. Namun Daft Punk termasuk musisi yang mustahil ditemukan dalam acara-acara live.

Setiap kali ada tawaran manggung live, Daft Punk pasti menolak. Alasannya sungguh idealis, sebab tujuan utama Daft Punk dalam bermusik bukanlah untuk mengejar uang.

“Kami tidak sensitif terhadap segala jenis tekanan. Karena hal paling berharga yang kita miliki adalah kebebasan dan impian kreatif kita sendiri,” ujar Bengalter.