Pada tahun 2017 warga Luwu Sulawesi Selatan pernah dihebohkan dengan teror dari sosok kolor ijo yang telah memerkosa banyak perempuan yang kebanyakan sebagai perawan ting-ting. Meski akhir dari kasus tersebut si pelaku kolor ijo itu ditemabak mati oleh pihak kepolisian, trauma dari para korban masih bersemayam di pikiran mereka.

Selain dari kasus tersebut, kolor ijo juga pernah ditayangkan dalam sebuah film series pada awal tahun 2000 an. Dalam tayangan tersebut kolor ijo ditampilkan sebagai sosok mahluk pesugihan yang mengincar keperawanan perempuan guna melengkapi ritual dari sebuah ajian ilmu hitam.

Lalu timbul pertanyaan sebenarnya apakah kolor ijo itu ada?, dan apakah mereka dari kalangan bangsa siluman atau memang manusia yang sedang menjalankan ritual ilmu hitam atau pesugihan?.

Kolor ijo merupakan sosok menyeramkan yang konon katanya sering memburu perempuan untuk diperkosa supaya memenuhi syarat ritual dari ajian ilmu hitam.

Mahluk mengerikan ini sering ditampilkan dengan muka hancur dan memiliki taring serta kupingnya yang lebar menyerupai kuping binatang. Dalam kajian ilmu gaib, sosok kolor ijo yang menampakkan fisik lebih diyakini sebagai jelmaan manusia yang sedang menganut ilmu hitam, biasanya ilmu ini mengarah kepada pesugihan yang tujuan utamanya memperlancar rezeki atau ilmu kebal.

Kolor ijo biasanya tercipta setelah melakukan kontrak dengan mahluk sebangsa jin yang mengerikan, bisa dikatakan mirip genderuwo bahkan lebih mengerikan. Oleh karena itu, si pemilik ajian ilmu hitam ini akan memiliki tampilan 50% atau setengahnya dari jin tersebut. Jadi bisa disimpulkan tampilan jin aslinya lebih menyeramkan.

Pada ajian ilmu hitam ini biasanya si pengguna akan diberikan tugas untuk meniduri perempuan dengan jumlah tertentu, maka setelah tugas selesai si pengguna ini akan mendapatkan kekuatan ilmu kebal atau kelancaran dalam mendapatkan harta.

Jadi kesimpulannya bahwa kolor ijo merupakan jelmaan dari manusia pengguna ilmu hitam yang sedang melakukan ritual (pesugihan), ilmu tersebut mengikat sebuah kontrak dengan iblis yang mengerikan (siluman).

Kendati demikian, bukti soal kehadiran kolor ijo hingga saat ini memang belum ditemukan secara nyata, berbeda dengan Buto Ijo yang memang asli dari sebangsa jin.

Pada akhirnya, biasanya ilmu pesugihan atau ilmu hitam lainnya akan berakhir dengan mengenaskan dimana si pengguna pasti harus memberikan tumbal atau menyerahkan nyawa seseorang yang ada di dekatnya.

Penglihatan orang Indigo

Kolor Ijo Bobol Rumah Kosong Didor Polisi

Furi Harun menjelaskan karena kehebohan Kolor Ijo, membuat dia melakukan observasi di Tuban, Tangerang dan Malang. Dalam observasi tersebut, Furi dibantu paranormal terkenal dan tokoh agama. Observasi ini juga dilakukan sebagai tugas, sebelum akhirnya Furi menjabat sebagai Ketua Indigo Bali.

Singkat cerita, observasi itu menunjukan kesimpulannya sendiri pada 2013 tepat satu bulan setelah Furi menjabat sebagai Ketua Indigo Bali. Hasil dari observasi Furi menujukan, benar ada sekelompok orang yang menganut ilmu hitam di mana mereka bersekutu dengan Kolor Ijo untuk memperkaya dirinya sendiri.

“Sekelompok orang ini mempelajari ilmu hitam dengan memperkosa si korban terlebih dulu, lalu si pelaku mengambil semua harta si korban. Tujuan ritual ini adalah untuk meningkatkan ilmu, sehingga mereka ini bisa menghilang,” jelas Furi seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari Okezone.

Furi melanjutkan, ada satu syarat yang mesti dijalani si pelaku persekutuan Kolor Ijo ini. Yaitu memperkosa si korban, karena dari air mani si pelaku akan memperkuat dan membuat ilmu mereka semakin tinggi. Dengan jalan tersebut, mereka bisa maling tanpa kelihatan. Ya, intinya, sekelompok orang ini berbuat seenaknya mereka merugikan orang lain.

Pada praktiknya, kasus Kolor Ijo yang pernah diobervasi Furi dan benar terjadi itu di daerah Jawa Timur. Sementara itu, Kolor Ijo yang ada di Jakarta, itu sepertinya sebuah ketakutan dari seorang warga yang khawatir orang yang merampok rumahnya adalah Kolor Ijo.

“Tapi, kami belum bisa membuktikan secara spiritual apakah sosok pencuri itu benar Kolor Ijo atau bukan,” tambahnya.

Furi Harun menjelaskan, dari teror Kolor Ijo itu juga akhirnya masyarakat ramai-ramai mencari bambu kuning dan daun kelor. Bahkan, penjual bambu kuning pun tak segan-segan memberi harga tinggi, karena barang tersebut sangat diincar masyarakat demi terhindar dari si Kolor Ijo.

Kepercayaan masyarakat pada bambu kuning dan daun kelor begitu besar. Mereka percaya dua benda itu bisa menghalau masuknya Kolor Ijo ke dalam rumah. Tapi, apakah itu benar berdasar pengamatan Furi Harun?

Dia menjawab kalau itu benar! Karena pantanag si makhluk tersebut tidak bisa masuk ke dalam rumah kalau di dalam atau di depannya ditempatkan bambu kuning atau daun kelor.

“Semua ritual itu ada plus minusnya. Semua ilmu ada kekurangan dan kelebihan. Nah, ilmu ini kekurangannya kalah dengan bambu kuning dan daun kelor,” ungkap Furi Harun.

Cerita Urban Legend Indonesia

Indonesia memang dari dulu terkenal dengan hal-hal mistis. Seperti santet atau bahkan urban legend yang kini masih banyak dibahas. Bahkan, banyak orang yang masih percaya dengan adanya makhluk-makhluk tersebut di zaman sekarang. Oleh karenanya, jangan heran apabila masih banyak masyarakat yang masih meyakini adanya mitos-mitos.

Nenek Gayung

Nenek Gayung (2012) - Photo Gallery - IMDb

Urban legend pertama yang sering disebut-sebut oleh masyarakat adalah Nenek Gayung. Yap, makhluk satu ini sebenarnya merupakan hasil perbincangan dari warga. Di mana sebagian masyarakat mengatakan bahwa Nenek Gayung tiba-tiba muncul di pinggir jalan. Penampilannya sederhana layaknya nenek-nenek biasa, tapi bedanya ia membawa gayung dari batok kelapa dan sebuah tikar guna memandikan jenazah. Untuk postur tubuhnya tidak terlalu tinggi.

Lalu, ia juga menggunakan kebaya hitam atau putih. Rambutnya pun berwarna hitam dan sebagiannya berwarna putih dengan kulit putih pucat dan matanya yang sipit.

Hantu Tanpa Kepala di Pemakaman Jeruk Purut

Kamis Horor: Hantu Jeruk Purut Ingin Balas Dendam - Womantalk

Kalian pasti sudah tak asing dengan yang namanya hantu tanpa kepala. Makhluk satu ini dipercaya selalu berkeliaran di Taman Pemakaman Umum Jeruk Purut. Konon, ia berada di sana untuk mencari keberadaan kuburannya sendiri.

Menurut kepercayaan, ia adalah seorang pastor yang terbunuh secara tragis pada zaman penjajahan Belanda. Dirinya pun berjalan-jalan di sekitar makam dengan menenteng kepalanya. Selain itu, hantu tanpa kepala ini juga diikuti oleh seekor anjing berwarna hitam dan bermata merah.

Mr. Gepeng

Anak 90an, Pernah Diganggu 'Mister Gepeng'? Ketahui 3 Fakta Urban Legend  Ini - Tribunnews.com Mobile

Ada lagi yang tak kalah hits, yakni Mr. Gepeng. Makhluk satu ini diyakini selalu muncul di toilet gedung-gedung pencakar langit atau sekolah. Sosok ini mempunyai wajah bule dengan kondisi mukanya yang sangat hancur dan gepeng.

Menurut kisah yang beredar, Mr. Gepeng merupakan seorang pria yang tewas mengenaskan di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta. Meninggalnya ia dikarenakan terjepit di pintu lift. Beberapa mitos mengisahkan bahwa makhluk ini dapat dipanggil dengan sebuah ritual. Yaitu dengan maju dan mundur sebanyak tiga kali di dalam toilet, kemudian ketuk pintu toilet tiga kali. Ada juga yang mempercayai bahwa sosok ini bisa dihubungi melalui jalur telepon ke nomor 7777777.

Kakek Cangkul

Kakek Cangkul Part 1 | Kakek Mau Nyangkul Apa? - YouTube

Ada juga Kakek Cangkul yang juga sempat menjadi bahan perbincangan beberapa waktu lalu. Kakek Cangkul ini mempunyai penampilan layaknya pria tua biasa dengan membawa cangkul berkarat ke mana-mana. Ia berkeliaran seperti itu, karena jenazahnya tidak dikuburkan dengan layak.

Konon katanya, Kakek Cangkul merupakan suami dari Nenek Gayung yang sudah dijelaskan pada poin pertama tadi. Bahkan, karena saking hitsnya, Kakek Cangkul dijadikan sebuah film layar lebar pada tahun 2012 silam.

Kuntilanak Merah di Terowongan Casablanca

Selanjutnya, ada Kuntilanak Merah yang berkeliaran di Terowongan Casablanca, Jakarta. Entah apa yang membuat sosok ini muncul, lantaran tidak ada cerita jelas mengenai hal tersebut. Namun, ada sebuah aturan yang wajib dijalankan oleh orang-orang yang lewat di terowongan tersebut.

Adalah harus membunyikan klakson sebanyak tiga kali sebagai pertanda kalau ada yang ingin lewat. Apabila tidak dilakukan, masyarakat percaya akan ada peristiwa menyeramkan terjadi. Seperti kecelakaan parah yang kerap terjadi di sana.

Kuyang

Terakhir, ada Kuyang yang merupakan urban legend dari Kalimantan. Ini merupakan sosok wanita dengan kepala dan organ bagian dalam. Ia terbang meneror para wanita yang sedang hamil. Ini karena Kuyang suka memakan janin untuk menyempurnakan ilmu hitamnya. Sampai saat ini, sosok tersebut dikabarkan masih suka berkeliaran pada malam hari.