Organ kewanitaan Anda memiliki rahasia yang terkadang tak disadari. Seberapa jauh Anda mengetahui organ kewanitaan yang berkaitan dengan kesehatan? Jangan-jangan Anda malah tidak banyak tahu, hal tersebut membahayakan bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Dilansir dari Prevention Ahad (9/8) berikut beberapa seluk beluk yang berusaha dikulik agar Anda paham mengenai fakta di seputar vagina.

Vagina memiliki pH sekitar 4 (kisaran normal adalah 3,8-4,5), setara dengan segelas anggur atau tomat. Keasaman tersebut sangat baik untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjadi iritasi yang tak diinginkan. Menurut pakar kesehatan, penggunaan produk untuk mencuci organ intim tidak diperkenankan, pasalnya akan mengurangi kadar pH dan bakteri baik dalam vagina.

Ada empat spot puncak kenikmatan

Keempat saraf tersebut adalah panggul, hipogastrik, vagus sensorik, dan saraf pudenda yang merupakan daerah sensitif dengan sensasi berbeda yang akan ditawarkan saat berhubungan seks. Sebuah studi mengatakan saraf vagus sensorik berhubungan langsung dengan sumsum tulang belakang yang menyebabkan wanita dengan cedera tulang belakang masih bisa merasakan orgasme. Itulah sebabnya wanita bisa merasakan puncak kenikmatan tidak hanya di satu tempat yang sama.

Klitoris memiliki ribuan saraf

Klitoris memang memiliki satu fungsi yaitu memberikan kenikmatan seksual. Namun, di dalam klitoris sendiri sebenarnya terdiri dari ribuan syaraf per milimeternya. Bahkan, menurut seorang ginekolog di Westchester, NY memperkirakan setidaknya sebanyak delapan ribu syaraf berada di area sensitif ini.

Klitoris sebesar penis

Percaya atau tidak, seluruh klitoris yang terbungkus tersebut memiliki ukuran 80 persen dari ukuran penis.

Ada Lebih dari satu G-Spot

7 Cara Membuat Miss V Geli yang Buat Pasangan Ketagihan

Kebanyakan wanita mengetahui G-spot sebagai zona sensitif seksual yang prima. Tapi menurut ilmuwan Malaysia, Chua Chee Ann, MD mengidentifikasi daerah lain yang disebut A-Spot atau zona anterior fornix erotica. Letaknya beberapa inchi di atas G-spot sepanjang dinding vagina. Meskipun penemuan ini belum berhasil dipatenkan, Anda jangan putus asa untuk terus menemukan A-spot ini ya.

Peremajaan Miss V

Kini ’peremajaan miss V’ marak dibicarakan di Indonesia. Bahkan ada yang memberi istilah ’desainer miss V’.  Tindakan ini memang terkait dengan ’meremajakan’ bentuk dan fungsi organ intim wanita ini. Perlukan ini dilakukan..?

Lantas, apa dan bagaimana ’peremajaan miss V’ dilakukankan? Simak artikel yang ditulis oleh Dr. Pribakti B, SpOG(K), Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat dan Dokter RSUD Ulin Banjarmasin, yang berjudul “Peremajaan Miss V dan Ginekologi Estetika”- dipublikasikan di www.jurnalmedika.com

Harus diakui gencarnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi turut menyumbang gambaran ideal tentang kecantikan. Tak terkecuali dengan penampilan organ intim wanita ini. Tren kecantikan terus berkembang seiring waktu.

Tahun 90‐an tren kecantikan berpusat pada wajah. Lima tahun kemudian, berlanjut ke payudara. Lalu memasuki tahun 2000-an turun ke bokong. Sejak 2007, arahnya mulai ke miss V yang sekaligus paling banyak mendapat sorotan.

Sampai sejauh ini sebenarnya masih banyak orang yang bingung dengan pengertian “peremajaan” ini. Prosedurnya menjadi kontroversi karena bukan hanya dilakukan pada bagian internal miss V, namun juga area eksternal meliputi labia mayora, labia minora dan klitoris.

Celakanya, siapapun di negeri ini boleh melakukannya walau cuma kursus 3‐5 hari di negeri tetangga yang lebih mengarah ke bisnis tanpa indikasi medis. Padahal prosedur peremajaan miss V juga mengalami inovasi yang terus dikembangkan. Tindakannya dapat invasif (operasi), semi invasif hingga non-invasif yang nyaman dan dilakukan dalam keadaan sadar.

Sudah semestinya tenaga kesehatan yang menangani juga khusus yakni ginekologi estetika. Ginekologi estetika adalah salah satu cabang sub-spesialisasi uroginekologi dan termasuk spesialis pada bidang ginekologi, urologi dan bedah plastik. Hal ini berkaitan dengan tindakan kosmetik untuk meingkatkan penampakan pada miss V, serta perbaikan fungsional miss V dalam upaya untuk memperbaiki reproduksi seksual yang dapat terjadi setelah melahirkan ataupun penuaan.

Ada yang mengistilahkan “desainer miss V”. Sebuah istilah yang tidak salah‐salah amat, karena memang urusannya terkait masalah bentuk dan fungsi organ intim ini. Saat ini peremajaan miss V sudah mulai marak di Indonesia, walau masih ada sebagian masyarakat kita memang belum sepenuhnya menerima. Alasannya tabu karena seakan‐akan mengeksplotasi masalah seksual.

Mungkin tak banyak disadari, harus diakui seiring perjalanan waktu, organ intim wanita juga mengalami perubahan anatomi. Kehamilan dan proses melahirkan misalnya, banyak berpengaruh pada bentuknya.

Selain itu, ada sebagian perempuan yang setelah melahirkan, mengalami perubahan sensasi ketika berhubungan intim. Sebagaimana diketahui masalah paling umum terutama setelah melahirkan dimana jaringan menjadi kendur, menciptakan rasa longgar serta berkurangnya kepekaan didaerah miss V. Kondisi ini bisa diikuti juga kesulitan mengontrol urine akibat berkurangnya kekuatan di uretra karena struktur pendukung panggul yang lemah.

Daerah sekitar miss V mungkin juga terasa renggang dan kering. Terutama pada perempuan yang menopause. Lapisan dinding vagina menjadi kering, elastisitas berkurang dan meradang. Dengan peremajaan miss V akan tercipta jaringan yang sehat terutama perbaikan dilabia maupun miss V.

Kelenturan dinding miss V juga ikut diperbaiki, meningkatkan sensasi saat bersetubuh, hingga memperbaiki kulit labia yang kendur dan kehilangan kekenyalannya. Sama persis seperti kulit pipi yang melorot, maka pipi kita yang dibawah bisa melorot juga.

Harus Konsultasi Dokter Ahli

Bagaimana Mencapai Puncak Orgasme Pada Wanita? | Lifepack.id

Sebelum menjalani prosedur peremajaan, pasien harus berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendapatkan informasi serta menyatakan keluhannya. Konsultasi akan membantu dokter dalam menentukan solusi dan tindakan yang tepat.

Biasanya pada tahap awal, beberapa pemeriksaan kesehatan juga perlu dipastikan. Sudah tentu tidak ada kontraindikasi. Misalnya, apakah ada diabetes mellitus yang bisa memperlambat proses penyembuhan. Tindakan dengan prosedur invasif sama seperti operasi pada umumnya.

Penyembuhan akan memakan waktu sekitar 6‐8 minggu sebelum kembali berhubungan intim atau berolahraga. Jika diukur dari tingkat kesulitan, prosedur semi invasif dapat dilakukan dengan cepat dan tidak melukai permukaan kulit dan mukosa miss V. Bahkan pasien bisa tetap sadar selama tindakan berlangsung.

Salah satu contoh prosedur semi invasif ini adalah perbaikan penampilan miss V sehingga terlihat lebih kencang dan berisi (labio mayora augmentation). Prosedur ini dilakukan dengan menambah volume pada bagian bibir miss V maupun labia luar supaya lebih kenyal dan berisi.

Kini telah ditemukan untuk tindakan ini dilakukan dengan menggunakan filler atau serum Platelet Rich Plasma (PRP) yang berasal dari darah pasien dimana darah akan melewati proses sentrifugasi, yaitu pemisahan bagian menggunakan mesin pemutar.

Prosedur semi invasif lain adalah injeksi G spot untuk meningkatkan kemampuan orgasme. Prosedur ini dapat membantu perempuan yang tidak dapat menikmati hubungan seks akibat kehilangan titik sensitifnya. Caranya dengan menginjeksikan PRP pada area sensitif tersebut hanya berdurasi 20 menit, tindakan non invasif bisa dilakukan secara sadar dan nyaman.

Pasien hanya akan merasakan kenaikan temperatur yang menimbulkan rasa hangat didaerah miss V maupun labia. Kenaikan ini dibutuhkan untuk memicu pengencangan pada bagian yang dituju.

Malahan setelah tindakan non invasif, pasien diizinkan pulang dan melakukan aktivitas sehari‐hari termasuk berhubungan intim. Hanya saja, prosedur ini sebaiknya tidak dilakukan pada masa premenstrual syndrome karena saat itu tubuh sedang sensitif. Untuk tindakan non invasif pengerjaaannya mudah, cepat tanpa rasa nyeri dan tidak perlu anestesi.

Perawatan dilakukan dengan radiofrequency yakni gel dan alat yang dialiri listrik pada bagian yang diinginkan. Prosedur hanya sekitar 10 menit dan hasil perubahan bisa bertahan antara 6‐24 bulan bergantung pola hidup.

Akhirnya peremajaan miss V memang bisa dilakukan perempuan dewasa dari berbagai tingkat usia. Namun tetap saja mestinya ada indikasi medis, dan jelas siapa yang boleh melakukan. Tentu harus punya kompetensi sebab sebelum tindakan peremajaan miss V pasien akan menjalani konseling agar betul‐betul yakin.

Sesungguhnya tiap perempuan memiliki miss V yang unik dengan ukuran bentuk dan warna yang berbeda‐beda. Tidak ada miss V yang ideal. Yang ideal adalah menurut diri kita sendiri dan menurut suami. Ideal adalah ukuran masing‐masing orang. Dengan perkembangan zaman dan keinginan masing‐masing individu maka ginekologi estetika menjadi salah satu hal yang kontroversi dan menjadi perdebatan berbagai pihak.

Cara Temukan G-Spot di Miss V

Ini 2 Cara Untuk Menemukan Titik G-spot Pada Wanita | Indozone.id

Rangsangan suami terhadap organ-organ intim sang istri bisa membuat melayang. Apalagi jika suami mampu mencapai G-spot istri. Rangsangan pada G-spot begitu menyenangkan dan mampu capai puncak kenikmatan bercinta. Namun sayangnya tidak banyak wanita yang mengetahui letak G-spot.

Pertama-tama ketahui terlebih dahulu letak G-spot. Area ini terletak sekitar 5-6 cm di dalam vagina. Kira-kira berada di sisi pusar. Di dalamnya ada sekelompok jaringan yang kira-kira ukurannya sebesar kacang. Ketika terangsang jaringan saraf ini akan lebih sensitif sehingga mampu membuat wanita sampai ke puncak asmara.

Nah untuk mencapai titik tersebut, ada beberapa cara yang bisa digunakan bagi wanita untuk menemukan G-spot. Berikut saran seksolog dari Amerika Serikat, Emily Morse, seperti melansir laman Glamour, Senin (13/6/2016).

Telusuri menggunakan jari

Jari-jari yang bersih merupakan salah satu cara untuk identifikasi dan merangsang area dalam vagina. Caranya dengan memasukkan dua jari dengan telapak menghadap ke atas.

Sex toys

Sex toys atau alat bantu seks juga bisa bantu mendapati daerah G-spot. Dengan menstimulasi organ intim ini juga bisa merangsang vagina dan klitoris.

Posisi seks

Saat berada di atas untuk bercinta, bisa sebagai ajang untuk mencari letak G-spot berada. Posisi di atas membuat wanita bisa mengatur gerakan dan titik-titik mana saja yang dirangsang Mr. P.

Saat Wanita Orgasme

Anda mungkin pernah membaca topik orgasme perempuan di majalah wanita bukannya dari ilmuwan, tetapi para peneliti dengan perlahan-lahan mulai mengkajinya dan seringkali pandangan mereka berbeda dengan tulisan di media.

Sebagian penyebabnya karena tubuh perempuan tidak dikaji sebanyak badan pria sehingga lebih sedikit dipahami.

“Saya menyebutnya lingkaran api. Rasanya seperti api di lingkaran di antara paha dan itu adalah perasaan yang selalu ada, agak terbakar dan gatal jika berhubungan seksual atau memakai tampon, rasanya sangat sakit seperti diiris pisau.”

Callista Wilson, seorang penata gaya fashion di San Fransisco, pertama kali mengalami hal ini ketika berusaha memakai tampon di usia 12 tahun. Baru pada usia 20-an dia akhirnya menemui dokter.

“Dia sepertinya sangat kebingungan karena masalah seperti ini bisa terjadi,” kata Callista. “Dia mengatakan, ‘Anda kelihatan normal jadi saya akan mengusulkan Anda bertemu terapis untuk membicarakan penyebab penyakit ini, pastinya hanya di kepala Anda.”

Baru 10 tahun kemudian Callista mendapatkan diagnosa yang tepat. Padahal masalah seksual yang dialaminya saat itu mempengaruhi semua bagian kehidupannya, katanya, menyebabkan depresi dan sulit dalam menjalin hubungan.

Akhirnya, setelah bertemu 20 dokter, dia menemui Dr Andrew Goldstein, direktur Center for Vulvovaginal Disorders di Washington DC, Amerika Serikat.

Jumlah syaraf lebih banyak di permukaan vagina

Dia mengatakan dirinya dilahirkan dengan jumlah syaraf yang 30 kali lebih banyak dari normal di bagian depan vagina, yang berarti jika alat kelaminnya disentuh, rasanya seperti terbakar.

Jalan keluarnya, pengangkatan lingkaran kulit di permukaan vaginanya. Setelah hal tersebut dilakukan, untuk pertama kalinya dia dapat melakukan hubungan seksual tanpa rasa sakit.

Masalah yang dihadapi Callista, congenital neuroproliferative vestibulodynia, bukan hal umum. Tetapi satu hal yang baru dipahami para peneliti adalah sangat beragamnya sistem syaraf pelvis.

Ketika Dr Deborah Coady, seorang ginekolog di New York, mulai mengkajinya dia menemukan syaraf di alat kelamin pria telah terpetakan, tetapi tidak terdapat informasi terkait perempuan. Coady kemudian bekerja sama dengan ahli bedah dan mendapatkan hasil yang menarik.

“Kami mengetahui kemungkinan tidak ada orang yang mirip terkait dengan percabangan syaraf pudendal,” kata Coady.

“Cara percabangan (syaraf) menyebar di tubuh menyebabkan perubahan seksualitas, bagian yang peka pada satu orang kemungkinan berbeda di perempuan lain.”

Syaraf pudendal adalah syaraf paling penting bagi terjadinya orgasme, yang mengaitkan alat kelamin dengan pesan ke otak terkait sentuhan, tekanan dan kegiatan seksual.

Coady juga menemukan bahwa setiap perempuan memiliki jumlah ujung syaraf yang berbeda pada setiap lima daerah erogenous di alat kelamin, klitoris, permukaan vagina, serviks, anus dan perineum.

“Hal ini penyebab mengapa sejumlah perempuan kemungkinan lebih peka di daerah klitoris, sebagian kemungkinan lebih peka hanya di bagian depan vagina,” katanya seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber.

Dan ini adalah alasan mengapa nasehat seksual secara umum di majalah perempuan sering kali tidak membantu.

“Lima puluh persen orang kemungkinan akan bereaksi seperti yang dilaporkan di majalah,” kata Coady. “Tetapi ada juga hal-hal lain, terkait dengan anatomi mereka karena keragaman syaraf kita, kemungkinan tidak bereaksi seperti disebut majalah.”

Mitos besar lainnya diungkapkan laboratorium orgasme Dr Cindy Meston di University of Texas, Austin, Amerika Serikat.

Ketika Anda memikirkan laboratorium, Anda kemungkinan membayangkan permukaan putih dan keras, cahaya terang dan mikroskop, tetapi yang ini berbeda. Orang-orang yang terlibat dalam kajian Meston duduk di sofa kulit ungu di samping TV layar lebar, menonton video seks.

Berendam sebelum berhubungan seks

Tingkatkan Kemesraan dengan Berendam Bersama Pasangan

Dari kamar sebelah, Meston mengamati denyut jantung dan aliran darah ke alat kelamin mereka, dengan menggunakan vaginal photoplathysmograph. Panjangnya lima cm, ukuran dan bentuknya mirip tampon. Alat ini dimasukkan ke vagina.

Dengan menghidupkan lampu, Anda bisa mengukur seberapa besar cahaya yang memantul dan para ilmuwan dapat mengetahui seberapa besar aliran darah ke lapisan vagina, sehingga dapat mengetahui seberapa terangsang tubuh perempuan itu.

“Selama bertahun-tahun kita diberitahu untuk berendam di air busa, menenangkan diri, mendengarkan musik santai, melakukan latihan pernafasan dalam-dalam, santai sebelum berhubungan seksual,” katanya.

“Tetapi penelitian menunjukkan hal yang bertentangan, bahwa hal ini membuat perempuan menjadi aktif.”

“Anda bisa lari dengan pasangan Anda, berkejaran atau menonton film menakutkan bersama, naik rollercoaster, bahkan menonton komedi. Jika Anda tertawa, respon simpatik akan terjadi.”

Tentang orgasme

Meston membicarakan sistem syaraf simpatik yang berhubungan dengan kontraksi otot bawah sadar yang membuat kita siap terbang atau berkelahi, terkait dengan detak jantung dan tekanan darah. Dia menemukan jika sistem ini diaktifkan sebelum berhubungan seksual akan membuat perempuan bereaksi lebih cepat dan mendalam.

Hal yang berbeda terjadi pada pria. Selama bertahun-tahun perempuan dipandang berfungsi sama dengan pria tetapi kajian Meston menunjukkan ini suatu kesalahan.

Andrew Goldstein juga sudah mengetahui sejak masih di universitas bahwa tubuh dan seksualitas perempuan sangat kurang dipahami. “Saya selesai mengkaji kebidanan dan ginekologi selama 20.000 jam,” katanya.

“Saya mengikuti satu ceramah 45 menit tentang fungsi seksual perempuan dan saya mengatakan kepada Anda bahwa yang mereka katakan selama 45 menit hampir semuanya salah.”

Dia menambahkan, “Masalah seksual apapun yang dialami perempuan tidak dianggap sepenting persoalan seksual pria. Saya pikir jelas terdapat standar ganda. Sayangnya, masalah seksual pria jelas terlihat, jika mereka mengalami masalah ereksi, Anda bisa melihatnya, (sementara) perempuan dicap jika bermasalah. Mereka dipandang hanya mengada-ada.”

Meston mengatakan sulit mendapatkan pendanaan penelitian kenikmatan seksual perempuan, orgasme perempuan tidak dipandang “masalah sosial yang cukup penting”, katanya. Dia juga melihat kalangan kedokteran tidak terlalu mendukung kajian ini.

“Banyak terdapat pihak konservatif yang tidak ingin dana federal dipakai untuk penelitian seks, sehingga peneliti seks harus lebih kreatif,” katanya.

“Saya langsung diperintahkan unutk mengeluarkan “seks” dari usulan. Mereka mengatakan kepada saya, “Anda bisa membicarakan kepuasan dan kesehatan perkawinan, tetapi membicarakan gairah seks atau orgasme pada akhirnya akan menghapus kemungkinan mendapatkan dana.”

Dia pernah diundang untuk berbicara di depan sekelompok pensiunan akademisi, tetapi kemudian “dicabut undangannya” ketika topik Seksualitas Perempuan disebut-sebut.

“Terdapat penolakan dan ketakutan bahwa kami akan membicarakan kenikmatan seksual perempuan,” katanya. “Saya takut dan tersinggung. Hal ini sejujurnya membuat saya depresi. Saya kira kita sudah tidak mempermasalahkan hal itu.”

Bagaimana perasaan Callista ketika dia mendengar kesulitan dalam melakukan penelitian yang mengakhiri rasa sakit yang dialaminya selama bertahun-tahun?

“Semua orang dilahirkan melalui dari vagina, mengapa kita tidak mengetahui lebih banyak tentang hal ini?” katanya.

“Mengapa kita tidak lebih memperhatikannya? Mengapa kita tidak lebih memberikan pendanaan? Ini akan menguntungkan pria dan perempuan jika hal ini lebih banyak diteliti, didanai dan dibicarakan. Ini akan menguntungkan semua orang.”