Sebagian besar masyarakat modern meyakini profesi penari perut sebagai penari erotis atau bahkan masuk dalam kategori prostitusi. Padahal tari perut merupakan bentuk kesenian kuno yang memiliki sejarah panjang sekaligus makna mendalam.

Pada 2017, warganet Indonesia dihebohkan oleh cuplikan video pada acara peluncuran buku mantan ketua BPK Anwar Nasution. Pasalnya, dalam video tersebut terdapat beberapa tokoh pemerintahan yang terlihat sedang disuguhkan atraksi tari perut yang ada dalam agenda acara. Salah satu pengunjung dalam acara tersebut adalaah Mantan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Warganet menganggap penayangan tari perut kepada para tokoh pemerintahan itu sebagai pertunjukkan yang tidak layak dan bermartabat. Sang Menteri pun langsung menyanggah tuduhan para warganet bahwa Ia menari bersama dengan si penari perut. “Saya mau pergi, itu bukan mau joget. Acaranya sudah selesai,” ujarnya mengklarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut.

Tapi tidak semua orang berpikir bahwa tari perut merupakan suatu pertunjukkan yang tidak bermartabat. Contohnya saja, tokoh pendiri sekaligus presiden pertama Indonesia Soekarno. Pada masa kepemimpinannya, Soekarno sering melayat ke negara-negara di seluruh dunia untuk melaksanakan agenda diplomasi. Salah satu negara yang Ia kunjungi adalah Mesir, negara tempat tari perut berasal.

Suatu malam, Soekarno dan rombongannya tiba di Bandara Cairo dan langsung menuju penginapan. Agenda mereka malam itu awalnya adalah untuk beristirahat sebelum melaksanakan agenda kenegaraan keesokan harinya. Soekarno pun tidak mampir-mampir dan langsung menetap di kamar penginapannya untuk beristirahat. Beberapa saat selagi sang proklamator beristirahat, ajudan pribadinya, Letnan Kolonel Sabur mendatangi kamarnya. Soekarno pun terganggu dan langsung memerahi bawahannya itu.

Selagi masih mengenakan pakaian tidur, Soekarno langsung dikenalkan pada seorang delegasi dari presiden Nasser. Perkenalan itu membuatnya sungkan untuk melanjutkan kemarahannya pada Sabut. Ternyata, maksud kedatangan Sabur dan sang delegasi adalah untuk mengajak Soekarno untuk “inspeksi” penari-penari perut di Kairo. Lekas kemarahan Soekarno langsung berubah menjadi antusiasme. Soekarno menyambut baik ajakan tersebut dan langsung beranjak untuk menghadiri undangan inspeksi.

Gaya Baru Tari Perut Kostum Senior Seksi Buatan Tangan Bra Top + Belt + Beludru Rok 3Pcs Tari Perut Set untuk Tari Perut Wanita Cocok|belly dance costumes|belly dance setdance set - AliExpress

Kisah Soekarno tadi dapat menjadi gambaran betapa memikatnya pesona tari perut. Sayangnya pesona tarian kuno ini kini dipenuhi dengan stigma. Pertunjukkan yang pada masa lampau dihormati ini, kian lama dianggap sebatas hiburan erotis bagi kaum lelaki. Salah satu faktor yang menyebabkan stigma ini adalah kolonialisme ekstensif yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa pada masyarakat Asia ataupun Afrika.

Tidak ada yang dapat memastikan kapan dan bagaimana pertama kali tari perut tercipta. Peneliti sejarah hanya dapat memastikan pertunjukkan tersebut berasal dari desa-desa kuno di sepanjang semenanjung Arab dan pesisir utara Afrika. Hal ini dikarenakan banyaknya kemiripan elemen koreografi yang ditemukan dalam tarian-tarian di wilayah tersebut. Goyangan dan gerakan-gerakan tangan, perut, dan pinggul, yang serupa dengan koreografi tari perut modern, tersebar di sejumlah tarian lokal di daerah tersebut. Tari perut modern seakan menjadi suatu pertunjukkan yang mampu membangun bentuk paripurna dari bentuk-bentuk tarian dari berbagai daerah tadi.

Wilayah-wilayah di Timur Tengah dan Afrika Utara bahkan memiliki nama-nama berbeda untuk menjelaskan tari perut. Di Mesir, tari ini biasa dinamakan sebagai raqs misri, sedangkan di Turki tari perut dinamakan sebagai cifte atau karsi karsija. Di sebagian daerah Lebanon, tari ini dinamakan sebagai raqs alfarrah, yang berarti tarian kebahagiaan. Nama raqs alfarrah sendiri dapat merepresentasikan bagaimana tari perut digunakan dalam tradisi masyarakat Timur Tengah. Tari perut biasa hadir sebagai pertunjukkan yang umumnya tampil di acara pernikahan dan festival-festival lokal. Tradisi penampilan tari perut juga berbeda di masing-masing daerah. Dalam tradisi pernikahan masyarakat Sudan misalnya, tari perut menjadi tarian yang wajib dilakukan mempelai wanita kepada sang suami yang disaksikan oleh para tamu.

Catatan-catatan sejarah terkait pertunjukkan tari perut baru muncul sejak zaman kekuasaan Napoleon. Pada zaman itu, tari perut muncul dalam catatan-catatan perjalanan para pelancong, lukisan, dan foto. Biasanya, kemunculan tari perut digambarkan dilakukan oleh penari wanita. Padahal pada praktiknya, terdapat sejumlah penari pria juga yang menjadi penampil. Para penari pria juga tidak hanya mengimitasi gerakan-gerakan penari perempuan, beberapa dari mereka juga membuat gerakan tari perut versi maskulin. Tari perut versi maskulin ini dapat ditemukan di Mesir dengan nama Khwals dan di Turki dengan nama Kocek.

Tari Perut, Tarian Tertua di Dunia | Metrum

Meskipun begitu, para pelancong yang mencatat biasanya merupakan pria kulit putih yang hanya menikmati pertunjukkan penari perempuan. Akibatnya, masyarakat Eropa hanya memahami tari perut dalam bentuk feminin saja, karena hanya dicatat melalui satu sudut pandang. Hal ini yang menyebabkan tari perut dianggap sebagai tarian khusus dari penari perempuan untuk melayani hasrat laki-laki. Anggapan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat Eropa saja tetapi juga tertanam sebagai anggapan masyarakat seluruh dunia. Pasalnya, kolonialisme yang dilakukan bangsa Eropa ke Asia dan Afrika turut membantu menyebarkan anggapan keliru ini ke negara-negara jajahannya. Bahkan, di negara asalnya sendiri, tari perut juga lambat laun hanya dilakukan oleh penari perempuan.

Peneliti sejarah seni tari, Noha Roushdy, berpendapat bahwa tari perut yang dilakukan laki-laki bahkan ditolak oleh komunitas elit di bangsa Mesir karena dampak dari penggambaran populer oleh bangsa Eropa.

Seni tari perut pun mendapat banyak penolakan dari dalam negara-negara asalnya. Penolakan ini lebih banyak muncul dari golongan Islam konservatif yang menolak segala bentuk kegiatan kesenian yang tidak digunakan dalam konteks ibadah. Golongan islam konservatif juga menolak bentuk tarian ini karena kostum si penari yang mengumbar aurat perempuan. Pada praktiknya, tari perut masih tetap dilakukan dalam keluarga Islam konservatif di Timur Tengah dengan modifikasi tertentu. Tari perut yang dilakukan oleh penari perempuan hanya ditampilkan kepada penonton perempuan sebagai sarana hiburan dalam keluarga gologan islam konservatif.

Namun pandangan agama bukan menjadi faktor besar yang memperkeruh citra tari perut di mata dunia. Pandangan islam konservatif lebih menekankan pengharaman tari perut pada kostum si penari yang mengumbar aurat. Praktik tari perut pun masih ditemui dilakukan dalam acara-acara keluarga islam, meski dari dalam golongan konservatif. Faktor yang justru memperkeruh citra tari perut adalah penggambarannya di dalam budaya populer. Pada 2006 misalnya, majalah kenamaan Times menerbitkan sebuah artikel berjudul “Body and Mind: Belly Dance Boom”. Artikel tersebut menjelaskan bagaimana terjadi peningkatan popularitas tari perut di negara-negara barat.

Menurut Times, salah satu penggambaran tari perut dalam budaya populer yang membesarkan namanya adalah film-film James Bond. Dalam jagat film mata-mata tersebut, sang agen rahasia seringkali digambarkan masuk dalam adegan di mana Ia bertemu dengan gadis-gadis cantik dan seksi dari berbagai negara yang Ia kunjungi. Beberapa di antaranya adalah negara Timur Tengah. Melalui film tersebut, tari perut digambarkan sebagai hiburan yang dikonsumsi oleh orang-orang kaya di timur tengah. Penggambaran semacam itu lalu juga dilakukan dalam film-film yang terbit setelahnya, misalnya saja pada American Dancer (2003), The Belludancers of Cairo (2006), dan Zenne Dancer (2012).

Sejarah Asal Mula Tari Perut - Berita Aneh Unik dan Menarik

Umumnya, tari perut digambarkan sebagai satu-satunya jenis tari yang berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Padahal terdapat beragam jenis tari di daerah-daerah tersebut yang bahkan memiliki ciri khas sendiri di tiap desa yang ada di sana.

Segala penggambaran yang keliru ini menyebabkan tari perut menjadi salah satu bentuk seni pertunjukkan yang paling mudah disalahpahami di seluruh dunia. Hal ini bahkan juga berdampak langsung pada para penarinya. Di tempat asalnya seperti Mesir, tari perut mulai ditinggalkan karena stigma dan juga penolakan dari komunitas islam yang masih berlangsung hingga kini. Akibatnya, tari perut justru menjadi lebih banyak dipelajari oleh penari-penari dari negara barat. Salah satu penari asing yang mengambil kesempatan tersebut adalah Ekaterina Andreeva.

Andreeva merupakan warga rusia yang mulai mempelajari tari perut pada usia 13. Awalnya, Ia mulai menekuni ilmu tari perut karena terpaksa. Pada saat itu, umumnya tarian di Rusia dilakukan bersama seorang penari lain yang merupakan lawan jenis. Sayangnya pasangan tari Andreeva direbut oleh penari lain. Andreeva perlu mencari opsi lain untuk tetap bisa menari meski hanya sendirian. Tari perut menjadi kesempatan emas baginya, karena di negara Rusia, tari ini masih langka dipertunjukkan di depan publik. Kesempatan ini bahkan membuat Andreeva dapat tampil di layar televisi nasional Rusia.

Sejak saat itu, Andreeva mulai semakin menekuni jenis tari tersebut dan bahkan melancong ke Mesir untuk mempelajari tarian ini langsung dari negeri asalnya. Ketika Ia tiba di Mesir, ternyata skena tari perut di sana sudah berubah drastis. Industri tari perut sudah tidak terlalu digandrungi, bahkan beberapa nama besar telah meninggalkan profesinya sebagai penari perut. Ini menjadi kesempatan emas lain bagi Andreeva yang sekaligus mengincar panggung tetap di Mesir.

“Sebagai penari asing, saya lebih dihargai karena tidak mendapat stigma. Saya justru lebih dinilai sebagai seniman,” jelas Andreeva. Pernyataan Andreeva ini merupakan sebuah hal yang miris, mengingat di mesir penari perut bahkan menjadi istilah ejekan tersendiri. Orang-orang di mesir biasa menghina satu sama lain dengan istilah “anak penari perut”. Istilah hinaan ini dinilai setara dengan istilah “anak pelacur” yang biasa diucapkan oleh orang-orang di negeri barat.

Kisah Andreeva sebagai penari perut di Mesir juga tidak hanya membawa pengalaman manis. Andreeva bahkan pernah dijebloskan ke penjara setelah didakwa karena mengumbar aurat di depan publik. Kasus kriminalisasi ini menuai kontroversi tersendiri di warga mesir. Bahkan video penampilan tari perut Andreeva pun menjadi viral dan dtonton hingga empat juta kali.

Kasus Andreeva juga menyebabkan penari lain kalang kabut. “Ini sulit sekaligus menyedihkan, karena kami mempelajari tari ini bertahun-tahun,” ujar seorang penari yang dikenal dengan nama panggung Lurdiana. Menurut Lurdiana, banyak dari warga Mesir yang justru menganggap tarian ini sebatas sebagai bentuk hiburan dan mengerdilkan mereka yang bekerja sebagai penari profesional.

Selain komentar dari para penari, para peneliti sejarah tari juga turut vokal menyampaikan kritiknya pada kasus ini. “Pandangan yang menistakan ini sebenarnya datang dari budaya populer dan film, yang seringkali menampilkan penari perut sebagai pelacur, maupun perusak rumah tangga,” jelas penulis buku sejarah tari perut, Shaza Yehia.

“Padahal dulunya, para penari ini dipanggil dengan sebutan ‘awalem’ atau berarti ‘para ahli’. Sebutan ini sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana penari perut memiliki ketekunan untuk mempelajari ilmu-ilmu pertunjukkan seperti menari dan bernyanyi,” jelas Yehia lebih lanjut.

Selain tari perut, tradisi dan budaya-budaya di Timur Tengah juga semakin lama semakin tergerus oleh zaman. Pertunjukkan tari yang semakin jarang juga diakibatkan oleh langkanya pertunjukkan musik tradisional Timur Tengah. Masyarakat Timur Tengah modern kini lebih menggemari musik-musik seperti mahragant, sebuah jenis musik elektronik yang bertempo cepat.

Meskipun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat para penari asing untuk mempertahankan profesinya. Bagi Andreeva misalnya, kasus penangkapannya justru membuatnya semakin terkenal. Ia bahkan mendapat lebih banyak panggung setelah dibebaskan dari penjara.