Logo PSSI.

PSSI telah merencanakan untuk melakukan seleksi pelatih eFootball Indonesia setelah turnamen ePiala Indonesia 2021 berakhir.

Hal itu bahkan dibenarkan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Maaike Ira Puspita. Menurutnya, langkah ini memang harus dilakukan oleh federasi.

“Tentu PSSI memandang positif dengan digelarnya turnamen ePiala Indonesia ini. Karena itu, kami langsung mengambil langkah strategis untuk segera mencari dan menjaring seorang pelatih untuk menangani tim Indonesia sebagi perwakilan untuk eFootball,” kata Maaike Ira.

“Kami bisa melihat secara langsung bagaimana antusiasme dari para player yang berpartisipasi serta kesempatan untuk melihat bakat-bakat potensial yang sudah ada.”

“Ini merupakan perwujudan dari pernyataan kami sebelumnya yang menyatakan bahwa akan ada pembentukan eNational Squad yang nantinya akan berpartisipasi pada Online Qualifier atau Babak Kualifikasi secara online se-Asia dan Oceania hingga level dunia,” tambahnya.

Turnamen tersebut, seperti diketahui, resmi berakhir pada Sabtu (3/4/2021) malam. Ajang eFootball resmi FIFA yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia ini memunculkan Moehamd Zulisar sebagai juara. Pada babak final Zulisar mengalahkan Fahmi Husaeni lewat pertarungan ketat.

Tiga calon pelatih, sudah melewati tahap seleksi, mereka merupakan orang-orang yang kompeten dalam urusan terkait eSport, terkhusus eFootball.

Nama-nama seperti Achmad Fadh, Wong Andy Wijaya, dan Arighie Amier hari ini, Jumat (9/4/2021) mengikuti seleksi yang dilakukan oleh PSSI.

Nama pertama, Achmad Fadh, bermain gim bertajuk FIFA sejak 1996, dan fokus bermain gim tersebut di tahun 2008, kemudian berhasil menjadi juara national 3 kali berturut-turut, dan mewakilkan Indonesia sampai ke Prancis.

Pensiun sebagai profesional gamer di tahun 2016 dan fokus mengembangkan bibit muda di indonesia, melatih pemain-pemain seperti Ega Rahmaditya (Eggsy), Kenny Prasetyo (Knyp), Zulizar (Chanks), Muhammad Iksan (Icanbutski), Abdul Rozak (Huginn), dan Pugu (Rajapugu).

“Sampai saat ini pun masih tetap fokus untuk membawa nama Indonesia di kancah International. Tahun lalu tim yang saya pegang 3 kali pergi Eropa (Rumania 2x dan Prancis),” kata Achmad Fadh.