Banyak orang yang belum mengetahui seperti apa dan bagaimana sejarah dari seni bela diri Wing Chun. Terkadang seseorang hanya mengetahui namanya saja, namun tidak mengetahui sejarahnya.

Wing Chun sendiri berasal dari bahasa Tiongkok yang memiliki sebuah arti sebagai nyanyian pada musim semi. Lebih spesifiknya adalah musim semi yang abadi. Namun dalam sejarahnya, Wing Chun lebih diceritakan sebagai sebuah mitos atau legenda.

Namun sejarah Wing Chun ini juga diceritakan secara turun temurun. Asal muasal dari seni bela diri Wing Chun memang belum diketahui kepastiannya. Namun ada beberapa sejarah yang dipercaya oleh masyarakat Tiongkok mengenai sejarah dan asal muasal seni bela diri Wing Chun.

Seperti yang diketahui bahwa seni bela diri Wing Chun ini identik dengan serangan jarak dekat. Perlu anda ketahui bahwa serangan jarak dekat diciptakan oleh pendekar wanita yang bernama Ng Mui. Wanita tersebut hidup pada masa pemerintahan Kaisar Yung Chen 1.

Kaisar tersebut berada pada masa pemerintahan Dinasti Qing tahun 1723 hingga 1736. Pada saat itu ada sebuah kuil Shao Lin yang terbakar. Pendekar wanita yang bernama Ng Mui merupakan satu-satunya master Wing Chun yang berasal dari kuil Shao Lin.

Ng Mui merasakan peristiwa pahit ketika kebakaran tersebut. Kemudian pendekar wanita tersebut melakukan pengejaran terhadap pengkhianat tersebut. Dalam pengejarannya Ng Mui yang merupakan pendekar wanita dari Shao Lin menggunakan seni bela dirinya.

Dalam seni bela diri Wing Chun ini terdapat sebuah gerakan sederhana yang digabungkan menjadi satu. Gerakan tersebut kini telah mengalami banyak perubahan dan perbaikan. Sejarah Wing Chun memang berasal dari Tiongkok namun belum ada kepastian yang lebih jelas. Namun masyarakat Tiongkok mempercayai bahwa Wing Chun berasal dari gerakan pendekar wanita Ng Mui.

Tak ada pasang kuda-kuda berlebihan. Teriakan pemacu semangat dan adrenalin khas kungfu pun tak dilantangkan. Dengan tenang serangan lawan dipatahkan. Diam-diam menghanyutkan setiap lawan. Tiap gerakannya efektif, cepat, dan mematikan saat pertarungan jarak dekat. Begitulah ciri khas Ip Man, guru besar wing chun.

“Karena setiap gerakannya harus rileks. Perhatikan, di film-filmnya pun Ip Man (diperankan Donnie Yen, red.) enggak ada teriakan sama sekali. Memang wing chun terkenalnya close combat (pertarungan jarak dekat). Enggak pakai awalan (kuda-kuda, red.), enggak pakai tarikan baru pukul seperti beladiri lain. Dari depan langsung pukul. Keistimewaan wing chun memang begini,” ujar Sifu Martin Kusuma, salah satu pendiri Tradisional Ip Man Wing Chun (TIMWC) Indonesia, seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber.

Sejak 2008, kungfu aliran wing chun booming di Asia hingga Amerika seiring dirilisnya sejumlah film drama-action yang menonjolkan karakter Ip Man. Utamanya yang diperankan Donnie Yen, yang seri terakhirnya, Ip Man: The Finale, tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak 1 Januari 2020.

Sejatinya, wing chun dikenal luas di berbagai penjuru dunia berkat Bruce Lee yang mempopulerkannya pada 1960-an. Namun sepeninggal Bruce Lee, beladiri tenggelam seiring maraknya film-film laga Mandarin yang mempertunjukkan kungfu aliran lain. Padahal sebagaimana aliran lain, wing chun punya sejarah panjang dan akarnya sama-sama dari kungfu Shaolin.

Asal Muasal Wing Chun

Ng Mui: Shaolin Nun and Heroine of China

Wing chun atau kadang dituliskan Ving Tsun hingga kini masih samar muasalnya. Siapa penciptanya dan kapan beladiri itu muncul, belum diketahui pasti. Yang beredar masih berupa legenda.

Mengutip An Exposé on Wing Chun Kung Fu oleh Sifu Linda Baniecki, legenda paling dipercaya adalah wing chun merupakan beladiri yang diciptakan biksuni Shaolin bernama Ng Mui di masa Kaisar Jiaqing (periode 1796-1820) dari Dinasti Qing.

Legenda itu bermula dari kisah gadis di Liancheng bernama Yim Wing Chun, yang merupakan putri dari Yim Yee, pelarian biksu Shaolin asal Quanzhou. Saat itu, kuil-kuil Shaolin di utara acap jadi sasaran untuk dimusnahkan oleh Dinasti Qing. Para biksu pelarian banyak yang berpencar ke selatan, sebagaimana Yim Yee.

Dalam perjalanan waktu, Yim Wing Chun menjalin kasih dengan Leung Bok Chau.  Namun, asmara mereka diusik oleh lamaran penguasa lokal yang juga jatuh hati pada Yim. Sang penguasa yang jago kungfu itu mempersilakan Yim menolak pinangannya dengan syarat bisa mengalahkannya bertarung. Yim pun frustrasi.

Masa depan Yim diselamatkan takdir kala ia bertemu biksuni bernama Ng Mui. Mui mengajarinya beladiri dengan berbeda, yakni beladiri jarak dekat yang konon merupakan cikal bakal wing chun.

Bermodal beladiri baru dari Ng Mui itu, Yim berhasil mengalahkan sang penguasa lokal. Leung Bok Chau yang lantas jadi suaminya juga diajari beladiri yang sama. Leung lalu menamakan beladiri itu kungfu wing chun, untuk menghormati istrinya.

Versi tersebut berbeda dari versi Bruce Thomas. Dalam bukunya Bruce Lee: Fighting Spirit, Thomas menyebut wing chun sudah lebih dulu ada sebelum disebarkan Ng Mui. Beladiri itu diciptakan para biksu Shaolin dari falsafah Yin (kekuatan eksternal) dan Yang (kekuatan internal) untuk melawan rezim Dinasti Qing di masa pergolakan dan perang saudara, sebelum Dinasti Qing mengalahkan penguasa sebelumnya, Dinasti Ming (1368-1644).

Para tetua Shaolin, sambung Thomas, meracik beladiri itu dengan memadukan Yin (kelembutan dan fleksibilitas) dan Yang (kekuatan) sehingga wajahnya perpaduan antara teknik cepat, power, anggun, dan fleksibel. Para tetua Shaolin bersepakat beladiri baru itu paling cocok untuk pertarungan jarak dekat.

“Para tetua Shaolin menamai aula-aula di kuil mereka dengan metode pertarungan itu dengan dengan nama Aula Wing Chun yang punya dua arti, yakni ‘harapan masa depan’ atau ‘musim semi abadi’. Namun pada 1768 sebelum metode baru ini bisa dipraktikkan untuk para murid mereka, orang-orang Mancuria menyerang kuil Shaolin dan menghancurkannya,” ungkap Thomas.

Beberapa tetua yang berhasil menyelamatkan diri adalah Ng Mui. Selebihnya, versi Thomas kisahnya serupa dengan versi legenda.

Kebenaran dua versi itupun masih punya kelemahan. “Jadi sebenarnya Ng Mui sebagai biksuni Shaolin dan diajarkan ke Yim Wing Chun bukan tokoh yang sebenarnya, cuma legenda saja. Itu hanya filosofi saja, bahwa kita yang mempraktikkan wing chun harus rileks dan gerakannya lembut seperti perempuan. Bukan berarti yang menciptakan itu Ng Mui dari Shaolin karena Shaolin enggak ada perempuan. Ibaratnya, Shaolin itu pesantren putra,” sambung Sifu Martin.

Wing chun, sebut Martin, diciptakan para biksu Shaolin sebagai metode beladiri baru untuk memberi perlawanan di masa Dinasti Qing memang benar. Namun siapa individu penciptanya, sebagaimana yang diketahui Martin kala mempelajari historisnya kala dilatih Ip Ching, putra bungsu Ip Man, di Hong Kong beberapa tahun silam, hingga kini masih misterius.

“Diceritakan bahwa historisnya, orang-orang Shaolin yang kabur itu bersembunyi dan menyamar di Red Boat Opera. Mereka pelajari beladiri baru itu di sana sembari menyamar karena pakai beladiri Shaolin yang sama mereka enggak bisa menang,” lanjutnya.

Sementara, tulis Baniecki, bukti tertulis tertua adalah mengenai eksistensi praktisi wing chun pertama. Dialah Li Wenmao, aktor opera perahu merah cum pemimpin Pemberontakan Turban Merah (1854-1856) di Foshan.

“Tetapi kemudian adalah Leung Yee Tai, Wong Wah Bo, dan Dai Fa Min Kam, tiga anggota Red Boat Opera yang mendirikan fondasi wing chun, baik gerakan-gerakan latihan maupun senjata. Murid mereka yang paling dikenal kemudian adalah ahli medis Dr. Leung Jan yang bekerja di Foshan,” sebut Baniecki.

Wing chun berkembang pesat lewat Ip Man. Menurut Martin, Ip Man mulanya mempelajari wing chun dari Chan Wah-shun, yang merupakan salah satu murid Leung Jan, pada medio 1905. Namun gegara Leung berhenti mengajarkan wing chun akibat kesehatannya memburuk, pada 1909 Ip Man berguru pada Ng Chung Sok, kemudian Leung Bik-wo yang merupakan salah satu putra Leung Jan.

“Ip Man baru belajar sama Leung Bik ketika pindah ke Hong Kong pada 1950. Dari situ Ip Man punya ilmu wing chun yang style-nya gabungan dari Chan Wah-shun dan Leung Bik. Chan Wah-shun badannya besar jadi style-nya lebih ke power. Kalau Leung Bik orangnya kecil dan lebih ke teknik. Nah Ip Man wing chun-nya gabungan dari dua style itu,” kata Martin.

Anak-anak dan para murid Ip Manlah yang lalu menyebarkan wing chun ke seluruh dunia, termasuk Bruce Lee yang lantas mengembangkannya jadi Jeet Kune Do. Ip Man sendiri, lanjut Martin, cenderung tertutup soal mengajarkan kungfu ke orang asing. “Memang dianya sendiri enggak mau. Kalau anak-anaknya atau murid-muridnya buka kelas untuk orang non-China, dia enggak masalah, asal dianya enggak,” sambungnya.

Perkembangan Sejarah Wing Chun di Indonesia

Bureaucracy may be wing chun kung fu master's biggest foe | South China  Morning Post

Setelah mengalami berbagai perkembangan dan perbaikan, seni bela diri Wing Chun juga telah berkembang di Indonesia. Selain seni bela diri Muay Thai, karate, dan Wushu, di Indonesia juga berkembang Wing Chun.

Bahkan di Indonesia terdapat persatuan yang menaungi para atlet dari perguruan Wing Chun. Bisa dibilang persatuan tersebut merupakan sebuah federasi.

Banyak atlet Wing Chun dari berbagai perguruan yang sering mengikuti turnamen. Jika dilihat dari sejarah Wing Chun, gerakan yang digunakan cukup sederhana namun digabung-gabungkan.

Terkadang ada beberapa turnamen Wing Chun yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Perguruan Wing Chun yang ada di Indonesia juga tersebar di berbagai wilayah.

Mulai dari sebaran di Pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi. Banyaknya perguruan Wing Chun di Indonesia membuat banyak orang bisa mengembangkan bakat dan potensinya.

Sejarah Wing Chun memang belum banyak diketahui orang. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui mengenai sejarah seni bela diri Wing Chun. Hal ini juga menjadi sebuah pengetahuan terkait dengan seni bela diri di Indonesia.