Sekelompok arkeolog menemukan tempat yang diyakini sebagai kasino bawah tanah di Rusia. Pada abad 17, perjudian adalah sesuatu yang ilegal sehingga orang-orang harus mencari cara untuk bisa bermain secara sembunyi-sembunyi. Orang-orang yang terbukti berjudi dicambuk atau dipotong telinganya.

Menurut Pusat Arkeologi wilayah Pskov, para ilmuwan menemukan sebuah kursi kayu sekitar 619 km di sebelah barat Moskow. Kursi itu diyakini digunakan oleh para penjudi untuk menyembunyikan papan permainan. Bila polisi menggerebek mereka, para penjudi cukup duduk di kursi tersebut untuk menutupi papan permainannya.

“Faktanya adalah bahwa pada masa pemerintahan Alexei Mikhailovich, perjudian dilarang dan dihukum berat. Para pemain harus melakukan segala macam trik untuk menyembunyikan kecanduan mereka. Tahun lalu kami menemukan banyak chip untuk permainan ini, dan sekarang satu lagi bukti dari hiburan yang beragam dari orang-orang Pskov,” kata juru bicara Pusat Arkeologi wilayah Pskov, dilansir dari laman Mirror

Warga Rusia saat ini masih menikmati perjudian, beberapa bahkan menyebut diri mereka kecanduan judi. Pelarangan kasino terjadi kembali pada 2009 ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memaksa kasino untuk dipindahkan ke daerah-daerah terpencil di Siberia, Timur Jauh, eksklaf Laut Baltik Kaliningrad dan di Rusia selatan.

Russian Roulette Berasal dari Rusia?

Russian Roulette, Permainan Maut yang Ternyata Bukan dari Rusia - Russia  Beyond

Permainan nekat ini melekat dengan nama Rusia, padahal sebenarnya semua itu dimulai dari sebuah artikel majalah yang sama sekali bukan dari Rusia.

Russian roulette adalah sebuah permainan maut menggunakan pistol revolver. Permainan ini dimulai dengan mengeluarkan satu buah peluru atau lebih dari silinder revolver.

Silinder tersebut diputar secara acak, kemudian revolver ditodongkan pada diri sendiri, dan pelatuk pun ditarik. Hanya keberuntungan yang dapat menyelamatkan sang pemain dari kematian. Uniknya, permainan nekat ini melekat dengan nama Rusia, padahal sebenarnya semua itu dimulai dari sebuah artikel majalah yang sama sekali bukan dari Rusia.

Frasa Russian roulette pertama kali muncul pada 1937 di salah satu artikel tulisan Georges Surdez, yang dimuat dalam majalah Collier’s Weekly.

Artikel tersebut membahas sebuah hiburan maut yang dilakukan oleh para tentara legiun asing Prancis untuk mengobati rasa bosan saat bertugas di Afrika Utara. Dalam artikel tersebut, Surdez mengutip surat seorang tentara bayaran Jerman yang menceritakan perbincangannya dengan seorang sersan asal Rusia, yang pernah bertugas di Rumania pada 1917.

“Saat terjadi revolusi di Rusia, para perwira Rusia—melihat semua yang ada di sekitar mereka hancur lebur—menganggap mereka tidak hanya kehilangan gengsi, uang, keluarga dan negara, tapi juga kehormatan mereka di depan para sekutu. Lalu beberapa dari tentara Rusia tersebut, tanpa panjang lebar, mengeluarkan pistol revolver miliknya.”

“Di mana saja—di meja, kafe, di hadapan teman—lalu mereka mengambil sebuah peluru dari silinder revolver, memutar silinder itu secara acak dan mengarahkan ujung pistol tersebut ke kepalanya sendiri, kemudian menekan pelatuknya. Lima dari enam tembakan kemungkinan akan meledakan kepala tentara tersebut. Kadang itu terjadi, dan kadang tidak,” demikian kutipan tulisan itu.

Namun, fakta mengenai hal yang tertulis dalam artikel tersebut diragukan oleh para pengamat sejarahmiliter Rusia, terutama terkait ”lima dari enam tembakan”. Pada 1917, tentara kekaisaran Rusia sudah menggunakan pistol revolver Nagant yang berisi tujuh peluru. Pistol revolver enam peluru Smith & Wesson kala itu sudah mulai ditinggalkan.

Keanehan lain adalah kekuatan dan jumlah tentara Rusia-Rumania pada 1917 jauh lebih kecil dibanding kekuatan blok Sentral. Bila memang benar-benar ada permainan Russian roulette di kalangan tentara Rusia, seharusnya tentara Rusia sudah jauh-jauh hari hilang dari peperangan di Rumania tersebut.

Namun, yang menjadi masalah utama dari cerita itu adalah tidak adanya bukti otentik, baik berupa dokumen tertulis ataupun memoar (tulisan yang menyerupai otobiografi penulis, berisi tanggapan atau pesan penulis terhadap suatu peristiwa yang ia alami)  yang dapat membuktikan keberadaan permainan Russian roulette dalam dunia militer kerajaan Rusia, baik pada peperangan di Rumania maupun di tempat lain. Surdez sendiri tidak merasa keberatan ketika ia dinobatkan sebagai pencipta Russian roulette.

Sebelum kemunculan artikel tersebut, permainan semacam itu tidak pernah ada, bahkan di Amerika Serikat sekalipun yang terkenal dengan kultus pistol revolver mereka. Meski demikian, artikel Surdez tetap memikat hati publik dan dicetak ulang di banyak ulasan media ternama AS. Delapan bulan setelah itu, seorang pria AS bernama Thomas Markley bunuh diri dengan melakukan Russian roulette pada hari ulang tahunnya.

Itu adalah pertama kalinya kejadian nyata Russian Roulette yang memakan korban jiwa di AS tercatat dalam sejarah. Sekarang ini sudah ada sekitar 50 kasus kematian akibat Russian roulette di AS. Sementara, statistik serupa tidak pernah tercatat di Rusia, bahkan di internet pun kita tidak dapat mengingat atau pun menemukan informasi mengenai kasus kematian akibat Russian roulette yang terjadi di Rusia.

Seorang pengamat asal Kanada Ivan Kachanovskiy menyatakan Russian roulette menduduki urutan kedua (setelah mafia Rusia, tentunya) dalam daftar stereotipe negara Uni Soviet yang paling populer di dunia. Padahal mungkin, Russian roulette lebih cocok disebut sebagai American roulette.

Russian roulette menjadi istilah yang populer di Rusia dan digunakan secara luas dalam adegan film maupun buku. Pada zaman Soviet, surat kabar lokal menjalankan peranan penting dalam mengekspos cara bersenang-senang yang menyimpang dari dunia Barat itu pada Uni Soviet. Film-film Barat yang berisi adegan permainan tersebut diputar di Uni Soviet, salah satunya The Deer Hunter.

Tokoh dalam film tersebut digambarkan sebagai keturunan emigran Rusia yang dipaksa memainkan Russian roulette oleh tentara Vietnam, namun justru hal itu membuat mereka selamat dari tawanan tentara Vietnam. Akan tetapi film ini menuai banyak kritikan akibat banyaknya penyelewengan fakta yang tidak sesuai dengan kenyataan, salah satunya adalah tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan adanya pemaksaan Russian roulette yang terjadi di Vietnam. Film ini bukan satu-satunya karya sukses nyata yang memunculkan aspek Russian roulette dalam adegannya.

Contoh lain adalah Arizona Dream karya Emir Kusturica dan beberapa film berating lebih rendah yang para tokohnya memainkan Russian roulette. Banyak sekali film-film seperti itu di Amerika Serikat. Adapun dua adegan Russian roulette yang paling mengesankan dalam sinematografi Rusia adalah film komedi tentang tentara Demobbed (DMB) dan film komedi hitam dunia kejahatan Zhmurki yang bercerita tentang kehidupan para bandit yang menggemaskan.

Ada asap, ada api. Memang, Russian roulette tidak pernah benar-benar hadir di tengah bangsa Rusia. Akan tetapi, ada sesuatu dalam karakter bangsa Rusia yang membuat orang berpikir bangsa Rusialah sang pencipta permainan “neraka” menggunakan revolver tersebut. Bukan bangsa Prancis, Italia, atau Amerika dengan kecintaannya kepada senjata api, melainkan bangsa Rusia

Terobosan Vladimir Putin untuk Membuat Kota Judi

Vladimir Putin's 'secret £1billion palace' with lap-dancing den, casino and  tunnel leading to private beach

Presiden Vladimir Putin, Senin, mengajukan sebuah rancangan undang-undang ke parlemen yang akan mengubah Krimea menjadi zona perjudian. Hal itu sejalan dengan sesumbar Rusia untuk mengentaskan Semenanjung Laut Hitam itu keluar dari kemiskinan.

Rusia, seperti dikutip dari AFP, hanya memiliki empat zona judi yang sah. Krimea, yang dikuasai oleh Rusia bulan lalu di tengah kecaman internasional, akan menjadi zona kelima. Perbatasan yang tepat dari zona perjudian baru itu akan ditentukan oleh pihak berwenang daerah di ” Republik Krimea ” , menurut rancangan undang-undang itu.

Dilansir Edisi Bonanza88 dari AFP, undang-undang itu tidak mungkin akan memperoleh perlawanan di parlemen Rusia, yang dikontrol ketat oleh Kremlin. Zona judi Rusia ada di dekat pelabuhan Pasifik Vladivostok, wilayah Altai, wilayah Krasnodar selatan, dan di dekat Kaliningrad.

Zona itu diciptakan setelah Putin mengajukan undang-undang anti-perjudian baru pada tahun 2009 dan menutup kasino di seluruh penjuru Rusia. Analis menunjukkan bahwa menarik modal investor ke zona perjudian tidak akan mudah.

Sebelumnya pada Juli 2009, Rusia memberi kelonggaran warganya untuk berjudi. Inilah yang ramai-ramai dilakukan warga Rusia, di ibu kota Moskow. Pasalnya, mulai hari itu undang-undang yang melarang usaha perjudian dan kasino di negara tersebut akan diberlakukan. Alasannya judi telah merusak para penjudi dan keluarganya, baik secara ekonomi, moral, dan psikologis.

Sebetulnya judi tak sepenuhnya dilarang. Ada empat lokasi khusus yang disiapkan bagi mereka yang gemar judi, yaitu Kaliningrad di Laut Baltik, wilayah Primorsky di Samudera Pasifik, Altai di Siberia, dan dekat Kota Krasnodar dan Rostov di Laut Azov.

Namun rakyat Rusia tak percaya nafsu judi mereka dapat dipuaskan di sana. Pasalnya, keempat wilayah khusus judi tersebut belum dibangun. Diperlukan investasi lebih dari US$ 40 miliar untuk mengubah keempat wilayah itu menjadi pusat judi. Hingga kini dilaporkan hanya sedikit investor yang berminat membangun Las Vegas-nya Rusia itu.

Para pengusaha perjudian Rusia pun yakin, 1 Juli 2009 menjadi tanggal kematian usaha judi di Rusia. Sekitar 400 ribu karyawan dipastikan akan menganggur.

Meski begitu, pemerintah Rusia memiliki aturan keras untuk perjudian gelap. Perjudian gelap menyebar di Rusia sejak peraturan baru diterapkan bulan Juli melarang kasino di sejumlah kota, kata seorang perwira polisi kepada BBC.

Kolonel Oleg Bolderov dari bagian kejahatan ekonomi kepolisian Rusia mengatakan mereka melakukan sejumlah operasi dalam delapan bulan terakhir.

“Kami menutup 70 kasino dan empat ribu mesin judi, serta mengajukan 600 kasus kejahatan terhadap para penyelenggara,” katanya.

Rekaman video polisi salah satu operasi yang diberikan kepada BBC memperlihatkan para petugas mengenakan seragam hitam saat menggerebek kasino gelap dan menangkap basah para staf.

Dua perwira polisi bersenjata berdiri di depan meja poker yang dipenuhi para penjudi.

Meskipun operasi dilakukan sejumlah sumber yang sebelumnya terkait dengan industri perjudian resmi mengatakan tempat perjudian gelap terus bertambah di ibukota Moskow dan St Petersburg, sementara di kota-kota kecil tidak banyak terjadi perubahan sejak peraturan diterapkan.

Muncul juga dugaan bahwa sejumlah perwira senior polisi secara aktif melindungi kasino gelap dengan imbalan dalam jumlah besar.

“Kami didekati seorang polisi yang mengatakan kami bisa tetap beroperasi selama membayar 400 ribu dolar per bulan,” kata seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Kolonel Bolderov mengakui pemerintah terlibat dalam perang yang sulit dimenangkan karena terus meningkatnya kebutuhan terhadap perjudian dan pejabat yang korup.

“Salah satu penjelasan peningkatan perjudian gelap adalah korupsi,” katanya. “Polisi berusaha sebaik mungkin menutup kasino gelap dan mesin perjudian. Kami mencatat sejumlah keberhasilan.”

Di pusat kota Moskow mudah menemukan lorong mesin perjudian karena dioperasikan secara terbuka meskipun berbeda dengan sebelumnya. Anda hanya perlu menelepon beberapa kali untuk mengunjungi kasino gelap.

Mencontoh Negera Tetangga

Russia's Biggest Casino Opens in Far East - CasinosAvenue - All the Casinos  Near Me & Free Online games

Bicara soal judi, yang terlintas di benak traveler pastilah Las Vegas di AS. Siapa sangka, Eropa juga punya kota judi yakni Minsk. Ibukota Belarus ini jadi ‘Las Vegas-nya Eropa’ terutama bagi orang Rusia dan Ukraina.

Minsk, ibukota Belarus disebut-sebut sebagai ‘Las Vegas-nya Eropa’. Ini karena banyaknya kasino yang bertebaran di sudut-sudut kota. Bahkan, spanduk promosi dan tawaran untuk main kasino terpampang di sepanjang jalan dari bandara menuju pusat kota.

Benar saja, sampai di pusat kota Minsk tak sulit mencari tempat yang menyediakan arena bermain casino. Seperti apa suasana kehidupan malam di Minsk? Jalan-jalan di Minsk sudah sepi saat jarum jam menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat. Tak banyak orang lalu lalang di jalan meski suasana belum begitu gelap. Suhu udara berada pada angka 23 derajat Celcius.

Meski tak banyak orang lalu lalang, namun sejumlah toko dan restoran cepat saji tetap buka. Beberapa pasangan juga nampak duduk menikmati malam di sebuah taman kota.

Nah, tempat yang menawarkan arena kasino banyak ditemui di tempat-tempat hiburan di Minsk. detikTravel memilih salah tempat hiburan yang menawarkan arena permainan kasino.

Tak sulit untuk masuk arena kasino tersebut. Petugas resepsionis hanya meminta pengunjung dari luar negeri menunjukkan paspor. Paspor kemudian dipindai, dan pengunjung pun bisa main kasino sepuasnya.

Bagi pengunjung yang tak membawa uang dalam mata uang Rubel Belarus, tak perlu khawatir. Persis di depan pintu masuk arena casino tersedia pusat penukaran mata uang asing (money changer).

Di dalam ruangan ada kurang lebih delapan meja kasino yang dikelilingi enam sampai delapan orang.Empat di antaranya wanita berpakaian seksi. Mereka sesekali berkomunikasi menggunakan bahasa Belarus. Makin malam pengunjung ke arena kasino kian banyak.

Pemerintah Belarus memang melegalkan kasino. Sebaliknya, Rusia dan Ukraina melarang ‘permainan’ tersebut. Alhasil tiap akhir pekan, banyak warga Rusia dan Ukraina yang datang ke Belarus sekadar untuk bermain kasino.