Makanan selalu menjadi topik yang menarik buat banyak orang. Nah, apakah kamu sering menonton video seputar makanan di YouTube? Kalau iya, pasti kamu sudah enggak asing dengan yang namanya mukbang. Di YouTube, ada banyak banget youtuber yang mengunggah video mukbang.

Mukbang (먹방) berasal dari kata “meoknun” (먹는) dan “bangsong” (방송) yang memiliki arti makan dan broadcast (siaran). Singkatnya, mukbang adalah tayangan seseorang yang sedang menyantap makanan dan biasanya disiarkan secara live. Atau bisa kita singkat lagi jadi makan online.

Karena ini acara makan, pasti ada orang yang lagi makannya kan? Nah, host dari acara makan online ini disebut sebagai broadcast jokey atau sering disingkat BJ. Si BJ ini sendiri biasanya tidak harus orang yang terkenal, dengan mengandalkan interaksi yang menarik dan unik, semua orang bisa jadi BJ yang ngehits. Chingu sendiri juga bisa jadi BJ kok. Nih contohnya si Banzz ini, dia awalnya hanya seorang mahasiswa biasa loh.

Di Korea kebanyakan tayangan mukbang disiarkan di situs Afreeca.tv, di sana penonton bisa mengirimkan sejumlah donasi untuk BJ kesayangan mereka. Tidak jarang loh para host ini mendapatkan keuntungan besar dari siaran mereka, contohnya aja BJ yang bernama Yoo Soo He yang pernah mendapa donasi dari penontonnya sebesar 250 juta rupiah (kalau dalam mata uang rupiah).

Karena punya banyak keuntungan, profesi jadi BJ ini pun mulai digandrungi banyak orang. Di Korea bahkan sudah banyak yang menjadikan pekerjaan jadi BJ ini sebagai profesi utama. Nah, beberapa analis pernah menyebutkan alasan kenapa mukbang bisa terkenal dan digandrungi banyak orang.

Konon katanya, banyak orang yang hanya dengan melihat video mukbang, mereka langsung merasa kenyang. Hemmm, beda banget ya sama kita. kita mah kalau lihat video orang makan, malah langsung pengen makan!

Nah, poin penting yang bikin mukbang jadi terkenal banget, tentu nggak lepas dari peran para idol kpop guys. Chingu yang suka nonton V-Live pasti sering kan lihat idolanya makan? Nah, itu juga bisa kita sebut sebagai mukbang. Makanya, makin banyak deh tuh BJ-BJ yang suka makan di depan kamera.

Di era digital seperti ini, blogger dan Youtuber sudah mulai diklasifikasikan sebagai profesi yang menghasilkan. Namun jika pendapatan dari pekerjaan online seperti itu biasanya berasal dari pemasangan iklan yang ditentukan oleh jumlah viewers atau subscribers, sumber pendapatan BJ di Afreeca TV terbilang unik.

Fitur khusus bernama ‘Star Ballons’ di Afreeca TV memungkinkan para penonton memberi reward atau hadiah langsung dalam bentuk balon virtual, yang nantinya bisa diuangkan.

Masa iya sih ada orang yang suka rela membayar?

Percayalah, ternyata ada orang yang secara cuma-cuma mau memberikan uang kepada para BJ dengan cara ini. BJ di atas, Yoo Soo He atau yang dikenal sebagai The Diva adalah salah satu BJ paling terkenal. Pada tahun 2014 ia memecahkan rekor dengan mendapatkan 335 ribu Star Ballons yang bisa diuangkan setara dengan Rp250 juta, hanya dalam sekali siaran.

BJ lain yang dikenal sebagai BJ SOF mengaku tiap harinya paling tidak ia bisa mendapatkan US$ 180 atau sekitar Rp2,3 juta. Jumlah yang tentunya sangat lumayan jika mengingat kerjanya hanya siaran makan.

BJ-BJ terkenal seperti The Diva atau Fitness Fairy di atas populer karena punya ciri khas yang kuat. Demi menarik penonton, BJ The Diva bahkan tidak segan-segan menyebut penontonnya sebagai suami. Sedangkan Fitness Fairy menggabungkan konsep fitness dengan mukbang Bukan juga cuma cewek cantik saja, banyak cowok bahkan anak sekolahan yang sukses jadi BJ.

Salah satu BJ cowok yang terkenal adalah BJ Banzz. BJ satu ini bahkan mengaku dirinya harus olahraga selama 6-10 jam tiap harinya untuk menjaga six packs kesukaan penontonnya.

Mukbang ternyata tidak sesimpel ‘menonton cewek cantik makan‘ belaka. Meskipun bukan acara lomba makan atau liputan kuliner ala-ala Pak Bondan, mukbang ternyata punya daya tarik sendiri bagi sejumlah orang. Banyak juga orang yang mengaku mendapat kepuasan tersendiri jika melihat mukbang.

Sebagai negara dengan internet tercepat di dunia, warga Korea Selatan mengandalkan jaringan web untuk melakukan banyak hal. Termasuk mencari teman makan.

Ini kenyataan yang cukup menyedihkan sih. Di negara yang tiap hari makin maju, makin banyak penduduknya yang memilih tetap single demi mengejar karier dan mencari hiburan online. Seorang peneliti dan kritikus sosial dari The Future Company, Jeff Yang menjelaskan bagaimana fenomena mukbang sebenarnya berakar dan bisa populer karena semakin banyak warga Korea Selatan merasa kesepian dan tidak punya teman makan.

Apalagi dining out atau makan di luar rumah di negeri gingseng, masih dipandang sebagai kegiatan kelompok karena kebanyakan menu restoran diperuntukkan untuk 3-4 orang. Jadi lebih malas lagi orang makan sendirian ke luar.

Makanya mukbang atau siaran makan ini jadi populer, terutama di jam-jam makan malam. Ditambah lagi dengan faktor kecepatan dan ketersediaan internet yang luar biasa. Warga Korea Selatan tidak merasa membuang internet maupun uangnya sia-sia demi streaming acara mukbang yang berjam-jam. Wah kalau di Indonesia sih, banyak orang yang masih pikir kuota internet.

Internet memang mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Termasuk konsep hiburan atau tontonan apa yang kita anggap menghibur. Mukbang bukan tontonan aneh pertama lho yang jadi tren viral? Ada video reaction yang hanya berisi reaksi atau respon orang melihat sesuatu, sampai video haul yang memajang barang-barang belanjaan. Meski sekilas terdengar aneh dan tidak berfaedah, ternyata tontontan ini terbukti populer di kalangan millennial.

Mukbang dan Kesepian

240 Potong Sushi Ludes Dilahap Cewek Cantik Asal Korea, Begah Lihatnya! :  Okezone Lifestyle

Para ilmuwan sosial telah berlomba-lomba memberikan penjelasan mengapa mukbang jadi fenomena populer di kalangan milenial pecandu dunia maya. Jeff Yang, seorang kritikus kebudayaan dan wakil presiden senior di firma riset global Kantar Futures, memberikan pandangan uniknya pada Quartz, bahwa para pelaku dan penggemar mukbang sesungguhnya adalah orang-orang yang kesepian.

“Penyebabnya adalah kesepian orang-orang jomblo atau yang belum menikah, di samping aspek sosial yang melekat pada budaya makan di Korea,” katanya.

Budaya makan di Korea yang dimaksud oleh Yang adalah tradisi makan bersama dalam lingkup keluarga. Budaya ini lekat dengan masyarakat di Asia, termasuk Indonesia. Profesor Sung-hee Park dari Divisi Studi Media di Universitas Ewha, seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari CNN bahwa kata “keluarga” dalam bahasa Korea artinya “mereka yang makan bersama”, sehingga tayangan mukbang punya arti khusus di hati penggemarnya.

Champ Yang, seorang pemerhati tren mukbang, berkata pada Dateline SBS tentang krisis ekonomi dan naiknya angka pengangguran yang membuat banyak pemuda Korea Selatan hidup sendiri. “Di rumah sendirian [menyebabkan] mereka harus memasak sendiri, sehingga mau tak mau perasaan kesepian pun melanda,” jelasnya.

“Saat mereka melihat tayangan mukbang maupun cookbang [memasak makanan untuk mukbang], mereka merasa nyaman. Bagi mereka, makanan adalah sesuatu yang bisa dipakai untuk melarikan diri sejenak dari kenyataan. Makanan adalah sesuatu yang menyembuhkan kesepian itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator humas AfreecaTV, Serim An, mengatakan kesuksesan acara mukbang dilatarbelakangi tiga faktor. Pertama, meningkatnya jumlah orang yang tinggal sendirian di Korea. Faktor yang kedua adalah akibat dari faktor pertama, yakni meningkatnya rasa kesepian. Ketiga: tradisi diet (pola makan) yang berlebihan pada masyarakat Korea kekinian.

Virus individualisme telah lama menyebar di kalangan generasi muda Korea. Berbekal koneksi internet tercepat di dunia, mereka pun mencari-cari teman makan online, lalu “bertemulah” mereka dengan para BJ.

Adalah penting bagi para BJ untuk senantiasa berusaha sedekat mungkin dengan para penggemar selama berjalannya acara. Kebanyakan dari mereka memiliki kesamaan sikap saat menyantap makanannya. Pertama, mengambil sesendok/sesumpit/setangkup makanan dan disodorkan ke arah kamera seakan sedang menyuapi penonton.

Kedua, kebiasaan makan dengan bunyi kunyahan yang lumayan kencang. Kimchi, ayam goreng keju, iga babi, salmon saus tiram, mie Samyang goreng, kepiting rebus super-besar, atau daging sapi asap, semuanya dimamah sampai mengeluarkan bunyi yang “tak sopan.”

Untungnya, kebiasaan tersebut diperbolehkan, bahkan dianjurkan, oleh masyarakat Asia Timur karena dianggap sebagai tanda seseorang menikmati makanannya. Di Jepang atau Cina misalnya, restoran yang menjual mie dipenuhi oleh suara orang-orang yang berusaha menyeruput mie seakan tak mau putus sebelum bisa penuh di mulut.

Salah satu BJ dengan donasi tertinggi saat ini, The Diva, pernah berkata kepada CNN bahwa para penggemarnya, yang terhubung lewat sebuah ruang dialog maya, sangat suka melihatnya makan sebab ia terlihat amat menikmati makanannya, dan akhirnya membuat segala yang di depan meja terlihat makin nikmat.

“Banyak dari penontonku sedang dalam program diet dan mereka menjalaninya sambil melihat mukbang. Dengan menonton saja sudah kenyang, demikian kira-kira. Atau kadang-kadang mereka adalah pasien di rumah sakit yang hanya diberi makanan terbatas, sehingga untuk memuaskan diri, mereka pun melihat siaran makanku,” jelas perempuan dengan nama asli Park Seo-Yeon itu.

Dua tahun lalu, Diva mengaku mendapat penghasilan sekira $9.300 (Rp123 juta) per bulan hanya dari siaran mukbang. Namun, pengeluaran untuk membeli makanan dengan porsi super besar juga lumayan. Ia harus merogoh kocek rata-rata sebesar $3.000 (Rp40 juta) per bulan. Hal ini wajar mengingat makanan yang disantap mesti bervariasi atau bukan makanan harian warga Korea pada umumnya.

Barangkali muncul pemikiran bahwa pihak yang paling iri dengan metabolisme ajaib Diva maupun BJ perempuan lain adalah golongan perempuan itu sendiri.

Pada kenyataannya, sebagian besar penggemar Diva ternyata kaum Hawa. Perbandingannya dengan kaum Adam kira-kira 60:40. Merekalah yang terkadang mengirim makanan untuknya mukbang, tak melulu transfer uang.

“Salah satu komentar terbaik yang pernah kudapatkan datang dari seorang penonton yang berkata bahwa dirinya bisa membebaskan diri dari penyakit anorexia dengan menontonku makan. Itu sangat berarti untuknya,” ungkap Diva.

Namun, tak semua orang secara biologis maupun gaya hidup mampu melaksanakan mukbang. Saran dari sejumlah ahli kesehatan adalah tahu diri: siapa penonton, siapa BJ. Jangan terbalik. Sebab, di balik porsi makan yang banyak dan tanpa prosedur aman, ada risiko penyakit yang mengintai, mulai dari diabetes, penyakit jantung, kolesterol, dan lain sebagainya.

Plus Minus Mukbang untuk Kesehatan

Momen Seru Ssoyoung, Wanita Cantik yang Hobi Mukbang Makanan Ekstrem - Foto  3

Tren yang berasal dari Korea Selatan ini akan dilarang di negara asalnya mulai tahun depan akibat jadi salah satu penyebab naiknya angka obesitas di sana.

Selain jadi penyebab obesitas, mukbang juga bisa menimbulkan bahaya-bahaya lainnya untuk kesehatan, terutama pada pencernaan. dr Titi Sekarindah, SpGK, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru menyebutkan beberapa di antaranya, seperti iritasi lambung dan gastroesophageal reflux disease (GERD).

“Ususnya dibebani segitu banyak, nanti bisa bermasalah. Apalagi kalau pedas. Lambung jadi melebar (karena porsi makan yang banyak), terus iritasi atau bisa jadi GERD. Ada yang punya diabetes atau masalah gangguan metabolisme, (kalau mukbang) gula darahnya bisa meningkat,”

Walaupun memang tiap orang memiliki kapasitas lambung yang berbeda-beda, namun dr Titi menegaskan jika terlalu sering dilakukan juga tetap akan membahayakan. Sehingga ia menyarankan untuk tidak menjadikan mukbang perilaku makan sehari-hari atau terlalu sering.

Dampak Positif dari Menonton Video Mukbang bagi Kesehatan

Walaupun Makan Banyak, 4 Bintang Mukbang Korea Ini Tetap Cantik dan Kurus  Lho!

Ada beberapa dampak positif dari menonton video mukbang yang bisa Anda peroleh, di antaranya:

Mengatasi kesepian

Kesepian bisa dialami oleh siapa saja dan terjadi kapan saja, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini. Pandemi membuat banyak orang merasa sepi dan terisolasi. Hal ini berisiko menyebabkan gangguan psikologis, seperti stres berat hingga depresi.

Untuk mengatasi kesepian, menonton tayangan mukbang bisa menjadi pilihan, terutama di waktu makan. Saat menonton video tersebut, Anda bisa merasa seperti memiliki teman makan sehingga tidak merasa sendiri.

Mengurangi stres

Stres bisa disebabkan oleh banyak faktor mulai dari tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau masalah pribadi dengan pasangan. Untuk mengatasinya, Anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk menonton video di internet.

Menurut penelitian, menonton hiburan di internet atau televisi, misalnya acara mukbang, bisa membuat Anda merasa bahagia dan terhibur. Hal ini dikarenakan otak menghasilkan hormon serotonin, dopamin, dan endorfin yang membuat suasana hati menjadi lebih baik, sehingga stres pun berkurang.

Meningkatkan nafsu makan

Penurunan nafsu makan dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti stres, penyakit tertentu, hingga efek samping obat-obatan.

Jika tidak segera diatasi, nafsu makan yang menurun akan berpengaruh pada berat badan dan menyebabkan gangguan kesehatan. Untuk mengatasinya, cobalah menonton video mukbang.

Menurut beberapa riset, orang-orang yang menonton video mukbang dapat mengalami peningkatan nafsu makan. Hal ini diduga disebabkan oleh pelepasan hormon serotonin, endorfin, dan dopamin, yang menyebabkan penontonnya merasa bahagia dan termotivasi untuk makan lebih banyak.

Dampak Negatif dari Menonton Video Mukbang bagi Kesehatan

Di samping dampak positif yang dapat diperoleh, menonton video mukbang ternyata juga bisa memberikan dampak negatif bagi penontonnya. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari menonton video mukbang yang mungkin bisa terjadi:

Memicu gangguan makan

Tren mukbang dinilai menampilkan cara makan berlebihan yang dapat memicu gangguan makan berlebihan atau binge eating disorder. Gangguan makan ini membuat penderitanya sulit mengatur porsi makan atau memilih jenis makanan yang dikonsumsi.

Lama-kelamaan, binge eating disorder bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti obesitas. Selain itu, gangguan makan berlebihan juga dikhawatirkan dapat menyebabkan bulimia. Hal ini bisa saja terjadi jika penderita gangguan makan berlebih merasa terobsesi untuk memperoleh berat badan ideal.

Mendorong penonton mengonsumsi makanan tidak sehat

Para YouTuber Mukbang Korea Meminta Maaf Atas Kasus Iklan Berbayar -  Facetofeet.com

Dampak negatif mukbang lainnya adalah mendorong penontonnya untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh kreator mukbang. Bahkan, tak jarang jenis makanan yang dikonsumsi pada acara tersebut adalah makanan yang tidak sehat, misalnya junk food atau makanan yang terlalu pedas.

Jika Anda mengonsumsi makanan cepat saji dalam porsi banyak dan terlalu sering, hal ini tentu membuat Anda lebih berisiko mengalami obesitas dan penyakit lain, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular.

Menonton video mukbang memang memiliki manfaat, terutama bagi Anda yang mencari hiburan untuk mengatasi kesepian atau stres. Jika Anda merasakan peningkatan nafsu makan setelah menonton, pastikan Anda mengonsumsi makanan dalam porsi secukupnya dan menghindari makanan cepat saji, ya.

Perlu Anda ingat pula bahwa makan dalam jumlah banyak dan waktu singkat tidaklah baik untuk kesehatan. Kunyahlah makanan hingga cukup halus sebelum ditelan, sehingga tubuh dapat mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi.

Apabila setelah menonton mukbang Anda justru merasakan gangguan makan seperti binge eating disorder atau bulimia, janganlah ragu berkonsultasi ke psikolog atau psikiater agar dapat ditangani dengan tepat.